Cari Blog Ini

15 September 2011

Sisi Santri Dari Seorang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono



Di tengah carut marut potret hukum dan politik di negara Indonesia. Korupsi menggurita yang belum juga menemukan tanda-tanda untuk disembuhkan, ada satu fenomena menarik yang membuat hati seorang muslim merasa senang. Disinilah cerita menyenangkan itu dimulai.

Alkisah di hari raya idul fitri 1432 H. sepulang shalat di masjid kampung, tanpa sengaja mampir membuka siaran televisi lalu menyaksikan shalat id di Masjid Istiqlal melalui layar kaca. Demi melihat PRESIDEN SBY bershalat id di Masjd Istiqlal, membuat hati sejuk dan tenang punya presiden yang 'santri'.. Ya, aku menyebutnya santri karena satu alasan, satu hal kecil yang mungkin luput dan tidak menjadi perhatian media tapi merupakan hal besar di mata para santri..

Ceritanya, shalat jamaah yang akan dilaksanakan di masjid istiqlal, belum akan dimulai hingga presiden beserta rombongan tiba di masjid..termasuk wapres, para menteri dan ketua dpr marzuki alie. ketika rombongan akhirnya tiba di masjid, lengkap dengan kawalan beberapa pejabat kepolisian dan paspampres, mereka pun menduduki shaf yg sudah disiapkn di bagian depan masjid istiqlal, masjid terbsar asia tenggara yang dibangun pd thun 1950-an di masa kepemimpinan soekarno dengan wahid hasyim, ayahanda gus dur yang saat itu menjabat sebagai menteri agama sekaligus salah satu penggagas berdirinya masjid ini.

Sesampainya di shaf depan, -termsuk ibu ani yudhoyono dengan mukena putihnya yg tampak menyejukkan- terjadilah satu peristiwa menarik, bahkan sangat menarik perhatian saya sebagai santri.. Sang presiden, terlihat di bawah sorotan kamera live stasiun tv nasional, tidak langsung duduk begitu saja d lantai msjid. Beliau, tanpa disangka, terlebih dulu melaksanakan sholat tahiyyatul masjid! Dengan khusyu' pula tanpa kesan dibuat-buat! Wapres boediono bahkan sempat 'kecele' karena ia sudah berada di posisi setengah berdiri menuju duduk. Begitu melihat SBY takbir, boediono pun urung duduk lalu ikut shalat bersama sang presiden.. Diikuti dengan rombongan pejabat di belakang SBY yang juga melaksanakan shalat tahiyatul masjid..
Sungguh menyentuh, di tengah padatny aktivitas kepresidenan, beliau masih ingat akan sunnah tahiyatul masjid, yang santri tulen aja kadang ogah menjalani..
Tapi, ada satu hal lg yang menarik..

Ketika hati terasa adem melihat orang nomor satu di indonesia melaksanakan shalat dengan khusyu' ada satu pemandangan yang sedikit mengganggu perasaan. Ternyata tidak semua rombongan presiden bangkit berdiri untuk shalat. ada satu orang besar yang tidak manut teladan presiden dan dia notabene adalah orang dekatnya, yaitu Wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus ketua dewan perwakilan rakyat, dewan terhormat yang mewakili rakyat, bapak Marzuki Alie..

Entahlah. apapun alasannya, tindakan marzuki alie di tengah rombongan yang sedang shalat dan dia sendiri tidak sholat merupakan satu keputusan yang melukai rakyat indonesia yang meyoritas adalah umat muslim dalam kapasitasnya sebagai salah satu orang yang mewakili mereka. Semoga amal "kecil" yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoono terhitung besar di sisinya dan merupakan representasi dari sosok utuh beliau sebagai seorang muslim yang baik.
Baca Selengkapnya...

27 Agustus 2011

Kisah Dramatis di balik Pencalonan Diri Pimpinan KPK, Abdullah Hehamahua

Langkah Abdullah
Hehamahua dalam pencalonan pandawa Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) terbilang mulus. Empat tahapan tes oleh Pansel KPK dapat dilaluinya dengan baik.
Bahkan, hampir tak ada catatan buruk dalam hasil penelusuran
rekam jejaknya. Alhasil, Abdullah masuk dalam jajaran delapan besar nama usulan Pansel KPK untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di
Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia.

Namun, siapa sangka, keputusannya melaju dalam bursa pemilihan pimpinan KPK ini diakuinya bukan keputusan mudah.
”Kurang 5 hari batas pendaftaran capim KPK, banyak pihak mendorong saya, tapi saya butuh fatwa yang mampu mematahkan keyakinan saya waktu itu, sampai akhirnya Pak Said Zainal Abidin (Penasihat
KPK lainnya) masuk ke ruangan saya,” ujarnya, Kamis
(18/8/2011).

Memang bukan kali ini saja
Abdullah mendapat dukungan berbagai pihak untuk maju dalam pencalonan pimpinan
KPK. Dia menuturkan, dukungan pertama diperolehnya pada saat masih menjabat sebagai Komisioner Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (PKPN), kisaran tahun 2001-2004.

”Susilo Bambang Yudhoyono selaku Menkopolhukam menelepon dan mengatakan saya pantas menjadi Ketua KPK,” kata Abdullah.

Sebenarnya, Abdullah mengaku tidak berkeberatan jika diberi amanah memimpin KPK.
Namun, dalam perjalanan pencalonan dirinya, ada dua hal yang lalu membuat dia
mundur. Pertama, adalah diwajibkannya membuat surat
lamaran kerja.
Kedua, syarat wajib membuat Surat Kelakuan Baik (SKB) dari Kepolisian. Mengacu pada keyakinannya, posisi pemimpin menurut Abdullah adalah pantang untuk diminta. Dengan membuat surat lamaran kerja, kata dia, sama halnya dengan membuat permintaan atas
posisi tersebut.
”Hadis nabi mengatakan jangan
memberi jabatan pemimpin pada orang yang meminta, karenanya kalau saya harus meminta jabatan itu, itu tidak sesuai dengan keyakinan saya,”
ujarnya.

Sementara untuk Surat Kelakuan Baik dari Kepolisian, dia berpendapat syarat itu kurang pas dikenakan padanya.

Selaku penyelenggara negara waktu itu, lanjutnya, terasa ganjil jika harus memberikan
sejumlah uang administratif pada polisi untuk mendapat
selembar Surat Kelakuan Baik(SKB). ”Saya agak tersinggung,”
katanya.

Karena alasan itulah, dua kali putaran pencalonan pimpinan KPK yang dibuka sebelumnya, Abdullah tak pernah turut serta meramaikan.

Berbeda dengan pencalonannya kali ini, dia mengaku sudah mendapat alasan kuat yang membuatnya sanggup mematahkan keyakinannya sendiri.

”Pak Said bilang, apa yang saya yakini itu hanya berlaku untuk kondisi normal, kalau sekarang menurut beliau saya harus maju karena kondisinya sudah harus perang melawan korupsi,”
tuturnya. Dia lalu berkisah, di zaman Rasulullah SAW, tepatnya di
masa perang, datang seorang laki-laki tua renta dan cacat
kepada Rasul. Lalu, disampaikan niatan hatinya
untuk turut serta dalam perang.

Melihat kondisi sang umat, Rasul menolaknya dengan mengatakan tiada kewajiban
baginya ikut perang. Namun,
rupanya tekad lelaki itu sudah
bulat. Didatanginya kembali Rasulullah hingga tiga kali.

Terakhir dia bertanya pada
Rasul, ”Apakah orang tua dan cacat
tidak berhak ikut berjihad dan
mati sahid?”. Dari kisah itu saya jadi sadar,
saya harus ikut berperang,”
tegasnya.(okezone.com)

Membaca kisah dramatis-heroik ini, saya menjadi yakin bahwa akan selalu masih ada orang-orang yang berpegang teguh dan berkomitmen terhadap nilai dan idealisme yang ia yakini dalam hidup. Apapun label yang melekat tak seharusnya membuat ia lupa. Itulah yang akan membuat hidup semakin bernilai untuk dipertahankan. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran dan teladan yang bisa menjadi motivasi merubah orientasi hidup untuk menjadi lebih berguna.
Baca Selengkapnya...

25 Agustus 2011

Tiga Tangkapan Baru Perpanjang Daftar Koruptor Tangkapan KPK

Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)
telah menangkap tiga orang sore tadi.

Mereka adalah, Dharnawati
(pengusaha swasta), Danong
Irbarelawan (Kabag Perencanaan
dan Evaluasi di Kemenakertrans)
dan I Nyoman Suwisma
(Sesditjen Pembinaan
Pembangunan Kawasan
Transmigrasi/P2KT).

Mereka bertiga ditangkap KPK di
lokasi yang berbeda.
Nyoman yang menjabat sebagai
Sekertaris Direktur Direktorat
Jenderal Pembinaan
Pembangunan Kawasan
Transmigrasi Depnakertrans
ditangkap oleh KPK di gedung
Depnakertrans lantai 2 pada
pukul 15.00 WIB sore tadi.
Sementara Danong ditangkap di
Bandara Soekarno Hatta pada
pukul 16.00 WIB. Sedangkan
Dharnawati ditangkap pukul
15.30 WIB di sekitar Otista,
Jakarta Timur.

Juru Bicara KPK, Johan Budi
mengatakan tadi sore KPK
mendapatkan laporan dari
masyarakat yang mengatakan
ada pejabat dari Depnakertrans
akan serah terima sejumlah uang
kepada pejabat Depnakertrans.
Dana itu, kata Johan adalah
dana percepatan pembangunan
infrastruktur di daerah bidang
transmigrasi di 19 kabupaten di
seluruh Indonesia. Nilai dana
pembangunan itu Rp500 miliar.

Saat KPK melakukan
penggeledahan di gedung
kemenakertrans, Kalibata,
menemukanuang senilai Rp1,5
miliar yang terbungkus kardus
durian.
"Jadi dia memang beli duren,
lalu duitnya masukin ke situ,"
kata Johan di KPK Kamis 25
Agustus 2011.

Uang itu, kata Johan diambil
disalah satu bank milik negara
oleh Dharnawati, kemudian
diambil oleh 'S' yang juga
pegawai kemenakertrans.
Kemudian, oleh 'S' uang
tersebut dibawa ke lantai 2
Depnakertrans, dan di sana
sudah ada Nyoman.
"Uang ini diambil dari rekening
DNW, saat pengantaran DNW
tidak ada tapi sedang di Otista,
lalu kita lakukan penangkapan," kata Johan.

Tiga tangkapan baru ini menambah daftar koruptor di indonesia, sekaligus prestasi bagi KPK yang tengah diuji kredibilitasnya melalui nyanyian nazaruddin yang menyeret nama pimpinan lembaga ad hoc ini.

Disadur dan disempurnakan dari vivanews.com
oleh: Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

24 Agustus 2011

Khutbah Idul Fitri, Evaluasi Iman dan Kualitas Hidup Seorang Muslim

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ...ﻭﺳﻌﺖ ﺭﺣﻤﺘﻪ
ﻭﺗﻌﺎﻟﺖ ﻗﺪﺭﺗﻪ ﻭ ﺗﺠﻠﺖ
ﻋﻈﻤﺘﻪ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ
ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ
ﻟﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ
ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺳﻼﻣﻪ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻧﻚ ﻟﻌﻠﻰ ﺧﻠﻖ ﻋﻈﻴﻢ
ﺑﻠﻐﺖ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭﺃﺩﻳﺖ
ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ﻭﻧﺼﺤﺖ ﺍﻷﻣﺔ
ﻭﺟﺎﻫﺪﺕ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ
ﺣﻖ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻙ
ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻚ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻚ
ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﺳﻨﺘﻚ ﻭﺍﻫﺘﺪﻯ
ﺑﻬﺪﺍﻙ ﻭﺳﺎﺭ ﻋﻠﻰ
ﻧﻬﺠﻚ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ.ﺃﻣﺎ
ﺑﻌﺪ
ﻓﻤﻦ ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕ ﻗﻮﻟﻪ
ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ:
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻭَﻟْﺘَﻨْﻈُﺮْ ﻧَﻔْﺲٌ
ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟِﻐَﺪٍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ
ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ)ﺍﻟﺤﺸﺮ( 18 :
Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat), dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
1. Kesaksian Ramadhan
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hamba-hamba Allah yang
sama-sama mengharap
ampunan dan rahmat-Nya !
Ramadhan bulan al Qur’an,
bulan shabar, bulan jihad,
bulan perjuangan, bulan
pembersih jiwa pencuci hati dan
bulan perlombaan guna meraih
takwa dan kebebasan dari siksa,
kini dia telah pergi
meninggalkan kita. Kapan dia
akan kembali menemui kita?
Dia pasti akan kembali
menemui kita manakala hari
kesaksian telah tiba. Dia akan
menjadi saksi pembela atau
penuntut. Pembela bagi yang
sukses meraih takwa dan
penuntut atas orang yang
membiarkannya pergi tanpa
meninggalkan bekas yang
berarti.
Tiada seorang pun dari kita
yang memiliki bukti dimana
posisi kita?
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Bulan al-Quran kini telah pergi.
Saat belum pegi dia
menyaksikan seperti apa sikap
kita terhadap Al-Quran apa
yang telah kita perjuangkan
untuk menegakan ajarannya,
langkah apa yang telah kita
ambil untuk membela haq dan
menghancurkan kebatilan ?
Dia juga menyaksikan
bagaimana kita mengisi bulan
yang penuh rahmat dan
ampunan, apakah telah kita
nikmati dengan qiyamullail dan
tadabbur al-Quran, merintih
sambil berdiri dihadapan Yang
Maha Tinggi, menunduk
dengan ruku’ dan sujud hingga
mencapai nikmat khusyu,
mengikuti akhlak ibadurrahman
terdahulu. ataukah hanya diisi
dengan begadang tanpa
membekas pada qalbu?
Shaum adalah ibadah yang
dapat menambah kekuatan
spiritual untuk menghadapi
berbagai tantangan dan
tuntutan. Meski kita telah
melaksanakan ibadah shaum,
namun, apakah kita telah
meraih kekuatan baru untuk
menguasai tuntutan hawa
nafsu? Baik tuntutan yang
berkaitan dengan pandangan,
pendengaran,ngkapan,
pemikiaran, angan-angan,
ataupun lainnya? Atau hanya
sekedar menahan haus dan
lapar laksana pelaku aksi
mogok makan ?
2. Shaum pengendali hawa
nafsu
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin sidang ‘Ied
rahimakumullah !
Pada tahun 1431 H ini banyak
sekali masyarkat yang
kehilangan masa depan. Bukan
kehilangan tempat kerja
mencari makan, bukan pula
kehilangan jabatan di
pemerintahan, melainkan
kehilangan arah hidup dan
tujuan, karena mereka sibuk
mengejar kenikmatan yang
akan pergi, dan mereka rela
menjauh dari kenikmatan yang
sebentar lagi akan tiba. Mereka
mengejar kehidupan yang
belum jelas, dan menjauh dari
kenikmatan yang pasti.
Para politisi terus berupaya
melakukan perubahan, namun
harapan umat masih jauh dari
harpan. Banyak pihak yang
ingin melakukan perbaikan.
Perbaikan apakah kiranya yang
dapat mengarahkan umat
menuju keselamatan? Apakah
perbaikan politik yang
terlukiskan dalam perubahan
struktur kepimpinan? Atau
perbaikan sosial dan ekonomi
yang menjadi dambaan
umumnya masyarakat setaipa
zaman? Sungguh semua
pebaikan tidaklah akan berarti
tanpa disertai perbaikan
keyakinan tentang hari
pembalasan.
Julukan "Negara maju" telah
diraih oleh beberapa negara
hanya karena kemajuan sains
dan teknologi. Ternyata,
dengan kemajuan tersebut
banyak rakyat yang kehilangan
tujuan hidup yang hakiki. Apa
yang telah mereka pandang
sebagai suatu kemajuan
tidaklah lebih dari patamorgana
yang telah banyak menipu
manusia dan menjerumuskan
mereka ke dalam jurang yang
penuh duri dan derita.
Dengan semakin lengkapnya
fasilitas hidup, semestinya
manusia semakin tunduk
kepada Yang Mahaagung,
semakin merendah dihadapan
Yang Mahakuasa. Namun fakta
berbicara, kebanyakan dari
mereka malah semakin angkuh
dan lupa diri, tidak sadar
bahwa ajal tidak lama lagi akan
tiba. Mengapa hal ini terjadi?
tidak lain karena kebanyakan
manusia berjuang hanya untuk
melakukan perbaikan masalah
kehidupan yang tidak pasti.
Sementera perbaikan status
sebagai hamba dan khalifah
mereka lupakan. Akhirnya
mereka mengaku maju dan
mulia padahal mereka sedang
mengalami kemunduran dan
terancam kehinaan.
Mereka merasa bangga dengan
luasnya ilmu dan berlimpahnya
harta, pada saat yang sama
mereka sibuk menjadi
penyembah ilmu dan pelayan
harta. Kapan mereka akan
dapat menikmati kemerdekaan?
Mereka mencurahkan segala
upaya untuk meraih cita-cita.
Ternyata mereka hanya dikuasai
mimpi karena kepuasan hakiki
yang mereka nantikan tak
kunjung tiba. Sungguh celaka
orang yang jauh dari yang
Mahakuasa meski dekat dengan
para penguasa.
Jika mereka habiskan waktu
untuk melayani jabatan; jika
mereka sia-siakan kesempatan
akibat sibuk mengejar
kekayaan; kapan mereka akan
meraih kesuksesan hidup yang
bebas dari ancaman?
Sungguh, kemajuan teknologi
dan ilmu pengetahuan, meski
diharapkan dapat merubah
kondisi politik, sosial dan
ekonomi, namun tidaklah akan
mampu merubah nasib bangsa
kecuali dengan merubah apa
yang ada pada nafsu-nafsu
mereka.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳُﻐَﻴِّﺮُ ﻣَﺎ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻐَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻣَﺎ
ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﺳُﻮﺀًﺍ ﻓَﻼ ﻣَﺮَﺩَّ
ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻣِﻦْ
ﻭَﺍﻝٍ(11)
Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan sesuatu
kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada
pada nafsu-nafsu mereka
sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan
terhadap sesuatu kaum, maka
tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak
ada pelindung bagi mereka
selain Dia. (QS. 13:11)
ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻢْ ﻳَﻚُ ﻣُﻐَﻴِّﺮًﺍ
ﻧِﻌْﻤَﺔً ﺃَﻧْﻌَﻤَﻬَﺎ
ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻐَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻣَﺎ
ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ(53)
Yang demikian itu adalah
karena sesungguhnya Allah
sekali-kali tidak akan merubah
sesuatu ni`mat yang telah
dianugerahkan-Nya kepada
sesuatu kaum, hingga mereka
merubah apa yang ada pada
nafsu-nafsu mereka sendiri, dan
sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha
Mengetahui, (QS. 8:53)
Dengan ibadah shaum, semoga
kita meraih kekuatan baru
untuk mengengdalikan hawa
nafsu.
3. Shaum dan Jihad
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hamba-hamba Allah yang
tengah mempersiapkan diri
untuk berjuang !!!
Kesempatan untuk pembekalan
diri dengan menggunakan
bulan suci telah berlalu. Kini
tibalah saatnya untuk
melangkah guna menghadapi
tantangan baru. Tiada
kesempatan bagi kita untuk
berjuang kecuali sekarang.
Tiada kesempatan yang tersisa
untuk thaat kepada Allah selain
hari ini, sementara besok masih
dalam khayalan. Kesempatan
menggunakan segala fasilitas
hidup demi meraih kehidupan
masa depan yang abadi, tidak
lama lagi akan berakhir. Karena
itu,
ﻭَﺍﺑْﺘَﻎِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺀَﺍﺗَﺎﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ
ﺍﻵﺧِﺮَﺓَ ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﺲَ
ﻧَﺼِﻴﺒَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
Dan carilah pada apa yang
telah dianugerahkan Allah
kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari
dunia.
Gunakan semua yang Allah
titipkan kepadamu untuk
beramal demi meraih
kesenangan hakiki; manfaatkan
semua fasilitas hidupmu demi
meraih kebahagiaan pada masa
depan yang tidak akan
berkesudahan. Janganlah
sampai lupa hakikat nasibmu
dari dunia, jabatanmu tidak
lama lagi akan berakhir, usiamu
sebentar lagi dijemput ajal,
sebanyak apapun kekayaanmu
tidaklah kamu nikmati kecuali
hanya sebentar nian. Setinggi
apapun statusmu saat ini boleh
jadi besok kamu sudah menjadi
mayit yang tak berdaya.
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Sungguh banyak orang yang
ikut berhari raya bersama kita
pada tahun lalu, kini mereka
sudah berada di alam gaib.
Pada hari raya mendatang
boleh jadi kulit kita sudah
terkelupas, daging kita sudah
menyatu dengan tanah dan
tulang belulang kita sudah
berserakan. Dan hari ini
merupakan hari raya yang
terakhir.
Kedatangan Hari Raya empat
belas abad yang silam telah
mendapat sambutan hangat
dari para shahabat Rasul,
shalihin, dan mujahidin, karena
dengan meningkatnya kualitas
ibadah pada bulan Ramadhan,
mereka telah memiliki semangat
baru untuk berda’wah,
melanjutkan perjuangan
menengakkan haq dan
menghancurkan kebatilan,
melawan musuh Allah dimana
saja berada.
Semangat tersebut mereka raih
karena mereka, dengan
sungguh-sungguh, telah
mengikuti pengkaderan rabbani
dalam bulan suci, berupa
qiyamullail dengan khusyu dan
berinteraksi dengan al-Qur’an
setiap waktu, hingga mereka
menjadi shahabat intim yang
abadi bagi al-Qur’an, mereka
berbicara dengan al-Qur’an,
berfikir dengan bimbingan al-
Qur’an dan bergerak bersama
al Qur’an, baik pada waktu
siang ataupun pada waktu
malam. Mujahidin ahli Badar
patut berbahagia dengan
datangannya Hari Raya, karena
mereka telah sukses melawan
kafir Quraisy... Dengan
kesuksesan itu perjalanan
da’wah terbuka lebar
dihadapan mereka.... yang
membuat mereka semakin
yakin akan berkibarnya panji
agama yang haq dimuka
bumi.... dan terhinanya aturan
manusia yang bertentangan
dengan kemanusiaan.
Kedatangan hari raya telah
membuat pasukan Shalahuddin
merasa bahagia, karena pada
bulan Ramadhan mereka telah
mampu menyelamatkan tanah
suci al Quds dari tangan-tangan
kotor musyrikin. Dengan
kemenangan ini suara al-
Qur’an terdengar disemua
penjuru dunia, dan fatwa ulama
menjadi solusi bagi semua
problem yang dihadapi umat.
Mari kita melihat apa yang
terjadi di negeri kita saat ini?
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Sungguh, Hari Raya adalah hari
bahagia bagi para pejuang yang
meraih takwa, siapakah orang
yang meraih takwa itu? Allah
Mahatahu, apakah kita telah
melakukan ibadah dengan
benar? Jika ya, pasti kita
mampu melenyapkan
kemunkaran dan kemaksiatan
dimana saja ditemukan? Allah
telah berfirman:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼََّﻼﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ
ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ
Sesungguhnya shalat itu
mencegah (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar.
Kini kita dituntut untuk
membuktikannya
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Ikhwatal imani wal Islam
rahimakumullah
Setelah Ramadhan pergi,
patutkah kita tersenyum,
sementara alam diskitar kita
menangis karena mereka
menyaksikan bahwa dunia Islam
yang penuh dengan
kenikmatan ilahi ini masih kaya
dengan kemaksiatan.
Berita bohong masih
mendominasi mass media;
persekongkolan kaum
musyrikin masih mendapat
dukungan dari berbagai pihak
termasuk dari kaum yang
mengaku muslim; para ulama
dan pembela kebenaran kerap
mendapat julukan yang
membingungkan umat; agama
diperalat untuk mencari harta;
al-Quran diperalat untuk
mencari kepercayaan sesaat;
terma-terma dalam Islam telah
tercemar karena sering
disalahgunakan; akhirnya
masyarakat awam semakin
bingung, orang miskin tetap
miskin dan dibiarkan kelaparan
hingga ada yang berani
meninggalkan iman; rakyat
bodoh tetap bodoh karena
dibiarkan jauh dari bimbingan
hingga ada yang terpaksa
melakukan kejahatan;
pengangguran, dari hari kehari
semakin bertambah dan
berkeliaran di setiap
persimpangan jalan, padahal
dunia Islam terbukti penuh
dengan berbagai jenis kekayaan
alam. Dengan memandang
fenomena ini, apakah kita
termasuk orang-orang yang
bersyukur ataukah termasuk
orang-orang yang kufur?
Mana penerus ahli Badar,
sementara takhayul, khurafat,
kemusyrikan, dan
penyembahan kepada selain
Allah semakin leluasa
melebarkan sayapnya. Mereka
tersebar di setiap penjuru tanah
air hingga masuk dan tersebar
ke setiap lapisan masyarakat,
karena terus-menerus diekspos
berbagai madia baik cetak
ataupun elektronik. Mana
pelanjut pasukan Badar yang
gagah berani melawan kuffar?
Mana penerus Bung Tomo yang
telah mengumandangkan takbir
ditengah kepungan dan
kejahatan orang kafir? Mana
pelanjut pangeran Diponegoro
yang telah berani berkata haq
meski berada diujung tombak?
Mana pelanjut Shalahuddin al-
Ayyubi, sementara masjid al
Aqsha masih berada dalam
genggaman Yahudi…. Apakah
patut kita mengaku telah
melaksanakan kewajiban,
sementara shalat yang kita
lakukan belum mampu
mencegah kemunkaran dan
kemaksiatan?
4. Evaluasi
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin sidang ‘Ied
rahimakumullah !
Sungguh Allah Maha
Mengetahui dan menyaksikan
apa yang telah kita lakukan
pada bulan suci. Kini bulan
yang penuh rahmat dan
ampunan itu telah tiada, ia
pergi meninggalkan kita.
Apakah kita akan bertemu
kembali pada tahun berikutnya
atau kita akan dipangil untuk
menghadap keharibaan Yang
Mahatinggi sebelum dia
kembali? Tak ada seorangpun
diantara kita yang dapat
mengetahui kalau dirinya akan
hidup sampai esok lusa, apatah
lagi hidup sampai bulan
Ramadan empat belas tiga dua.
Sekiranya kita belum meraih
rahmat dan ampunan, apa
yang akan kita lakukan bila kita
sudah berada di ruang sidang
untuk menghadap Hakim
Yang Maha Adil dan Maha
Mengetahui, mengetahui
terhadap semua prilaku insan, .
Inilah pengadilan yang hakiki
yang disaksikan semua makhluk
meliputi manusia, jin dan
binatang. Dengan kecanggihan
teknologi ilahi, semua
kesalahan manusia akan
tampak, semua dosa akan jelas,
dan semua maksiat yang telah
dilakukan akan tersingkap.
Rekaman suara hati tidak dapat
dipungkiri meski saat ini terus
ditutupi. Ketika itulah
datangnya rasa takut yang tidak
akan berujung, rasa malu yang
tidak akan berakhir, dan rasa
geri yang tidak akan berhenti.
Semua akan kita alami bila kita
tidak mendapat ampunan ilahi
akibat gagal dalam mengisi
bulan suci.
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Jika kesuksesan sementara di
dunia tidak pernah dapat diraih
kecuali dengan kelulusan dalam
satu proses ujian. Apakah
mungkin kesuksesan hakiki dan
abadi di akhirat nanti akan
dapat kita raih tanpa ujian?
Kehidupan dunia adalah
lembaran ujian yang mesti diisi
dengan benar untuk meraih
sukses pada hari pembalasan.
Hanya saja banyak sekali dari
kita yang tidak menyadari
bahwa kita sedang menghadapi
ujian. Nikmat sehat merupakan
amanah yang sering dilupakan,
apakah kita telah mampu
memanfaatkannya demi
berjuang membela hak dan
keadilan; nikmat harta
merupakan amanah yang mesti
dipertanggungjawabkan,
apakan kita mampu
menggunakannya demi
kelangsungan da’wah dan
keselamatan ummat dari
bahaya kemusyrikan.
Bahaya kemusyrikan yang
senantiasa mengancam fuqara
dan masakin; Usia panjang
adalah amanat yang sering
diabaikan, apakah kita mampu
mengisinya dengan berbagai
aktifitas yang bermanfaat bagi
keluarga, masyarakat dan
ummat beriman; dan ni’mat
ilmu adalah amanat yang
sangat berharga bila diamalkan,
apakah kita mampu
menggunakannya untuk
meluruskan aktfitas manusia
dan mengarahkan mereka
menuju ridha arrohman..
semua kenikmatan itu adalah
materi ujian. Kita tidak lama lagi
akan diperiksa tentang semua
kenikmatan yang telah kita
terima sejak dahulu hingga hari
ini hari lebaran,. Diperiksa di
hadapan Pencipta yang telah
menjadikan mati dan hidup
sebagai ujian.
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ
ﻟِﻴَﺒْﻠُﻮَﻛُﻢْ ﺃَﻳُّﻜُﻢْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻋَﻤَﻼً
(Dialah) yang telah menciptan
mati dan hidup untuk menguji
kamu siapa diatanramu yang
lebih baik dan ikhlas amalnya
Kesempatan beribadah tidak
hanya pada bulan Ramadhan.
Selama kita masih dapat
bernafas maka selama itu pula
kita wajib beramal shaleh.
ﻭَﺍﻋْﺒُﺪْ ﺭَﺑَّﻚَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄْﺗِﻴَﻚَ
ﺍﻟْﻴَﻘِﻴﻦُ(99)
dan sembahlah Tuhanmu
sampai datang kepadamu yang
diyakini (ajal) .
Sungguh beruntung orang yang
melanjutkan qiyamullail setelah
ramadhan berakhir. Sungguh
berbahagia orang yang
melanjutkan tadarus al-Quran
hingga ajal tiba. Sungguh sukses
orang yang mampu
mengendalikan hawa nafsu
dimanpun dia berada. Sungguh
sukses orang yang hidup
berjamaah hingga berakhir
kesempatan ibadah. Sungguh
rugi orang yang berhenti
qiyamullail dengan berakhirnya
ramadhan. Sungguh celaka
orang kembali kepda kebiasaan
lama tanpa melihat aturan
agama. Tidak akan kita capai
derajat orang bertakwa, jika kita
menjadikan ramadhan sebagai
bulan ibadah musiman yang
berakhir dengan datangnya hari
raya.
DOA MENUJU SUKSES
At-Tirmizi meriwayatkan dari
Ibnu Umar, diatara doa yang
diajarkan Rasulullah kepada
shahabatnya adalah:
»ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻗْﺴِﻢْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ
ﺧَﺸْﻴَﺘِﻚَ ﻣَﺎ ﻳَﺤُﻮﻝُ ﺑَﻴْﻨَﻨَﺎ
ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻚَ ﻭَﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺘِﻚَ
ﻣَﺎ ﺗُﺒَﻠِّﻐُﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﺟَﻨَّﺘَﻚَ
ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﻘِﻴﻦِ ﻣَﺎ ﺗُﻬَﻮِّﻥُ ﺑِﻪِ
ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣُﺼِﻴﺒَﺎﺕِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
ﻭَﻣَﺘِّﻌْﻨَﺎ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﻋِﻨَﺎ ﻭَﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻧَﺎ
ﻭَﻗُﻮَّﺗِﻨَﺎ ﻣَﺎ
ﺃَﺣْﻴَﻴْﺘَﻨَﺎ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﺍﻟْﻮَﺍﺭِﺙَ ﻣِﻨَّﺎ
ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﺛَﺄْﺭَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻨَﺎ ﻭَﺍﻧْﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ
ﻋَﺎﺩَﺍﻧَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞْ
ﻣُﺼِﻴﺒَﺘَﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺩِﻳﻨِﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞِ
ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺃَﻛْﺒَﺮَ ﻫَﻤِّﻨَﺎ
ﻭَﻻَ ﻣَﺒْﻠَﻎَ ﻋِﻠْﻤِﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗُﺴَﻠِّﻂْ
ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣَﻦْ ﻻَ
ﻳَﺮْﺣَﻤُﻨَﺎ«
Ya Allah berilah kami rasa takut
pada-Mu hingga kami menjauh
dari maksiat Ya Allah, berilah
kami nikmat taat pada-Mu yang
mengantarkan kami menuju
surga-Mu Tanamkanlah dalam
qalbu kami keyakinan yang
meringankan kami menghadapi
ujian dunia Jadikanlah
pendengaran, penglihatan dan
kekuatan kami kenikmatan
hidup yang Engkau. berikan di
dunia, dan jadikanlah sebagai
pusaka yang kami wariskan bagi
generasi penerus. Ya Allah,
arahkanlah perlawanan kami
atas orang yang menzalimi
kami. Tolonglah kami dalam
menghadapi orang yang
memusuhi kami. Janganlah
Engkau biarkan kami terkena
musibat dalam urusan agama
kami. Janganlah Engkau biarkan
kami sibuk dengan urusan
dunia. Janganlah Engkau
biarkan kami merasa cukup
dengan ilmu yang ada. Dan
janganlah Engkau berikan
kekuasaan kepada orang-orang
yang tidak menyayangi kami.
Ya Allah berilah kami rasa takut
pada-Mu hingga kami menjauh
dari maksiat Ya Allah, Ya Allah
hanya dengan takut pada-Mu
kami akan dapat menghidar
dari perbuatan maksiat, maka
tanankanlah dalam qalbu kami
rasa takut hanya pada-Mu.
Ya Allah, berilah kami nikmat
taat pada-Mu yang
mengantarkan kami menuju
surga-Mu.
Ya Allah, telah Engkau sediakan
surga bagi orang-orang yang
Engkau cintai, berilah kami
nikmat ibadah dan taat yang
mengantarkan kami mendapat
cinta-Mu hingga Engkau
masukan kami dengan
rahmatMu kedalam surga.
Tanamkanlah dalam qalbu kami
keyakinan yang meringankan
kami menghadapi ujian dunia.
Ya Allah kami menyadari bahwa
kehidupan dunia tidak pernah
lepas dari ujian, baik ujian yang
pahit ataupun yang manis.
Ya Allah tanamkanlah kedalam
qalbu kami keyakinan bahwa
Engkau senantiasa melihat
semua perilaku kami dan
Engkau Maha adil dalam
menghitung semua amal
perbuatan kami.
Ya Allah, jadikanlah semua ujian
yang kami hadapi jalan menuju
kemuliaan disisi-Mu. Jadikanlah
pendengaran, penglihatan dan
kekuatan kami kenikmatan
hidup yang Engkau berikan di
dunia, dan jadikanlah sebagai
pusaka yang kami wariskan bagi
generasi penerus.
Ya Allah bimbinglah kami dalam
menggunakan pendengaran,
penglihatan dan kekuatan
untuk beralam shaleh.
Janganlah Engkau biarkan kami
menyalahgunakan nikmat yang
besar ini.
Ya Allah berilah kami
kenikamatan menghayati
firmanMu, menjiwai ayat-ayat-
Mu dan menggunakan semua
kekuatan untuk berjuang
membela agama-Mu dengan
istiqamah hingga ajal
menjemput kami.
Ya Allah jadikanlah perjuangan
ini sebagai warisan yang
bermanfaat bagi generasi
penerus kami. Dan bimbinglah
mereka untuk melanjutkan
perjuangan ini hingga Engkau
kumpulkan kami dengan
mereka dibawah naungan dan
rahmat-Mu pada hari kiamat
nanti.
Ya Allah, arahkanlah
perlawanan kami atas orang
yang menzalimi kami Ya Allah,
Engkau-lah Penguasa semua
manusia. Berilah kami
bimbingan dalam menghadapi
orang yang zalim. Dan
janganlah Engkau biarkan kami
salah sasaran dalam melakukan
perlawanan.
Tolonglah kami dalam
menghadapi orang yang
memusuhi kami Ya Allah
Engkau Maha Mengetahui siapa
yang membenci agama-Mu,
merusak ajaran-Mu dan yang
memusuhi hamba-hamba-Mu.
Berilah kami kekuatan iman
dan semangat berjuang
menghadapi mereka. Dan
turunkanlah tentara-Mu untuk
menghancurkan mereka.
Janganlah Engkau biarkan kami
terkena musibat dalam urusan
agama kami.
Ya Allah jika kami dihadapkan
kepada musibat, janganlah
Engkau biarkan musibat itu
menimpa agama kami. Ya Allah
bimbinglah kami dengan
musibat itu menuju kemuliaan
di sisiMu.
Janganlah Engkau biarkan kami
sibuk dengan urusan dunia Ya
Allah Engkau-lah Penguasa
alam semesta dan Engkau-lah
Pemilik kekayaan dunia.
Janganlah Engkau biarkan kami
menjadi hamba dunia yang
sibuk menjadi pelayannya.
Janganlah Engkau biarkan kami
sibuk dengan kedudukan sesaat
dan tertipu dengan kenikmatan
sementara. Janganlah Engkau
biarkan kami terhina karena
dikuasai dunia.
Ya Allah, bimbinglah kami
dalam berjuang menggunakan
kedudukan dan mengorbankah
harta kekayaan untuk melayani
umat menuju kebahagiaan
akhirat. Janganlah Engkau
biarkan kami merasa cukup
dengan ilmu yang ada.
Ya Allah berilah kami tambahan
ilmu agar semakin jelas di
hadapan kami perbedaan
antara hak dan batil. Berillah
kami ilmu yang bermanfaat bagi
masa depan bangsa ini.
Janganlah Engkau biarkan kami
keliru dalam menentukan
pilihan dan langkah yang mesti
kami lalui. Dan janganlah
Engkau berikan kekuasaan
kepada orang-orang yang tidak
menyayangi kami.
Ya Allah janganlah Engkau
serahkan amanat kekuasaan
selain kepada ahli ruku’ dan
sujud yang membela agama-
Mu. Janganlah Engkau biarkan
kami dikuasai oleh orang yang
suka maksiat di hadapan-Mu.
Janganlah Engkau biarkan
kekuasaan dipegang oleh orang
yang tidak mengenal kitab suci-
Mu. Janganlah Engkau
serahkan kekuasaan negeri ini
selain kepada hamba-hamba
yang Engkau ridhoi.
ﺭﺑﻨﺎ ﺁﺗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺴﻨﺔ
ﻭﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻭﻗﻨﺎ
ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﻠﻬﻢ
ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ
ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻌﻪ ﺇﻟﻰ
ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ
ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ ﻭﻟﻜﻢ
Baca Selengkapnya...

20 Agustus 2011

Bagaimana Harga Emas Pengaruhi Ekonomi Dunia


Kontrak harga emas dunia melejit menembus rekor di atas 1.880 dollar AS per troy ounce di New York. Logam mulia ini menyentuh 1.881.40 dollar AS. Dengan demikian, harga emas sudah mengalami reli selama tujuh pekan berturut-turut. Investor cemas, perekonomian global akan melambat sehingga membuat pasar saham ikut anjlok.

"Rendahnya tingkat kepercayaan dalam perekonomian global mendorong investor berburu emas. Harga emas akan terus naik, kecuali kalau para pemimpin dunia mampu menyelesaikan masalah krisis utang di Eropa dan AS," jelas Tom Pawlicki, analis MF Global Holdings Ltd kepada Bloomberg.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dennis Gartman, seorang ekonom. Dia bilang, saat ini, emas sudah menjadi mata uang dunia. "Apalagi jika dunia diyakinkan bahwa pemangku kebijakan fiskal dan moneter tidak dapat melakukan apapun dalam menyelesaikan masalah fiskal dunia saat ini," paparnya.

Catatan saja, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember naik 1,7 persen menjadi 1.852,20 dollar AS per troy ounce di Comex, New York. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah naik 6,3 persen, terbesar sejak Febuari 2009, dan 14 persen pada bulan ini.

Harga emas yg smakin tak stabil dan ketergantungan ekonomi dunia pada emas semakin menunjukkan kenapa islam hanya mengakui emas dan perak sbg mata uang brnilai tukar. bahkan akhir-akhir ini emas telah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah. Di indonesia, harga emas adalah Rp. 552.000/gram.

Fenomena ini tentu saja sangat menarik. Meroketnya nilai emas, membuat berbagai negara berbondong-bondong membeli emas dalam jumlah besar sebagai simpanan kekayaan mereka. China menjadi nomor satu dengan simpanan emasnya seberat ..... (bersambung, amiruddin fahmi)

Baca Selengkapnya...

07 Agustus 2011

Mengetahui Lailatul Qodar Melalui Rumusan Imam Ghozali


Salah satu momen agung, paling penting serta tak boleh dilewatkan di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodr. Umat Islam pasti sudah familiar dengan istilah ini yang dikenal juga dalam bahasa Indonesia dengan Malam Seribu Bulan. Saking mulianya, bahkan allah swt sendiri mengabadikan sebutannya dalam Al-Qur’an. Apa sebenarnya Lailatul Qodr?

Apakah Itu Lailatul Qadar?


Lailatul Qadr adalah malam takdir yang berarti Malam Penentuan, seperti disinggung dalam Al-Qur’an:
“pada malam itu turun malaikat-malaikat beserta Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al-Qadr ayat 4)

Di malam itulah Allah memutuskan Ketetapan atau Takdir yang telah dia kehendaki untuk satu tahun berikutnya. Takdir yang ditetapkan menyangkut beberapa hal besar seperti kematian seseorang, ajal, karir dan rezekinya lalu diserahkan kepada malaikat yang bertugas menangani yaitu Malaikat Isrofil, Malaikat Izroil, Malaikat Izroil dan Malaikat Jibril alaihimus salam. (tuhfah at-tholibin, ibnu hajar) Perlu digaris bawahi, maksud dari penetapan ini bukanlah ‘Allah baru saja menetapkannya di malam itu’ melainkan Allah menyampaikan KetetapanNya yang ‘telah digariskan sebelum segala penciptaan’ dan menyerahkannya kepada para malaikat agar mereka mengurusnya.

Berikutnya, satu hal yang membuat malam ini semakin istimewa adalah nilai pahala yang dilipatgandakan ribuan kali lipat. Amalan yang dikerjakan malam Lailatul Qodr lebihbaik dibanding dengan amalan Seribu Bulan! Jadi, Satu shalat dan shalawat di malam ini sama dengan mengerjakannya selama + 29.585 malam. Lho, kok kurang dari 30.000 malam? Iya, karena bulan yang dimaksud (dalam ayat) adalah sesuai kalender Hijriyyah yang hitungannya lebih sedikit dari kalender Masehi.

Malam Lailatul Qadar adalah malam terbaik dalam satu tahun. Dalam hadis shohih disebutkan “Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridho allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Bukhori Muslim). Bahkan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi terdapat tambahan redaksi hadis “… dan dosa yang akan datang”. Alangkah agungnya malam ini untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi, malam ini hanya berulang sekali dalam satu tahun.

Menghidupkan malam Lailatul Qadar yang berpahala besar ini pun tidak berat dilaksanakan. ‘menghidupkan Lailatul Qadar’ bisa diperoleh hanya dengan shalat isya’ berjamaah. Namun sangat disayangkan jika malam yang mulia ini hanya dilalui dengan sholat isya’ berjamaah saja. Ikuti pula dengan shalat tarawih 20 raka’at, witir 11 rakaat, tadarus al-qur’an diakhiri dengan shalat tahajjud. Lebih baik lagi jika semua dikerjakan sambil beri’tikaf di masjid. Perlu diingat lagi, semua amal kita di malam ini lebih baik dari amal Seribu Bulan!

Rumusan Malam Lailatul Qadar

Lalu, kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi? Ada beberapa pendapat tentang kapankah malam Lailatul Qadar itu. Namun dari banyak pendapat ulama, ditemukan satu titik temu yaitu bahwa malam yang paling bisa diharapkan adalah pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Dengan malam ke 21, 23, dan 27 sebagai malam berpotensi Lailatul Qadar terbesar. Lailatul Qadar juga berpindah-pindah hari tiap tahunnya sebagaimana pendapat Imam Nawawi yang diikuti banyak ulama.

Imam Ghozali yang bergelar Hujjatul Islam berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar dapat dilacak melalui rumusan berdasar hari pertama bulan ramadhan. Berkata Syaikh Abul Hasan bahwa sejak menginjak usia dewasa, dengan rumusan ini ia tak pernah melewatkan Lailatul Qadar. Imam Syihab Al-Qolyubi juga merangkai rumusan Al-Ghozali ini dalam bait syi’ir berbahasa arab. Berikut inilah rumusan Lailatul Qadar menurut Imam Ghozali:

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari AHAD atau RABU maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH SEMBILAN.

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SENIN, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH SATU.
Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SELASA atau JUM’AT, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH TUJUH.

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SABTU, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke DUA PULUH TIGA.

Perlu diperhatikan lagi, bahwa rumusan yang disusun oleh ulama merupakan panduan agar kita meningkatkan intensitas ibadah kita lebih baik lagi di malam-malam tersebut. Hikmah dari kenapa malam Lailatul Qadar dirahasiakan tanggal pastinya adalah agar kita umat Islam mau menghidupkan sepuluh malam tersebut dengan beribadah dengan mengharap kemurahannya dan meninggalkan hal-hal yang dibenci allah tanpa bergantung pada satu malam tertentu. Jika kita mau menghidupkan sepuluh malam itu, Insyaallah kemuliaan malam Lailatul Qadar akan kita dapatkan.

Ahad, 7 Agustus 2011
Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

30 Juli 2011

Tips Memborong Obral Pahala di Bulan Puasa


Bulan Ramadhan adalah bulan paling mulia. Untuk menyambut Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup sementara dan setan dibelenggu agar tidak menggganggu manusia (Shahih Muslim). Di bulan ini juga al-Qur'an turun dari "Lauhul Mahfudz" ke langit untuk dicatat oleh malaikat lalu diturunkan bertahap kepada Rasulullah (QS al-Qadr). Laitul Qadr, malam seribu bulan juga ada di bulan ini (HR Bukhari Muslim).
Banyak sekali keutamaan dan pahala yang bisa diraih dengan sangat mudah jika kita bisa mengoptimalkan peluang yang tersedia pada momen yang datang setahun sekali ini.
Kita harus memanfaatkan bulan ini sebagai ajang menebus dosa yang sudah terlalu banyak menumpuk selama sebelas bulan sebelumnya. Coba saja hitung berapa dosa yang kita lakukan dalam sehari? Nah, banyak obral pahala hanya bisa ditemui di bulan ini. dan inilah beberapa yang jangan sampai kamu lewatkan.

Amal Sunnah = Pahala Faridhah, 1 Faridhah = 70 Kelipatannya
Di antara keistimewaan Ramadhan adalah pahala sunnah sama dengan faridhah (amal wajib) di bulan lain. Jadi, perhatikan sunnah mudah dan ringan yang mungkin lebih sering terabaikan dalam semua rutinitas harianmu dan lakukan sebanyak mungkin. Ucapkan salam, doa keluar masuk rumah, kamar mandi, baca basmalah sebelum beraktivitas apa saja yang kadang terlewatkan akan menambah gemuk pundi-pundi pahalamu.

Modal Kurma Dapat Pahala Puasa
Mengadakan buka bersama pahalanya sama dengan yang puasa. Memang tidak semua mampu, tapi kata Nabi tidak harus menu lengkap berbuka yang disediakan. Kalau benar tidak mampu, korma, susu bahkan air putih pun sama dengan mengadakan buka bersama. Namun ingat, tidak usah menipu diri sendiri.

Tarawih dan Witir
Dalam hadis disebutkan, shalat tarawih bisa menghapus dosa yang lalu. Walaupun agak berat dan malas, tapi kalau dikerjakan bareng keluarga atau teman pasti lebih ringan. Ajak seluruh keluarga, termasuk pembantu dan si kecil atau teman sekolah tarawih bersama di rumah atau masjid pasti tarawih takkan terasa berat.

Hindari Bohong dan Ghibah
Capek-capek puasa tapi tidak dapat pahala, pasti tidak mau kan? Makanya jauhilah bohong dalam semua ucapan bahkan gurauan juga gosip yang tidak berguna. Kalaupun lupa atau terlanjur segeralah istighfar, semoga saja kesalahan itu tidak menghilangkan pahala kita.

Baca Sebentar, Pahala Besar
Ada beberapa bacaan yang singkat tapi sarat pahala. Bacaan yang bersumber dari hadis nabi ini sebagian besar sudah dijadikan bacaan wajib setelah tarawih. Bisa kamu lihat di rubrik Khazanah Nabawiyah.

Rumusan Lailatul Qadr, Jangan Sampai Kelewatan

Intensitas ibadah di 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan wajib kita tingkatkan. Yang biasa bolong tarawihnya jangan diteruskan. Yang sudah rajin tambah posi ibadah dengan tahajjud. Sebab di malam-malam inilah kata Nabi, peluang terbesar kita untuk mendapatkan Lailatul Qadr. Khususnya malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, dan 29. Lingkari kalendermu dan camkan baik-baik apa saja harinya, karena rugi besar mereka yang melewatkan momen emas memborong pahala di malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Minimal ikutilah shalat Isya' berjamaah di masjidmu.

Untaian Hadis Nabi, Sempurna
Perlu diketahui, puasa tidak mencegah kita beraktivitas seperti biasa. Memang hari-hari pertama akan terasa berat bagi mereka yang tidak biasa puasa. Perut yang biasa disuplai makanan akan kaget karena tiba-tiba kosong tak terisi selama kurang lebih 14 jam. Tapi ini tidak akan berlangsung lama. Selang beberapa hari anda juga akan terbiasa. Setelah Ramadhan berlalu introspeksi diri anda, sudahkah kita manfaatkan dengan baik "Big Sale Ramadhan" tahun ini?
Sebagai penutup, di bawah ini ada sebuah hadis nabi yang sangat indah. Ringkas tapi bernas dan mencakup semua amal sunnah yang sudah kita kupas di atas dan lebih. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya melalui sahabat Salman Al-Farisi.

عن سعيد ابن المسيب عن سلمان قال خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلّم في آخر يوم من شعبان فقال: «أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر، جعل الله صيامه فريضة، وقيام ليله تطوعا، من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه، وهو شهر الصبر، والصبر ثوابه الجنة وشهر المواساة، وشهر يزداد فيه رزق المؤمن، من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار، وكان له مثل أجره من غير ان ينتقص من أجره شيء. قالوا: ليس كلنا نجد ما يفطر الصائم فقال: يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على تمرة، أو شربة ماء، أو مذقة لبن، وهو شهر أوله رحمة واوسطه مغفرة وآخره عتق من النار، من خفف عن مملوكه غفر الله له واعتقه من النار، واستكثروا فيه من أربع خصال: خصلتين ترضون بهما ربكم وخصلتين لا غنى بكم عنهما، فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم، فشهادة أن لا إله إلا الله وتستغفرونه، وأما اللتان لاغنى بكم عنها فتسألون الله الجنة وتعوذون به من النار، ومن أشبع فيه صائما سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة .

Artinya : "Wahai manusia, kalian sekarang berada di bulan agung, bulan penuh barokah. Di situlah terdapat malam seribu bulan. Allah mewajibkan puasa pada siang harinya dan men-sunnahkan shalat tarawih pada malamnya. Siapa melakukan kebaikan seperti melaksanakan kewajiban pada bulan lainnya. Dan satu kewajiban seperti 70 kelipatan di bulan lainnya. Bulan kesabaran dan sabar imbalannya surga. Bulan tenggang rasa, dan bulan bertambahnya rizqi. Siapa memberi makan untuk berbuka mendapat seperti pahalanya tanpa berkurang sedikitpun.' Sahabat menyahut, "Tidak semua kami mampu ya Rasulallah!' Rasulullah melanjutkan, "Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberi buka walau hanya buah korma, seteguk air dan segelas susu. Bulan dimulai dengan rahmat, disusul dengan ampunan, diakhiri dengan kebebasan dari neraka. Perbanyaklah empat perkara, dua untuk mendapat ridho allah, dua tidak bisa lepas dari kalian. Untuk menggapai ridho ucapkan syahadah dan perbanyak istighfar. Dua yang jangan kamu lepas mintalah surga dan berlindung denganNya dari neraka. Siapa yang mengenyangkan orang puasa akan minum dari telagaku, tidak akan haus sehingga dia masuk surga." HR Ibnu Khuzaimah.
Baca Selengkapnya...

MA’HAD PENGEMBANGAN DAN DAKWAH NURUL HAROMAIN: PUSAT GERAKAN DAKWAH, MUSUH MISIONARIS KRISTEN


Ma’had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain terletak di Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, berada di lintasan jalur Malang - Kediri dan Jombang, sekitar 30 kilometer arah barat kota Malang. Secara geografis berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 17-19° C dan bahkan pada suatu saat di bawah 15° C. Panorama alam sekitar Ma’had adalah daerah pertanian yang sangat subur, dikelilingi gunung Arjuna dan gunung Kawi serta gunung-gunung lain dengan hiasan teraseringnya.

Ma’had ini mulai dirintis pada tahun 1986 oleh As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Ketika memulai membangun Ma’had Nurul Haromain ini, Abuya (panggilan akrab As Sayyid Muhammad al Maliki) tidak menentukan ma’had ini dibangun untuk siapa, dan berpesan kepada KHM. Ihya’ Ulumiddin yang diserahi untuk mengawasi pembangunan “Jangan menerima bantuan dari siapapun, ma’had ini pendanaannya akan saya ambilkan murni dari saku pribadiku.” Akhirnya setelah lima tahun, bangunan pertama ma’had yang terdiri dari mushalla, asrama santri dan tempat tinggal pengasuh selesai dikerjakan. Mendapat laporan ini, Abuya sempat menawarkan “Bagaimana menurutmu, apa sebaiknya bangunan itu dijual saja?“ Mendengar ini kontan KH Ihya’ kaget dan bertanya “Dijual, Abuya?” dengan perasaan heran. Akhirnya Abuya memerintahkan KH Ihya’ sendiri agar menjadi pengasuh ma’had tersebut.

KH. Ihya’ Ulumiddin merupakan salah satu santri Abuya As Sayyid Muhammad Alawi angkatan pertama. Beliau belajar di ma’had Abuya di Makkah selama kurang lebih 4 tahun setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikannya di Ma’had Langitan Tuban. Setelah pulang ke Indonesia, hari-harinya selalu diisi dengan mengajar dari satu ma’had ke ma’had lain, membina halaqah di berbagai kampus di Surabaya, dan tak lupa juga berdakwah di sekitar tempat tinggalnya. Beliau dipercaya oleh Abuya sebagai tangan kanan Abuya untuk mengurus urusan-urusan Abuya di Indonesia dan menghimpun segala informasi yang terjadi di Indonesia terkait teman-teman beliau sesama alumni Abuya. Hal ini dilakukan agar terus terjalin ikatan antara Abuya dengan santri-santrinya,

Sejak 1 Dzulqo’dah 1411 H Ma’had Nurul Haromain mulai dibuka dengan 10 orang santri dari sebelas orang pendaftar. Semuanya alumni dari Ma’had Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik yang diasuh oleh KH Masbuhin Faqih. Setiap tahun santri bertambah, namun di Ma’had Nurul Haromain ini jumlah santri dibatasi sebanyak 40 orang saja, sesuai pesan Abuya Sayyid Muhammad Alawi. Dengan jumlah itu, Abi (panggilan akrab para santri kepada pengasuh) akan bisa mengenal karakter, watak dan kemampuan masing-masing santri, sekaligus bisa mengawasi, mentarbiyah, membina dan membimbing perilaku keseharian mereka secara langsung dan mendalam.

Sebagai ma’had pengembangan, Ma’had Nurul Haromain hanya menerima santri yang telah lulus jenjang aliyah ma’had atau yang setara dan lulus tes. Di ma’had ini, hadits menjadi kurikulum yang mendominasi. Shohih Bukhori, Muslim, Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi adalah pelajaran wajib yang diterima oleh para santri. Di ma’had ini hadits tidak hanya dibaca dengan makna gandulnya, tetapi dipelajari secara menyeluruh dari sisi asbabul wurud, arah tujuan dan kaitannya dengan suatu ayat atau hadits lain serta hukum dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Jadi tidak jarang apabila penjelasan satu hadits bisa memakan waktu satu jam lebih yang tentu saja itu semua dengan mengacu kepada pemahaman para ulama salaf. Selain hadits materi kajian lainnya seperti: tafsir, fiqh, dan aqidah juga menjadi materi yang diprioritaskan. Hal tersebut menjadikan para santri kaya wawasan, banyak mengenal dan membaca pendapat berbeda beberapa ulama dalam satu masalah.

Metode Pendidikan dan Dakwah
Dalam mendidik rohani santri, ma’had ini mewajibkan para santri sholat tahajjud dan witir berjama’ah sekitar pukul 02.30, dilanjutkan dengan membaca hasbanah dan lathifiyyah serta wirid-wirid lain. Selesai wirid, para santri melakukan haj’ah (tidur sebentar menunggu datangnya waktu shalat shubuh), lalu sholat shubuh dan membaca wirdullathif serta beberapa bacaan sholawat hingga matahari terbit dilanjutkan dengan sholat Isyroq dan Dhuha. Aktivitas selanjutnya adalah ta’lim pagi hingga pukul 07.30. Setelah makan pagi, pukul 09.30 mudzakaroh bersama hingga menjelang zhuhur. Usai sholat zhuhur, para santri membaca wirid dhuhur, makan siang dan istirahat sampai menjelang Ashar. Usai sholat Ashar para santri mengajar anak-anak membaca Al Qur’an di desa-desa terdekat. Pulang mengajar, para santri kembali ke ma’had untuk sholat Maghrib berjamaah dan membaca wirid sampai Isya’, makan malam, dan ta’lim. Santri lalu istirahat pada pukul 10.00 malam. Kegiatan ini berjalan dari hari Senin sampai Kamis. Aktivitas padat yang harus dijalani oleh santri di ma’had ini memang sebuah metode tarbiyah tasyghiutl thullab (membuat para santri sibuk) yang didapatkan pengasuh dari Sang Guru Besar Abuya As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani.

Setiap Kamis sore, para santri berangkat ke tempat dakwah masing-masing yang berada di desa-desa di sekitar Malang dan Jombang. Para santri dilatih untuk terjun langsung berinteraksi, berdakwah, dan menyampaikan kepada masyarakat ilmu yang telah didapatnya dalam empat hari ta’lim di ma’had. Selain itu, kegiatan dakwah mingguan ini juga untuk menumbuhkan semangat dan jiwa dakwah yang dewasa ini sudah mulai luntur dari orang-orang berilmu (khususnya alumni pesantren) yang karena tidak terbiasa akhirya hilang kepercayaan diri untuk berdakwah. Desakan ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin mendesak kadang juga membuat mereka banting setir dengan bekerja dan meninggalkan kewajibannya sebagai orang berilmu untuk berdakwah.

Ma’had ini sungguh sesuai dengan keadaan masyarakat sekitar. Sebab Ma’had Nurul Haromain berada di tengah-tengah masyarakat yang tergolong minus agama. Hal ini menjadikan peluang terbuka bagi para misionaris Kristen untuk bergentayangan melakukan usaha pengkafiran. Maka tidak mengherankan jika pada tahun-tahun awal, para santri pesantren ini sering terlibat dalam konflik dengan para misionaris. Ketelatenan dan kontinuitas dakwah sedikit demi sedikit akhirnya mampu menumpulkan usaha-usaha para misionaris Kristen. Boleh dikatakan gerakan tanshir (kristenisasi) di daerah Pujon sekarang ini mati. Hal ini sesuai dengan doa Abuya As Sayyid Muhammad Alawi ketika membangun ma’had ini. Beliau berdoa semoga ma’had ini menjadi markaz (pusat) dakwah Islam, Allohummaj’al hadzal ma’had markazan lidda’wah.

Di antara langkah yang ditempuh ma’had ini dalam berdakwah adalah dengan bergaul dekat, akrab bersama masyarakat. Dakwah yang simpatik dilakukan para santri dengan tanpa risih dan segan bergerilya, berkunjung dari satu rumah ke rumah lain bertanya kepada penduduk bagaimana keadaan, apa pekerjaan, berapa jumlah anak dan cucunya?. Ini semua menyebabkan masyarakat merasa diperhatikan sehingga tumbuhlah keterikatan hati mereka dengan para santri. Pada malam Ahad, semua santri datang. Ahad pagi, setelah subuh mereka membaca Maulid Nabawi atau melakukan latihan mental, berceramah di hadapan teman - teman sendiri dengan topik-topik yang telah ditentukan. Sekitar pukul 07.00, para santri melakukan olahraga di lapangan desa Ngroto yang kebetulan tidak jauh jaraknya. Setelah berolahraga dan sarapan, para santri mengikuti ma’arif ‘am - sebuah kegiatan pengembangan pengetahuan wawasan umum.

Di samping menjalin hubungan baik dengan masyarakat, ma’had ini juga menjalin hubungan dengan kampus-kampus yang ada di Malang dan Surabaya. Sebagian santri dikirim ke kampus untuk membuka halaqoh ilmu membina para mahasiswa. Tidak jarang para mahasiswa mahasiswi datang dan menginap di ma’had selama beberapa hari untuk menyelenggarakan training keagamaan, atau pendalaman agama secara praktis. Adanya interaksi antara pesantren dengan dunia akademik (kampus) ini mendorong terjadinya barter ilmu pengetahuan dan pengalaman. Di satu sisi, santri mendapatkan informasi atau data baru tentang perkembangan terkini dan di sisi lain para mahasiswa juga bisa melihat gambar hidup dari Islam yang dilakonkan para santri. Interaksi yang cukup intens antara santri dan mahasiswa di pesantren ini membuahkan banyak sekali manfaat bagi kedua belak pihak.

Para santri Nurul Haromain, meski sama sekali tidak dipungut biaya (SPP atau syahriyyah) alias gratis, juga mendapatkan kesempatan mengembangkan wawasan umum seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, komputer, kajian kristologi, pemikiran kontemporer, latihan tulis-menulis, serta latihan keterampilan lain.

Jika pesantren putra menjadi tempat menempa para da’i, maka mulai tahun 2003 Nurul Haromain juga membuka ma’had putri. Selain mengaji, para santri putri juga mengikuti kuliah di kampus PGTK (Pendidikan Guru TK) yang berada satu komplek dengan Play Group, SDIT, SMP Plus, dan SMK Nurul Haromain. Hal yang cukup menggembirakan, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, para santri puteri Nurul Haromain cukup mendapat simpati dari berbagai instansi pendidikan, khususnya Play Group dan TK.


Alumni
Setelah menimba ilmu di Nurul Haromain selama kurang lebih 3 tahun (batas minimal menjadi santri Nurul Haromain), sebagian santri mengemban tugas menyebarkan dakwah Islam ke berbagai daerah. Saat ini para da’i alumni Ma’had Nurul Haromain telah tersebar ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Madura, Batam, dan Papua. Mereka mendirikan pesantren-pesantren cabang, majelis-majelis ta’lim, berbagai lembaga pendidikan Islam formal di tempat tugasnya. Saat ini telah berdiri kurang lebih 25 pesantren cabang, 15 LPI (Lembaga Pendidikan Islam), dan puluhan majelis ta’lim yang berada di bawah Persyarikatan Dakwah Al Haromain (PERSYADHA). Sebagian santri lainnya melanjutkan pendidikan ke Abuya As Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al Maliki Makkah. Untuk terus menjalin ikatan dengan santri dan menyatukan gerak langkah dakwah, maka para santri, alumni, dan seluruh anggota PERSYADHA wajib mengikuti taushiyah bulanan oleh KH. Ihya’ Ulumiddin. Selain taushiyah bulanan, mereka juga wajib hadir dalam Multaqo Sanawi (pertemuan tahunan), Istihlal, dan Maulid Nabi.
Baca Selengkapnya...

KH. Muhammad Nasichin Nur Menghabiskan Waktunya dengan Berdakwah dan Mengajar


“Aku ingin meninggal saat melaksanakan shalat atau ketika mengajar”, demikian ungkapan beliau saat berkumpul bersama putera puterinya. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa besar semangatnya dalam berdakwah dan mengajar. Hal itu terlihat dalam rutinitas keseharian beliau yang terisi penuh dengan jadwal kegiatan mengajar di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Pondok Pesantren Salafiyah Bangil, dan beberapa majelis taklim di wilayah Bangil.

Ustadz Muhammad Nasichin Nur yang akrab dipanggil Nasichin ketika masih kecil itu dilahirkan di Pasuruan, 1 Agustus 1949, dari seorang ibu yang bernama Nasichah dan ayahnya bernama Nur Muhammad. Beliau lahir di tengah-tengah keluarga yang sederhana dengan profesi ayahnya sebagai seorang penjahit. Namun hal itu tidak mematahkan semangat beliau untuk memiliki cita-cita yang tinggi dan tekun dalam menuntut ilmu. Di saat belajar di SR (Sekolah Rakyat, SD sekarang) Nasichin kecil tergolong anak yang berprestasi. Setiap ujian akhir tahun beliau selalu mendapat ranking satu dan hal ini membuat kedua orang tuanya sangat bangga.

Setelah menamatkan pendidikannya di SR beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Di pondok pesantren inilah beliau mulai mendalami ilmu-ilmu agama dan memperbanyak khidmah dan tirakat, sehingga tubuh beliau tampak kurus ketika belajar di pesantren tersebut. Suatu hari ibunya menjenguk beliau ke pesantren dan melihat putranya yang tampak kurus dengan sarungnya yang tampak usang lalu berkata: “Nasichin badanmu kok tampak kurus?”, beliau menjawab: “ya, di pesantren harus banyak tirakat, sering puasa”, mendengar jawabannya itu ibunyapun terdiam penuh harapan.

Satu cerita yang tidak kalah menarik adalah saat beliau mendapat predikat sebagai bintang pelajar di pesantren Sidogiri. Ketika pengumuman juara kelas dibacakan, beliau masih berada di pasar melakukan pekerjaannya sebagai buruh belanja untuk pesantren demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Setelah mengetahui hal itu maka teman-temannya segera menyusul dan membawanya kembali ke pesantren penuh haru. Ternyata “buruh belanja” mereka lah yang menjadi bintang pelajar. Sebuah pelajaran bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan untuk meraih prestasi tertinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren Sidogiri beliau memutuskan untuk pindah dan berkhidmat kepada keluarga Kyai di Lasem, Jawa Tengah dengan bekerja mengisi air ke kamar mandi dan dan membersihkan kamar mandi milik Kyai. Sepulangnya dari Lasem beliau dinikahkan dengan Hamidah putri dari Haji Yusuf. Dari pernikahan ini lah beliau dianugerahi sepuluh orang anak, lima laki-laki dan lima perempuan.

Bertemu Nabi Khidhir

Pada tahun 1988, beliau menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Saat inilah beliau mengalami kejadian yang luar biasa dalam hidupnya, beliau bertemu dengan Nabi Khidir AS. Ini terjadi pada saat beliau mengkhatamkan Al-Qur’an, tiba-tiba beliau dikagetkan oleh pemuda misterius berwajah tampan dan mengenakan jubah abu-abu yang menepuk pahanya seraya berkata kepadanya: “uskut ! (diam!)” bermaksud agar beliau diam berhenti dari bacaan Al-Qur’annya, namun beliau tidak menggubris pemuda misterius itu dan terus membaca. Untuk kedua kalinya pemuda itu berkata lagi kepada beliau dengan kata yang sama namun beliau tetap saja tidak memperdulikannya. Sampai pada teguran yang ketiga dan dengan kata yang sama barulah beliau menghentikan bacaannya.

Setelah itu terjadilah dialog antara keduanya, pemuda misterius itu bertanya kepada beliau tentang nama dan negara asalnya. Setelah beliau menjawab pertanyaan pemuda misterius itu,beliau balik menanyakan nama dan Negara asalnya, lalu dia menjawab: “aku Balya bin Malkan Al-Madani”. Saat itu beliau tidak ingat bahwa itu adalah nama asli Nabi khidir, meski beliau sempat minta didoakan oleh Nabi Khidir tersebut dan Nabi Khidir pun mendoakannya.

Setelah mendoakannya, pemuda misterius yang ternyata Nabi Khidir itu menyuruh agar beliau melanjutkan bacaannya dan memnyerahkan secarik kertas kepada beliau sebelum dia pergi. Setelah kepergian pemuda misterius itu beliau baru teringat bahwa Balya bin Malkan itu adalah Nabi Khidir AS. Beliau pun mencarinya kemana-mana namun tidak berhasil menemukannya, Nabi Khidir seperti menghilang tanpa meninggalkan jejak.
Masih tentang peristiwa yang terjadi ketika beliau haji. Suatu ketika beliau sedang mengerjakan ibadah Thawaf. Di tengah-tengah ibadah tersebut beliau jatuh pingsan. anehnya ketika sadar ternyata beliau mendapati dirinya sudah berada di dekat sumur zam-zam. Beliau kaget dan bingung tidak tahu siapa yang telah menolongnya. Seandainya tidak ditolong beliau tentu sudah terinjak oleh jamaah haji lain yang saat itu juga sedang melakukan ibadah thawaf. Dari pengalaman ini beliau yakin bahwa siapa yang menolong orang lain pasti akan ditolong.

Pribadi yang Menawan
Beliau adalah orang yang sangat perhatian terhadap janda dan anak yatim piatu. Beliau adalah sosok di balik berdirinya Yayasan Jalaluddin yang menyantuni mereka yang kurang mampu. Untuk hal itu beliau mencari donatur dari Saudi dan masyarakat di sekitar Bangil. Amal baik itu telah dijalaninya selama lebih dari 20 tahun dengan jumlah anak yatim yang disantuni saat itu lebih dari 100 orang. Semua biaya mereka berada dalam tanggungannya termasuk biaya hidup dan pendidikan. Tidak lebih dari satu tahun sebelum wafat, beliau difitnah oleh orang yang tidak menyukai beliau. Mereka menciptakan fitnah bahwa beliau makan harta anak yatim. Padahal menurut orang-orang yang dekat dengannya, beliau justru memberi uang kepada anak-anak yatim itu dari saku pribadinya. Menghadapi fitnah tersebut, beliau tampak tenang dan sabar “itu masih ujian Allah dan pasti ada hikmahnya” demikian tuturnya seperti yang penuturan yang disampaikan oleh Musthofa Nasichin, putera terakhirnya.

Sebagai seorang pendidik, beliau dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan tepat waktu. Setelah suara bel tanda masuk kelas beliau langsung menghadiri kelas dan langsung mengisi materi pelajaran meskipun santri-santrinya banyak yang belum hadir. Satu cerita yang menarik dari putera beliau adalah saat beliau menunggu para jamaah datang ke mushalla, yang beliau lakukan saat menunggu jamaah adalah dengan membaca wirid sambil berjalan dan setiap ada jamaah yang masuk mushalla beliau yang menata sandalnya tanpa memandang siapapun orangnya meskipun santrinya sendiri.

Sikap beliau yang demikian itu membuat para jamaah merasa sungkan terhadap perlakuan beliau sehingga ada salah seorang jamaah yang berkata: “Tak totone dewe sebelum ustadz Nasichin yang noto” (biar saya sendiri yang mengatur sandalku sendiri sebelum didahului ustadz Nasichin).

Sebagai seorang anak, beliau dikenal berbakti kepada orang tuanya. Di mata beliau, orang tua itu adalah seperti Al-Qur’an yang tetap wajib dimuliakan. Meskipun sudah lusuh atau koyak sekalipun harus tetap dimuliakan. Setiap selesai mengajar dari pesantren Salafiyah beliau selalu menyempatkan diri datang untuk menjenguk ibunya dan memberinya sesuatu.

Beliau sangat bertanggung jawab kepada keluarga dan memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan anak-anaknya dalam segala urusan. Setiap malam beliau tak pernah lupa membangunkan anggota keluarganya untuk shalat tahajjud dan setiap malam jum’at pasti mengingatkan keluarganya untuk membaca Qur’an surah Al-Kahfi.

Menjelang usia senja, beliau mengidap komplikasi yang mengganggu kesehatan beliau. Meski begitu, hal itu tidak mengurangi intensitas beliau dalam mengajar yang sudah menjadi kehidupannya. Menjelang wafat, komplikasi yang dideritanya kambuh sehingga memaksa beliau menghentikan kegiatan mengajarnya dan membuatnya harus dirawat inap di rumah sakit Bangil. Sakitnya yang tak kunjung sembuh membuat beliau harus dirujuk ke rumah sakit Malang. Sore hari selepas ashar pada tanggal 4 Ramadhan 1431 H. beliau mengajak seluruh keluarganya yang telah berkumpul untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setelah takbir, ternyata beliau telah diizinkan untuk menghadap Sang pencipta. Beliau meninggal dalam keadaan shalat disaksikan putra-putrinya di bulan yang mulia, bulan Ramadhan di rumah sakit Malang. Ketika hari wafatnya tampak masjid Agung Bangil sesak dipadati jama’ah, yang terdiri dari para tokoh habaib, ulama dan kyai serta seluruh santri-santri beliau dan masyarakat sekitarnya yang ingin menemani beliau di saat terakhir dan menshalati jenazahnya. Rombongan jama’ah yang merasa kehilangan sosok yang mereka cinta terus mengiringi dan mengikuti prosesi pemakamannya di pemakaman umum Bangil hingga akhir.

Semoga allah selalu merahmati beliau, dan semoga kita mendapat rahmat allah berkat beliau. Amin.
Baca Selengkapnya...

29 Juli 2011

GRAFOLOGI, Kepribadianmu Ada di Tulisan Tanganmu!!


Oleh: Abdurrahman Ahmad, S.Psi.

Analisa tulisan tangan telah dipakai sejak 6000 tahun yang lalu di masa Cina kuno. Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya. Buku pertama tentang analisa tulisan tangan ditulis oleh seorang Itali, Camillo Baldi, pada tahun 1622. Kemudian pada abad ke-19, Jean Michon - orang asal Prancis, memperkenalkan dan mempopulerkan istilah grafologi. Grafologi atau handwriting analysis (analisa tulisan tangan) adalah ilmu untuk mengetahui kualitas dan trait (aspek-aspek) kepribadian seseorang melalui contoh-contoh tulisan tangannya (Encyclopedia of Psychology VI/61). Grafologi sebagai ilmu modern kemudian dikembangkan oleh psikolog Amerika bernama Gordon Allport pada tahun 1930. Tidak diketahui kapan tepatnya ilmu ini masuk ke Indonesia. Namun diperkirakan ilmu ini masuk seiring masuk dan berkembangnya ilmu psikologi ke Indonesia, yakni di tahun 1950-an.

Bagaimana kepribadian tergambar dalam tulisan?
Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologis menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.” Saat kita menulis, secara tidak disadari, gerakan tangan kita itu dipengaruhi oleh proses-proses psikis (kejiwaan) yang ada dalam diri kita. Oleh karenanya, logis bila tulisan dapat mencerminkan kepribadian seseorang, kondisi psikis kita seolah keluar dan terekam dalam coretan-coretan tulisan. Karena sifatnya yang demikian, maka tak mustahil jika keadaannya dibalik; tulisan tangan bisa dimanipulasi untuk merubah psikis. Tentu saja, titik beratnya ada pada sejauh mana kita berlatih dalam merubah tulisan tersebut. Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, artinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena bisa dibuktikan secara nyata berdasarkan penelitian dan uji statistik.

Kalau orang yang tulisannya jelek, kepribadiannya jelek juga dong?
Dalam psikologi, tidak ada kepribadian baik dan buruk. Setiap orang mempunyai kepribadian yang unik. Pada kepribadian setiap orang, pasti ada kelebihan di satu sisi dan kekurangan di sisi lainnya. Dalam menganalisa, seorang grafolog tidak melihat baik-buruk sebuah tulisan tulisan. Sebuah tulisan akan dilihat arah kemiringan huruf-hurufnya, bentuk umum huruf (melingkar, bersudut, dsb), jarak antar kata, jarak antar baris, arah tulisan, tekanan saat menulis, ukuran huruf, dan lain-lain.

Contoh tulisan Judy Geeson (aktor Inggris): hidupnya penuh gairah, fisik dan mental kuat, mempunyai kemauan kuat, kreatif.

Aplikasi Grafologi

Grafologi seringkali dipakai dalam deteksi kejahatan, kedokteran, rekrutmen pegawai, dan konseling. Dalam deteksi kejahatan, grafologi sangat berguna dalam menilai karakter penulis surat gelap dan surat tuntutan tebusan. Dari tulisan itu akan diketahui sifat-sifat penulis dan cara untuk menghadapinya. Di pengadilan, analisa tulisan sangat bernilai sebagai bukti yang meringankan bagi pembela, pengawas hukuman percobaan, khususnya dalam kasus penyerangan mendadak dan kenakalan remaja (delinkuensi).

Dalam bidang kedokteran, grafologi dapat dipakai untuk menetukan perubahan kesehatan seseorang. Perubahan gaya dan bentuk tulisan sementara berarti perubahan sementara kesehatan atau suasana hati, dan perubahan permanen berarti perubahan permanen dalam kesehatan. Proyek riset grafologi terus dikembangkan pada berbagai penyakit seperti TBC, kanker, dan hepatitis (Fraser White, The Complete Guide to Handwriting Analysis: Key to Graphology).

Dalam bidang rekrutmen dan konseling, grafologi dapat membantu untuk menentukan sebab yang tepat ketika seseorang mengalami penurunan kinerja dan prestasi. Grafologi juga dapat dipakai untuk menganalisa para pelamar: seberapa cocokkah mereka dengan persyaratan kerjanya. Grafologi bisa juga membantu para siswa untuk mengenal lebih jauh bakat dan minat terpendam yang mereka miliki. Contohnya pada saat pemilihan jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Banyak sekali orang tua yang memaksakan anaknya untuk memilih jurusan tertentu hanya karena gengsi orang tua sedangkan anaknya sendiri tidak memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Ini mengakibatkan prestasi yang diraih tidak sebaik bila anak tersebut memilih sendiri jurusan yang ia minati dan hal ini menjadi fenomena yang umum terjadi.
Baca Selengkapnya...