Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan

31 Mei 2012

Prof. Dr. Mohammad Baharun: DPR Gila Jika Melegalkan Perkawinan Sejenis



Legalitas perkawinan sejenis telah menjadi agenda jangka panjang LSM yang concern terhadap eksistensi mereka termasuk Komnas Perempuan. Gerakan mereka sudah cukup mengkhawatirkan sehingga memaksa Menteri agama, Suryadharma Ali, melontarkan statement kekhawatiran tentang ancaman dari mereka. Opini yang dilemparkan Suryadharma Ali patut mendapat perhatian serius umat Islam jika tidak ingin potensi legalisasi perkawinan sejenis menjadi nyata di Indonesia. Berikut ini wawancara Amiruddin Fahmi dari majalah El-Bashiroh dengan Prof. Dr. Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional PASIM Bandung yang juga Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di sela kunjungannya ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah 25 April 2012 kemarin.

Legalitas perkawinan sejenis di Indonesia saat ini sedang jadi wacana yang mengemuka. Benarkah hal itu?

Jangankan Islam, agama Katolik, Kristen nggak bisa membenarkan perkawinan sejenis. Kalau itu dilaksanakan maka tunggu azab Allah. Karena apa? Ini sudah merusak sistemnya Allah bahwa perempuan itu untuk lelaki dan lelaki untuk perempuan. “Hunna libasun lakum wa antum libasun lahum”. Kalau sudah begini (akan) merusak sunnatullah dan merusak apa yang didesain oleh Allah.  Saya satu bulan yang lalu ke Eropa. Teman saya itu satu rombongan dari Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) Indonesia bilang begini sama saya, “Muhammad Baharun, saya ndak melihat ada orang Eropa ini, di Brussel waktu itu- rata-rata baik di Brussel maupun daerah lainnya itu tidak melihat ada bayi”. Terus saya bilang, “nah, itu bayi!”. Lha itu bayi apa? Dilihat (ternyata) China bukan Eropa. China bawa bayinya, Jepang bawa bayinya, orang Korea yang tinggal di sini bawa bayinya, orang kulit hitam, Afrika, ada orang Arab lagi, datang bawa anaknya. Seluruh Eropa malah tidak. Jadi apa? Nggak ada perkawinan di sana. Lembaga perkawinan nggak ada. Ini sepuluh dua puluh tahun lagi habis orang Eropa. Menyusut. Kalau bangsa-bangsa lain bertambah, China bertambah sampai satu milyar, Eropa bakal habis. Karena ini, (perkawinan) sejenis. Perempuan nggak ingin kawin, dia ketemu sesama perempuannya, untuk hidup sesama jenisnya. Walaupun tidak dibuat undang-undangnya. Mereka itu sudah mempraktekkan itu.

Menteri Agama, Suryadharma Ali, ketika di Bandung menyampaikan statement berisi kekhawatiran terhadap legalitas perkawinan sejenis yang sedang diperjuangkan LSM pendukung mereka. Apakah benar gerakannya sudah seserius itu?

Nggak. Nggak akan jalan. Itu gila itu. Kalau DPR menyetujui itu, sudah, saya nggak tahu apa yang dilegalkan oleh benaknya orang-orang DPR itu. Ini sudah jelas pelanggaran etika, pelanggaran agama, budaya, segala macam.

Kalau di negara lain seperti Amerika Serikat, Belanda, Kanada, Thailand, perjuangan mereka berhasil. Undang-undang mereka disahkan dan diakui sebagai undang-undang negara.

Ya mereka (negara yang tersebut di atas) tidak beragama. Indonesia beragama. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau di Amerika sudah meng-golkan itu sudah wajar karena negara itu tidak berlandaskan agama. Kalau di Indonesia ini berlandaskan agama. Karena apa? Sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Undang-undang dasar kita itu “Berkat Rahmat Allah”. Lha mau dikemanakan ini? Setiap undang-undang itu selalu menyebut “Berkat Rahmat Allah”. Atas nama Tuhan yang dibawa itu. Sekarang atas nama tuhan apa mungkin pasal-pasal yang di dalam undang-undang itu berlawanan dengan hukum tuhan. Kan nggak mungkin itu.
Jadi memang kita tidak mengingkari di DPR itu banyak LSM-LSM yang dibiayai oleh Barat untuk merusak Indonesia ini. Yang di belakangnya itu pasti zionisme internasional yang tidak menginginkan hukum Islam syariat Islam berlaku di sini. Dilemahkan melalui banyaknya undang-undang yang berbau sekuler. Jadi umat Islam, wakil-wakil umat Islam itu harus bicara.

Berarti, kemungkinan untuk itu (legalitas perkawinan sejenis) nihil di Indonesia?

Usulan-usulan yang secara sporadis kan ada dari mereka itu. ‘Kan sudah mulai ditunjukkan  oleh mereka itu bahwa harus diberi kesempatan orang untuk hal-hal itu dengan alasan Hak Asasi Manusia. Jadi apakah agama itu tidak mengatur hak-hak manusia? ‘Kan mengatur juga. Mengapa harus lewat mereka? Mereka itu berbicara tentang hak asasi manusia kan tidak atas nama agama. Yang harus mereka hormati itu bahwa Indonesia adalah negara beragama. Semua berlandaskan agama. Karena sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan mayoritas penduduk itu umat Islam. Jadi harus mendengar suara mayoritas ini. Sebagai representasi dari suara rakyat. Katanya demokrasi, demokrasi itu kan representasi dari suara mayoritas. Mayoritas umat Islam itu orang  beragama. Orang beragama Islam itu menolak sistem seperti itu.

Argumen yang mereka sampaikan, mereka juga menuntut hak sebagaimana pasangan normal lainnya. Mereka tidak mau didiskriminasi.

Tidak boleh seperti itu. Ini penyimpangan. Penyimpangan itu tidak boleh diatur oleh undang-undang. Penyimpangan itu kalau diatur oleh undang-undang, nanti ada anak ga mau kawin sama laki, maunya sama perempuan dan didukung perundang-undangan, kan repot.

Bagaimana sikap MUI sendiri sebagai representasi ulama di dalam pemerintahan menyikapi masalah ini?

Tentu saja kami tegas menolak wacana ini. Hanya saja belum ada RUU di DPR. Dan seluruh komunitas muslim harus tegas menyatakan sikap. Seperti kasus KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender) yang terjadi sekarang ini (rancangan undang-undang ini sekarang sedang dibahas di DPR; red). Kami di DPR secara tegas menolak RUU ini, seluruhnya. Seluruh pasal dalam undang-undang ini kami tolak seluruhnya. Karena substansinya terjadi penyimpangan. Penyimpangan kok didukung. Kebetulan komisi hukum komisi saya. Saya buka ini. Kemarin kami sudah mengutus Neng Zubaidah (Dr. Neng Zubaidah SH. MH, anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat) untuk bicara di Metro TV. Artinya, MUI secara tegas akan menolak jika suatu saat isu ini menjadi RUU. Ya, jelas itu.
Baca Selengkapnya...

18 April 2012

Teknologi Internet, Harus Dijauhi Atau Dihadapi


Seiring dengan perjalanan perkembangan teknologi dunia yang semakin maju di segala lini banyak perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu dampak besar dalam lompatan teknologi (leaf of technology) yang terus melesat adalah dominasi teknologi berbasis informasi yang dikenal dengan Internet. Ya, internet di masa kini sudah menjadi bagian vital kehidupan manusia. Sejak ditemukan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika (US America of Defense) pada tahun 1969, internet yang semula hanya bisa diakses terbatas oleh kalangan tertentu sekarang sudah menjadi konsumsi umum dan diakrabi oleh segenap lapisan masyarakat dunia. Jika dulu internet hanya bisa diakses melalui perangkat komputer, maka saat ini cukup satu gadget kecil seukuran genggaman tangan untuk menjelajahi dunia tanpa batas ini. Sektor publik dan swasta juga mendayagunakan internet untuk operasi mereka.

Teknologi selalu berubah tiap detik. “Technology changes every seconds”. Kalimat yang sangat tepat mengartikan perubahan yang terus terjadi saat ini. Mau tak mau, manusia cenderung ingin menyesuaikan diri dengan perubahan jika tak ingin tertinggal. Internet dengan segala resikonya harus dihadapi sebagai bagian dari kehidupan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak kecil pun telah diperkenalkan untuk mengikuti arus informasi dan perkembangan dunia baik di sekolah maupun komunitasnya. Demikianlah memang realita yang harus diterima.

Perkembangan internet bolehlah diumpamakan sebagai pisau bermata dua. Diakui banyak kalangan bahwa terdapat kekhawatiran besar bagaimana mengarahkan arus besar penggunaan internet yang sangat rentan dan rawan disalahgunakan. Tidak sedikit pemuda dalam usia potensial (baca: pelajar atau mahasiswa) yang membuang banyak waktunya di depan layar komputer dan ponsel tanpa memanfaatkan informasi positif yang dapat diambil. Sebaliknya, mereka justru menghabiskan hari untuk jelajah chatting online, game online, jejaring sosial, bahkan konten “khusus dewasa” yang haram. Memang benar, peranan penting dimiliki internet sebagai penyalur informasi dan komunikasi. Tetapi kemudahan akses internet benar-benar memberikan masalah baru bagi pemerhati pendidikan, khususnya dalam bidang moral dan etika. Internet berpotensi menjadi dalang utama kehancuran akhlak dan moral.

Fenomena Jejaring Sosial

Sejak diluncurkan pertama kali pada Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, facebook telah menjelma menjadi hal paling fenomenal dan bagian fundamental dalam kehidupan manusia. Bagaimana tidak, mari kita lihat data resmi yang dipublikasikan media massa. Tahun 2011 Indonesia sempat menjadi Negara terbesar kedua pengguna facebook di dunia setelah Amerika Serikat. Pada 1 Februari 2012, posisi kedua yang sebelumnya dipegang Indonesia telah berubah. Adalah India, negara dengan jumlah populasi penduduk terbesar kedua di dunia, memiliki 43.497.980 pengguna Facebook. Indonesia yang memiliki jumlah 43.060.360 pengguna Facebook menjadi negara ketiga terbesar di dunia seperti dirilis oleh Inside Facebook. Saling geser antar negara bukan tidak mungkin akan terus berlanjut mengingat dinamika dunia maya dan jumlah pengguna yang terus berkembang.

Satu hal yang patut dicermati dari statistik di atas adalah, facebook benar-benar sudah menjadi bagian hidup masyarakat masa kini terutama pemuda dan pelajar. Facebook beruntung karena tumbuh beriringan dengan perkembangan dunia seluler yang membuat cara terhubung pengguna dengan media menjadi mudah dan sederhana. Angka ini belum diintegrasikan dengan jumlah pengguna situs jejaring sosial lain seperti twitter, mySpace dan banyak microblogging lain yang terus bermunculan.

Banyak sekali ekses yang ditimbulkan oleh ledakan berjejaring sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Di satu sisi, jejaring sosial membuat konektivitas antar pengguna yang terbatas jarak dan waktu seolah terhapus. Berbagi informasi, menjalin silaturrahim, dialog dan diskusi bahkan rapat organisasi pun bisa dikerjakan bersamaan dan mudah melalui media ini. Tidak sedikit pula yang lalu berjodoh dan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Hubungan komunikasi yang dulu serasa tidak mungkin diwujudkan menjadi mudah dan terasa lebih dekat mengenal figur publik. Di sisi lain, potensi negatifnya pun bisa dengan mudah dieksplorasi. Facebook bisa menjadi sarana maksiat yang efektif untuk berhubungan antara lawan jenis. Berawal dari dunia maya berlanjut ke dunia nyata.

Melihat perkembangan internet yang sudah demikian luas dan mudah diakses, agaknya sangat sulit jika bukan mustahil untuk menjauhkan anak sekarang secara mutlak dari internet. Yang mungkin bisa dilakukan adalah pengetatan dan pengawasan pemakaian sesuai fungsi. Barangkali bukan keputusan bijak jika anak sekarang diisolasi sama sekali dari internet. Akan membuatnya tertinggal dari informasi terkini juga pergaulan sosial sesamanya. Memang sepertinya itu adalah tindakan preventif yang kelewat ekstrim. Namun bisa saja itu jadi pilihan jika memang situasi di luar kendali. Semua kembali kepada kesiapan pengguna dalam memahami kegunaan fasilitas ini dengan baik. Jika sama sekali belum siap, solusi terbaik adalah dengan menjauhkannya sama sekali apalagi jika disalahgunakan ke arah akses konten berbau pornografi. Pengawasan aktif mutlak diperlukan sebagai tindak pencegahan. Orangtua, guru dan sekolah harus memberikan bimbingan sesuai kesiapan individu.

Pemerintah merupakan salah satu kunci penting dalam pengendalian jaringan internet. Dengan kekuasaannya pemerintah bertanggung jawab mendidik dan mengawal generasi masyarakat dalam pemanfaatan internet. Beberapa langkah sudah diambil pemerintah selaku pemegang kebijakan. Pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE merupakan beberapa pasal yang mengatur lalu lintas informasi dunia maya. Sebenarnya dalam tindakan antisipatif Indonesia masih kalah berani dari China. China, dengan lebih dari 500 juta pengguna Internet, merupakan pengguna Internet terbesar di dunia. China menetapkan untuk memblokir beberapa Social Networking Sites (SNS) karena ketakutan terhadap stabilitas negara, akibat isu-isu sensitif negara yang diekspos di jejaring sosial. Perusahaan-perusahaan teknologi China kemudian menawarkan teknologi serupa untuk bisa digunakan warga China dan bisa diawasi oleh pemerintah. Positifnya, China juga memblokir konten pornografi dengan penyaringan yang sangat ketat. Keberanian inilah justru tidak dipunyai Indonesia yang notabene adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

04 April 2012

Filosofi Sepakbola Banci, Kunci Sukses Barcelona Era Guardiola (1)


Sepakbola adalah salah satu olahraga terpopuler di seluruh dunia. Hampir seluruh lapisan masyarakat dunia menggandrungi cabang olahraga yang tidak mengenal status sosial ini. Karena pluralitas sepakbola yang tidak mengenal batas dan melewati segala sekat inilah sepakbola bisa dinikmati, diamati dan diterapkan masyarakat dunia. Unity and respect. Batas agama, ras kesukuan, status sosial, kulit putih dan kulit hitam, bahkan jenis kelamin runtuh di hadapan keagungan sepakbola.

Dalam usianya yang sudah melewati rentang masa yang tidak pendek, sepakbola mengenal beragam filosofi yang mewarnai dan memperindah corak permainan serta memanjakan para penikmat sepakbola. Bukan hal baru jika kita membicarakan filosofi sepakbola. Bahkan sudah ada beberapa buku yang secara spesifik mengulas tentang masalah ini. Salah satu filosofi termasyhur adalah Total Football ala Belanda di era Johan Cruyff. Dia sukses merevolusi gaya bermain yang di eranya hanya menonojolkan kualitas fisik. Di bawah rezim kepemimpinannya, Barca dijadikannya penguasa Spanyol sebanyak empat kali berturut-turut pada 1991 hingga 1994. Prestasi tertingginya adalah ketika Barcelona merengkuh Piala Champions dengan mengalahkan Sampdoria yang kala itu diperkuat duo Italia, Gianluca Vialli dan Roberto Mancini, pada 1992. Tanpa dia, tidak akan ada Pep Guardiola atau Messi di muka bumi. Tanpa dia Xavi, Iniesta, dan David Villa hanyalah pemain-pemain sepakbola yang tidak cukup tinggi untuk bermain di kompetisi sepakbola. Rata-rata, mereka hanya mempunyai tinggi 171 cm (www.oktomagazine.com).

Filosofi inilah yang kini dianut oleh Barcelona saat ini di bawah kepemimpinan Pep Guardiola. Barcelona kini sukses menyabet predikat tim terbaik di dunia. Dalam kurun waktu tiga tahun Pep mengoleksi 11 trofi untuk Los Cules. Terakhir adalah Piala Super Spanyol yang mereka rengkuh tahun lalu. Tapi siapa sangka, di balik kesuksesan tersebut ada satu kunci keberhasilan mereka yang semua orang tahu meski tabu untuk menyebutnya secara eksplisit. Filosofi inilah salah satu kunci sukses mereka selain sepakbola indah menyerang ala Johan Cruyff. Ya. Saya menyebutnya Filosofi Sepakbola Banci. Agak berlebihan memang menyebut gaya para pria jantan dari Catalan yang piawai mengolah kulit bundar dan berhasil memukau dunia dengan sebutan menjijikkan seperti “BANCI”. Tapi apa lacur, gaya bermain merekalah yang membuat mereka pantas menyandang gelar memalukan tersebut.

Gaya bermain Los Cules memang sangat indah. Siapa yang tidak kenal Lionel Messi, Xavi atau Andres Iniesta. Nama mereka bergantian menghiasi daftar nominasi pemain terbaik Dunia. Sebenarnya dengan atau tanpa filosofi banci ini sepertinya mereka memang hebat. Tapi tanpa aksi menjatuhkan diri dan merengek atau berpura-pura sakit ini barangkali mereka tidak semudah ini menaklukkan dunia. Belum lagi jika ditambah dugaan konspirasi antara tim dengan UEFA, otoritas sepakbola tertinggi di Eropa. Sudah puluhan kartu kuning atau  bahkan ratusan yang diperoleh Barca berkat kelihaian mereka mempedaya pengadil lapangan dengan mempraktekkan filosofi ini. Laga-laga besar dan penting adalah fokus utama dalam praktek filosofi memalukan ini. Para lelaki sejati menjatuhkan diri dan merengek-rengek meminta perhatian dan belas kasihan wasit? Menipu diri dan menipu dunia?

Sergio Busquets, Dani Alves, David Villa adalah nama-nama yang terkenal dengan aksi divingnya. Nama yang pertama disebut adalah aktor utama keberhasilan filosofi ini. Satu-satunya nama yang harus disorot lebih. Melalui aksinya, kemenangan-kemenangan penting berhasil diraih Barcelona meski pernah juga aksinya belum mampu berbuah kemenangan untuk timya. Ingatkah anda dengan insiden kartu merah yang diterima Thiago Motta pada laga Inter vs Barcelona di semifinal liga Champions 2009-2010? Jika sudah lupa silahkan tengok rekam ulangnya yang bisa anda dapatkan di situs Youtube. Aksi busquet berhasil membuahkan kartu merah atas Motta meski belum mampu membawa Barcelona ke babak selanjutnya. Terakhir adalah pelanggaran berbuah pinalti dalam laga perempat final liga champions melawan AC. Milan. Hanya dengan sedikit kontak dan tarik kaos, sedikit saja dan Busquets sukses membawa kemenangan bagi Barcelona. Tentunya dengan aksi menjatuhkan diri dan merengek yang indah dipandang mata. Banyak pula bukti yang diajukan para penikmat bola untuk menasbihkan filosofi banci ala Barcelona dalam bentuk video. Dengan mudah bisa anda unduh di situs youtube. Cari saja dengan keywords “Barcelona, cheaters, liers, actors”.

Jika tak ingin keindahan sepakbola rusak atau hancur, mari segera kita serukan regulasi atau aksi prihatin terhadap Filosofi Sepakbola Banci ala Barcelona. Jika boleh sedikit berasumsi, saya merasa bahwa filosofi banci ini tak lepas dari kejeniusan seorang Pep Guardiola.

Ulasan oleh: Amiruddin Fahmi, Penikmat Sepakbola

ingin tahu lebih banyak aksi diving busquet? cukup ketik di google search "busquets diving" n binggo! anda bisa lihat sendiri kehebatannya
Baca Selengkapnya...

01 April 2012

Ibnu Taimiyah Dalam Sorotan


Dahulu di zaman Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, semua berpadu di bawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW. Jika terdapat masalah atau terjadi perselisihan pendapat antara para sahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW, dan itulah  yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah  Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Imam Ali bin abi tholib menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik belaka, sementara akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh ibnu Saba’, seorang yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pelopor ideology Saba’iyyah yang identik dengan Syi’ah. Pada waktu itu paham yang paling menyesatkan adalah mereka meyakini bahwa Ali bin Thalib adalah tuhan. Aliran mereka dikenal dengan Khattabiyyah. Para ulama tidak mengatakan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif, sebagaimana pendapat kelompok Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah. Mereka cenderung melaknat Abdullah bin Saba’ yang seorang yahudi. Tentu saja sikap mereka ini dapat dipahami alasannya, yaitu pengakuan mereka akan eksistensi Abdullah bin saba’ secara tidak langsung akan menimbulkan persepsi bahwa ajaran mereka merupakan akulturasi dan asimilasi dengan agama Yahudi (Ashl al-Syi’ah Wa ushuluha hal 17, Abdullah Bin Saba’ Fi nasj al-Khayal).

Setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah semakin membesar, sehingga timbullah bermacam sekte ideologi yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW. Saat itu muslimin terpecah dalam dua kelompok besar, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid’ah atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan turots yang dikerjakan dan diyakini oleh Rasulullah SAW. bersama sahabat-sahabatnya.

Namun pada abad ke 6 hijriyah sekitar tahun 661 hijriyah lahirlah seorang ulama terkemuka pada zamannya ahmad bin abdul halim bin abdus salam bin taimiyah yang lebih popular dengan nama ibnu taimiyah al harroni yang telah menjadi sosok kontroversional diantara para ulama dari berbagai lapisan empat madzhab baik di zamannya maupun ulama yang datang setelahnya dan tak jarang produk pemikirannya pun menjadi ajang polemik diantara ulama terutama yang bekaitan dengan masalah aqidah sehingga beliau sering menikmati kehidupannya di dalam jeruji besi, beliau dalam menyampaikan gagasan-gagasannya tidak hanya menyalahi ulama zamannya bahkan keberanian beliau sampai pada mukholafatul ijma’ (menyalahi ijma’ ulama) hal itu lah yang membuat beliau berada dalam buruan para ulama.

Produk pemikiran beliau yang menjadi kontroversi para ulama di zamannya terjadi pada tahun 698 hijriyah,awal mula beliau menyuguhkan pemikiran dan fatwa-fatwa yang popular dengan masalah alhamawiyah dan hal ini membuat beberapa fuqoha zamannya turut membahasnya dan mereka melarang beliau untuk berbicara,kemudian disusul oleh al qodi imamuddin alquzwaini  yang langsung memasukkan beliau ke dalam jeruji besi dan al qodi memmberikan pernyataan “barang siapa yang mengambil fatwanya ibnu taimiyah maka kami akan menta’zirnya (menghukumnya).

Selang beberapa waktu kemudian tepatnya pada tahun 705 hijriyah beliau kembali menghebohkan dunia islam dengan fatwanya yang membuat dirinya menjalani kehidupan penjara lagi, dan pada tahun 709 hijriyah akhirnya beliau dipindahkan ke iskandariyah dan tidak sampai situ saja di sana pun beliau juga menyuguhkan gagasan dan fatwa-fatwa yang di permasalahkan oleh ulama setempat,begitulah seterusnya seputar perjalanan hidup ibnu taimiyah yang sering kali keluar masuk penjara dalam beberapa kasus dan terkadang beliau terkesan tidak kosekwen dengan pernyataannya kadang beliau mengaku bermadzhab hambali namun pada kesempatan lain beliau mengaku bemadzhab safi’i sebagaimana hal itu di ungkapkan oleh al hafid ibnu hajar al asqollani dalam kitab addurorul kaaminah hal 88-98.

Oleh karena itu dari masa ke masa ulama selalu mengontroversikan pola pemikiran ibnu taimiyah muai dari ulama madzhab sampai ulama kalam bahkan beberapa muridny pun ikut andil dalam membicarakan sosok ibnu taimiyah seperti imam ibnu kastir dan imam addzahaby, maka tak heran kalau ibnu taimiyah menjadi ajang pembicaraan para ulama ahlus sunnah akan tetapi perlu di ingat juga bahwa imam ibnu taimiyah tidak selamanya seperti itu pada akhirnya pun beliau bertaubat atas semua ideologinys dan mrngikti ideology yang dikembangkan oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari hal ini ditandai dengan pernyataan Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa:
ألأشاعرة أنصار أصول الدين والعلمار انصار علوم الدين
“Para pengikut Abu al-Hasan al-Asy’ari adalah penolong “Ushul” (pokok-pokok) agama, sedangkan para ulama adalah penolong ilmu-ilmu agama”.

 kemudian beliau mengangkat kitab-kitab yang bermadzhab as’ary sebagai simbol bahwasannya dia adalah pengikut as’ary sebagaimana yang ara di riwayatkan oleh al hafid ibnu hajar  dalam kitab addurorul kaaminah hal 148 dan hal itu juga disaksikan oleh ulama zamannya yang berkompeten As-Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733 H dalam kitab Nihayah Al-Arab Fi Funun Al-Adab juz 32 hal 115-116.

“Keilmuan” Ibnu Taimiyah

ibnu taimiyah dilahirkan pada tahun 661 H beliau tumbuh dengan kecerdasan yang luar biasa. mula-mula dia belajar pada ibnu abi daim, muslim bin allan dan ibnu abi amar dan dengan bekal kecerdasan yang tinggi beliau mampu mengalahkn yang lainnya dan imam addzahabi penah bercerita bahwa ibnu taymiyah sudah mempunyai kompetensi bermunadzoroh (berdebat) sebelum masa baligh dan mampu mengajar, mengarang serta berfatwa bahkan ketika umurnya belum memasuki 20 tahun (addurorul kaaminah hal 95). al hafid ibnu hajar pernah berbica panjang tentang kehebatan ibnu taimiyah melalui tulisan muridnya al hafid dzahabi, menurut addzahabi ibnu taimiyah mampu mentarjih dan membedakan argument yang kuat dalam masalh khilafiyah dan jarang sekali ku temukan seorang yang lebih cepat diri ibnu taimiyah dalam berargumen baik dengan ayat-ayat al qur’an maupu hadist seakan akan semua itu berada di depan dan di ujung lidahnya addurorul kaaminah hal 19 maka tak heran kalau ibnu taimiyah mampu mengkader dan menciptakan ulama-ulama yang hebat seperti al hafid ibu kastir,al hafid dzahabi,ibnu abdul hadi,samsuddin abu abdillah yang popular dengan ibnu jauzi,alhafid abu hajjaj yusuf bin abdurahman al mizzi.

Sorotan Ulama’ Tentang Pribadi Ibnu Taimiyah

قال المحدث الحافط الفقيه ولي الدين  العراقي إبن الشيخ زين الدين العراقي : إنه خرق الإجماع في مسائل كثيرة قيل تبلغ ستين مسألة بعضها في الأصول و بعضها في الفروع خالف فيها بعد انعقاد الإجماع عليها (الأجوبة الميضيةعلي المسألة المكية)

“seorang ahli hadist yang mendapat gelar al hafid al faqih waliuddin al iroqi putra dari shyaih zainuddin al iroqi berkata :sesungguhnya ibnu taimiyah telah keluar dari ijma’ ulama dalam berbagai masalah , dikatakan  mencapai 60 per masalahan , sebagian mengenai aqidah dan sebagian lainnya mengenai furu’, ia telah menyalahi permasalahan- permasalahan yang telah di sepakati oleh ulama’(al ajwibah al mudiah alal mas alatil maakiyah)

Hal sama juga di serukan oleh ibnu hajar al haitami sebagai berikut

Syakh ibnu hajar berkata dengan menukil semua permasalahan ibnu taimiyah yang menyalahi kesepakatan ulama’ yaitu :

Ibnu Taimiyyah telah berpendapat , bahwa Alam itu bersifat dahulu dengan satu macam, dan selalu makhluk bersama Allah. Ia telah menyandarkan alam dengan Dzat Allah Swt bukan dengan perbuatan Allah secara ikhtiar.

Ibnu taimiyah juga berkeyakinan akan adanya jisim pada dzatnya allah SWT ,arah dan perpindahan, dan dia juga berkeyakinan bahwa allah tidak lebih kecil atau lebih besar dari arsy, sungguh allah maha suci dari kedustaan keji dan buruk ini serta kekufuran yang nyata (al fatawa al hadisiyah 116)

Dalam kesempatan yang lain beliau juga menyinggung ibnu taimiyah serta muridnya sebagai berikut:

“maka berhati hatilah kamu dan jangan sampai mendengarrkan apa yang di tulis oleh ibnu taimiyah dan muridnya ibnu qoyyim dan lainnya dari orang- orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan allah telah menyesatkan nya dari ilmu serta menutup telinga dan hatinya dan menjadikan penghalang atas pandangannya”.(al fatawa al haditsiyah 203)

Seorang ulama besar Syaikh Abu Al-Hasan Ali Ad-Dimasyqi berkata dari ayahnya bahwasanya beliau bercerita

“ Ketika kami sedang duduk di majlis Ibnu Taimiyyah, dan ia berceramah hingga sampai pada pembahasan ayat Istiwa, ia berkata Allah Swt beristiwa di atas arasy-Nya seperti istiwaku ini “,(al maqoolat assuniyah 36)

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh al hafid taqyuddin assubuky dalam kitab adduroru al mudhi’ah hal 2-3bahwa ibnu taimiyah telah membuat hal yang baru dalam masalah aqidah dan menghancurkan pondasi serta aqidah islam setelah dia mengaku masih mengikuti ajaran al qur’an dan hadist dam mengaku selalu mengajak kepada kebenaran kemudian dia keluar dari semuanya itu dan memciptakan sesuatu yang bid’ah dengan menyalahi semua ijma’ ulama’”

Al imam yaafi’I juga berkomentar “bahwa barang siapa yang mengikuti ajaran ibnu taimiyah maka halal darah dan hartanya” sebagaimana di kutib dari kitab( mir’atul janaan)

Al hafid ibnu hajar al asqollani juga berpendapat bahwa sebagian ulama ada yang menisbahkan ibnu taimiyah kepada kenifakan dan sebagian ulama juga menisbahkan ibnu taimiyah pada kezindikan (adduroru al kaminah)

Bahkan murid beliau sendiri al hafid addzahabi ikut andil dalam menyikapi pribadi beliau dan mengingatkan beliau agar berhenti menyerukan faham-faham estrim dan batilnya serta berhenti dari kebiasaan mencaci maki ulama’ soleh terdahulu maka dari itu al hafid addzahabi terdorong untuk menulis kitab yang bejudul an nasihah ad dzahabiyah li ibni taimiyah

Tidak hanya itu saja, bahkan sekitar 90 ulama besar yang telah mengkritisi produk pemikiran beliau yang dimanifestasikan dalam bentuk kitab-kitab klasik.

Penulis : ahmad maydin
Editor : amiruddin fahmi
Baca Selengkapnya...

31 Desember 2011

Sejarah Panjang Konflik Israel – Palestina



Ketika hampir seluruh entitas penduduk bumi sudah menikmati kemerdekaannya, ada satu wilayah teritorial yang terus didera konflik berkepanjangan dan masih terjerat belenggu imperialis dan kolonialis. Memasuki abad ke -20 negara-negara dunia mulai memperoleh kemerdekaannya pasca kejatuhan terstruktur Khalifah Utsmaniyah (Ottoman Dynasty) yang berpusat di Turki melalui agenda Nasionalismenya Mustafa Kemal Pasha setelah enam abad berkuasa pada rentang kurun waktu 1299-1923. Perang Dunia 1 dan 2 lalu melahirkan negara-negara merdeka baru dunia ke -3. Namun bagi Palestina, masa suram penjajahan barulah dimulai. Sejak tahun 1948 mereka secara “sah dan resmi” dijajah oleh pemerintah kolonial Israel.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Palestina saat ini kita harus menarik jarum waktu jauh mundur ke belakang. Tidak seperti penjajahan lain yang motifnya “sederhana”, seperti ekspansi kekuasaan, mengambil alih kekayaan tanah jajahan, memperkuat pengaruh politik, atau penyebaran agama saja. Pendudukan Israel ke Palestina lebih kompleks dari sekedar Gold, Gospel and Glory, semboyan yang didengungkan kerajaan Eropa jaman dahulu melebarkan sayapnya menjelajahi dan menjajah pelosok bumi termasuk Belanda ketika hendak menguasai Nusantara.

Siapa Israel Sebenarnya

Israel dalam literatur Islam adalah nama Nabi Ya’qub putra Ibrahim alaihimassalam. Terdapat hadis nabi saw. riwayat Abu Dawud melalui sahabat ibn abbas yang mendasari pendapat ini seperti dikutip ibnu katsir dalam tafsirnya. Kristen dalam Alkitabnya juga sama dengan islam dalam hal ini. Seiring berbagai peristiwa dan rentang waktu, Israel kemudian mengalami perluasan makna menjadi nama satu komunitas, untuk tidak mengatakan negara Yahudi.

Sejak era Nabi Musa, Nabi Isa hingga kini Bani Israel dikenal sebagai bangsa yang pintar, cerdas, namun licik dan arogan. Kepandaian mereka di masa Nabi Musa terlihat pada trik Musa As-Samiri yang bisa membuat patung sapi ciptaannya berbicara dan dengan lihai meperdaya iman Bani Israil kepada Nabi Musa. Nabi Musa seperti dikisahkan berulang kali dalam al-qur’an sering kali dibuat repot gara-gara ulah dan tingkah kaumnya itu. Meski sempat diakui sebagai umat terbaik, namun tak sedikit oknum umat Nabi Musa itu yang membuat orang geleng-geleng karena keras kepala dan sikap mereka yang justru mempersulit mereka sendiri. Sekali waktu mereka ingin melihat tuhan dengan mata kepala. Pernah juga mereka menggugat Hadiah Tuhan yang berupa makanan surga –manna dan salwa lalu menuntut aneka makanan selainnya, meminta meja dengan hidangannya turun langsung dari langit, dan meminta tuhan baru. Dari kisah mereka kita bisa sedikit mengenal karakter mereka, keras kepala, suka seenaknya dan arogan. Dan sampai sekarang pun watak mereka tidak juga berubah. Arogansi Israel yang kebijakan politiknya selalu didukung sekutunya Amerika terlihat jelas dari invasi ke Palestina yang tak mengindahkan hak-hak warganya. Kesewenang-wenangan mereka merusak stabilitas dunia internasional semakin nyata dalam serangan ke kapal bantuan sosial Mavi Marmara. Israel dan Yahudi bagaikan dua sisi dari mata uang logam. Mereka menyebut Israel untuk bermaksud Yahudi dan sebaliknya. Ini tak lepas dari dogma agama Yahudi yang menganut eksklusifitas untuk ras Israel. Sebab hal inilah pada tahun 1975 Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 PBB yang menyatakan zionisme adalah satu bentuk rasisme. Sayang, resolusi yang telah lolos dan disetujui harus ditarik kembali karena Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 4686 yang isinya mencabut Resolusi 3379.

Dari data sejarah yang terekam dalam berbagai literatur inilah, bisa disimpulkan bahwa Yahudi adalah salah satu bangsa tertua berpengaruh yang tetap eksis dan survive. Sampai kini, orang-orang hebat kaliber dunia dari Yahudi sejak awal kemunculan mereka, pada abad pertengahan hingga era kecanggihan teknologi IT saat ini sangatlah banyak seakan takkan ada habisnya.

Dalam perjalanannya, kaum yahudi tidak selalu mendapat kejayaan. Pada masa Nabi Musa, mereka dalam waktu lama terhina di bawah penindasan Raja Fir’aun. Beberapa dinasti tercatat mengusir mereka seperti Babylonia di Persia, Ratu Isabell di Spanyol, Tsar Alexander III di Rusia dan Hitler di Jerman. Muncul asumsi bahwa mereka diusir karena dianggap sebagai ancaman berbahaya dan sifat buruk mereka yang pragmatis. Menghalalkan segala cara demi meraih tujuan. Meski mungkin tak semua informasi tersebut benar-benar akurat dan objektif bahkan mungkin hanya cerita rekaan untuk meraih simpati dunia saja seperti Tragedi Holocaust yang nanti akan disinggung pula dalam rubrik ini.

Nasib Yahudi mulai menemukan titik terang ketika Amerika Serikat berdiri pada tahun 1776 dan mendapat kedaulatannya sebagai negara. Kedekatan hubungan mereka sudah tak asing lagi bagi dunia. Jika ditelusuri lebih lanjut, akar persahabatan mereka memang telah tampak sejak era para founding father Amerika Serikat. Lihat saja kutipan surat John Adams yang ditujukan kepada Thomas Jefferson: ''Saya percaya, kaum Ibranilah yang lebih baik membangun peradaban dibandingkan dengan bangsa lain.'' Begitu juga Woodrow Wilson, yang berpendapat bahwa negara Yahudi kuno adalah contoh yang paling ideal bagi negara baru yang tengah dibangun. Salah satu simbol negara Amerika Serikat yang dirancang Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan John Adams menggambarkan bangsa Israel yang tengah menyeberangi Laut Merah dalam kejaran Firaun, sementara Musa sudah di seberang. Thomas Jefferson, Benjamin Franklin dan John Adams adalah trio Bapak Pendiri Amerika.

Kedekatan keduanya sangatlah nyata terlihat. Di Israel, untuk menghidupkan lagi bahasa Ibrani sebagai bahasa percakapan dibutuhkan waktu dua abad. Tapi, di kalangan akademisi Amerika, bahasa itu sudah lama diakrabi. Banyak universitas Amerika memasukkan bahasa Ibrani dalam kurikulum. Di Universitas Harvard, bahasa itu sempat diwajibkan pada 1787. Sementara pada logo Universtas Yale tertulis kata Ibrani Urim V'Thummim (Belajar Bijaksana). Harvard dan Yale adalah dua perguruan tinggi terbaik dunia yang biasa mencetak generasi sukses. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg adalah jebolan Harvard yang berhasil menjadi miliarder termuda dunia di usia ke -24 yang juga seorang Yahudi dan beberapa presiden amerika seperti Bill Clinton adalah lulusan yale university. Itu hanya sedikit gambaran tentang orang-orang mereka.

Dukungan Amerika terhadap aspirasi kaum Yahudi untuk memiliki tanah air impian juga telah muncul jauh-jauh hari. Pada masa pendudukan Inggris, John Adams telah menulis: ''Saya sangat berharap, kaum Yahudi akan tiba kembali di Yudea dan melahirkan negara yang berdaulat di sana.'' Presiden Abraham Lincoln juga mengisyaratkan hal serupa.

Sejarah Amerika tak lepas dari kontribusi Yahudi maka tak aneh jika sampai sekarang kebijakan Amerika selalu menunjukkan keberpihakan penuh kepada Israel. Catatan sejarah memang menunjukkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah pemerintah paling pro-Israel di seluruh dunia. Israel dan Amerika telah membuktikan diri sebagai kawan akrab pada 1948 saat Israel terbentuk. Bayangkan, hanya enam menit setelah Israel diproklamasikan pada 14 Mei 1948, Presiden Harry Truman menjadi kepala negara pertama yang mengakuinya. Sama sekali di luar kebiasaan Amerika yang hanya mau mengakui negara dengan batas wilayah yang jelas. Sekali lagi, hanya butuh waktu enam menit!

Tatkala berjumpa dengan Henry Wentworth, seorang zionis Kanada yang berharap agar kaum Yahudi bisa dipersatukan di tanah impian mereka di Palestina, Abraham Lincoln mendukung. ''Itu impian mulia yang juga ada di hati banyak warga Amerika,'' katanya. Pada 1883, Emma Lazarus, penyair ternama Amerika yang kata-katanya tertulis di Patung Liberty, menuliskan dukungan pada gagasan tanah air Yahudi. ''Palestina harus menjadi rumah bagi kaum tak berumah, tujuan bagi darah pengembara, perlindungan bagi para terpidana, dan negara bagi kaum terusir,'' tulis Emma Lazarus. Pada 1891, ketika Tsar Alexander III memula pengusiran kaum Yahudi di Rusia, gerakan yang mendukung pendirian negara Yahudi memperoleh momentum yang paling kuat di Amerika Serikat. Saat itu, Hakim Agung dan Juru Bicara Kongres, William E. Blackstone dan Kardinal Gibbons, mengantarkan sendiri sebuah petisi kepada Presiden Benjamin Harrison dan Menteri Luar Negeri James Blaine. Mereka menuntut penyelenggaraan sebuah konferensi internasional, yang membicarakan klaim bangsa Israel bahwa Palestina adalah tanah air mereka. ''Kami percaya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi semua bangsa, khususnya bangsa-bangsa Kristen Eropa, untuk menunjukkan keramahan pada bangsa Israel. Mari kita kembalikan kepada mereka tanah yang dulu secara paksa dikuasai oleh nenek moyang kita orang Roma,'' begitu salah satu kalimat yang tertulis dalam petisi yang dibawa Blackstone dan Gibbons.

Amerika juga menjadi negara pertama yang ada di belakang Deklarasi Balfour yang digagas Lord Balfour, Perdana Menteri Inggris pada 1917 yang juga seorang Yahudi. Saat itu, kepada Lord Rothschild, Presiden Federasi Zionis Inggris, Lord Balfour mengirimkan surat yang berisi janji Pemerintah Inggris untuk memfasilitasi pendirian negara Yahudi di tanah Palestina. Melihat sejarah itu, dukungan Presiden Harry Truman pada proklamasi negara Israel yang dilakukan David Ben-Gurion terrlihat bukan keputusan yang terburu-buru.

Peristiwa Holocaust yang menghebohkan dunia pada era perang dunia ke 2 (1933-1945) karena genosida yang digambarkan media sangat kejam dilakukan oleh adolf hitler menjadi momen terbaik berikutnya bagi Yahudi mendirikan tanah airnya di bumi Palestina. Mereka dengan jeli melihat dan menangkap peluang dalam tragedi. Tapi benarkah bangsa Yahudi dibantai sedemikian rupa oleh Jerman? Tak sedikit kalangan yang menyangsikan kebenaran peristiwa ini dan berasumsi bahwa berita telah didramatisir sedemikian rupa oleh media dan campur tangan penguasa yang berkepentingan. Jika dibandingkan, mirip dengan Peristiwa G30S/PKI yang kini mulai memunculkan “kebenaran-kebenaran” yang datang dari pemeran lama dan dahulu terbungkam oleh tangan besi rezim orde baru. Peristiwa G30S/PKI inilah yang mengorbitkan pahlawan baru Indonesia yang lalu menjadi penguasa tanah air yakni rezim Orde Baru. Peninjauan kembali dan pelurusan sejarah terkait Peristiwa G30S/PKI pun mengemuka. Kenyataannya, sejarah apapun, selalu rentan dengan konspirasi dan rekayasa tangan tak terlihat penguasa. Kendali media merupakan urusan vital untuk menciptakan persepsi publik. Yahudi memang tak pernah tertinggal dalam semua lini kehidupan. Banyak kalangan masyarakat yang tertelan tanpa sadar dan tergiring opini yang mereka ciptakan. Taipan media, trupert yang membawahi xxxx adalah salah satu keturunan Yahudi. Sutradara besar kenamaan Hollywood kreator film-film Box Office, Steven Spielberg juga seorang Yahudi. Wajar jika beberapa filmnya tak lepas dari aroma pro yahudi dan lebih pantas disebut dengan film propaganda daripada murni karya seni. Dia juga tak segan memecat artisnya yang berlawanan arah dengan doktrin anutannya. Jika ingin mengetahui jejak Yahudi di berbagai belahan dunia, sangatlah panjang lebar dan luas untuk dijelaskan. Peristiwa besar dalam sejarah pergolakan dunia selalu dikaitkan dengan Amerika Serikat dan pengaruh kuat Israel di tubuh Amerika menimbulkan aroma perpaduan kepentingan geopolitik antara keduanya dalam kemunculan peristiwa-peristiwa itu.

Pemilihan Tanah Suci Tiga Agama yaitu Palestina untuk dikuasai oleh Israel bukan sekedar strategi geopolitik. Ada latar belakang historis dan doktrin agama yang melandasi pilihan Israel mendiami paksa Tanah Suci tiga agama itu. Harun Yahya, ilmuwan muslim tersohor dari Turki dalam tulisannya di situs www.harunyahya.com mengatakan, kaum yahudi telah tinggal di tanah Palestina sebelum mereka terusir oleh pada tahun 70 M. Kenyataan ini membuat mereka selalu bermimpi untuk bisa kembali ke “rumah” mereka. Selama berabad-abad palestina berganti tangan dari satu penguasa ke penguasa lain tapi bukan Yahudi. Romawi adalah salah satu penguasa palestina yang ketika itu merupakan satu dari dua kerajaan besar yang menguasai banyak wilayah selain Persia. Hingga pada masa khilafah islam, ekspansi yang dilakukan mujahidin muslim mencapai negara yang pernah menjadi kiblat umat muslim di masa rasulullah yaitu baitul maqdis. Ya, palestina akhirnya beralih ke naungan islam dengan Khalifah Umar bin al-Khattab sebagai amirul mukminin. Beliau lalu menjalankan toleransi dalam beragama seperti tuntunan rasulullah yaitu memilih islam atau membayar jizyah. Umat kristen dan yahudi masih bebas berdampingan menjalankan ibadah mereka dan kepemimpinan islam ketika itu dikenal sebagai pemerintahan terbaik yang membawahi Palestina sebagai tanah suci tiga agama. Yahudi pun masih memendam hasrat mereka menjadi penguasa di tanah Palestina.

Kaum Yahudi sangat ingin tinggal tidak di tanah-tanah biasa, melainkan di Kanaan (Palestina), Tanah yang Dijanjikan Tuhan kepada mereka, kaum pilihanNya. Sampai saat itu, kaum Yahudi meyakini bahwa kepulangan ke Palestina hanya akan mungkin dengan pertolongan seorang juru selamat yang disebut Messiah. Akan tetapi, pada pertengahan abad ke-19, dua orang rabbi (pendeta Yahudi) merumuskan penafsiran baru atas doktrin ini. Keduanya, Rabbi Judah Alkalay dan Rabbi Zevi Hirsch Kalisher, menyatakan bahwa tak usah lagi menunggu datangnya Sang Messiah. Menurut penafsiran mereka atas naskah kuno suci Yahudi, kaum Yahudi dapat pulang ke Palestina lewat kekuatan politik dan ekonomi sendiri, dengan bantuan kekuatan-kekuatan besar Eropa. Ini akan menjadi langkah awal datangnya Messiah. Penafsiran rabbi ini mempengaruhi para nasionalis muda Yahudi. Tak terbantahkan, yang paling terkenal di antara mereka adalah seorang wartawan muda Austria bernama Theodor Herzl. Dengan menjelmakan penafsiran ulang doktrin kedua rabbi menjadi suatu gerakan politik aktif, Herzl mendirikan Zionisme politik. Zionisme mengambil namanya dari Gunung Zion yang suci di Yerusalem; tujuannya adalah pulangnya kaum Yahudi sedunia ke Palestina. Herzl memimpin kongres Zionis pertama di Basel, Swiss. Di sana mereka mendirikan World Zionist Organisation (Organisasi Zionis Dunia). Kelompok ini akan mengarahkan gerakan Zionis dengan penuh kesabaran dan keteguhan hingga berdirinya negara Israel. WZO mempunyai dua tujuan utama: menjadikan Palestina tempat yang cocok bagi pemukiman kaum Yahudi, dan mendorong seluruh kaum Yahudi, mulai dengan yang di Eropa, berpindah ke Palestina. Situs in-christ.net dalam artikelnya menyatakan bahwa menguasai palestina adalah salah satu langkah menuju rencana kedatangan messiah, juru selamat yang akan membawa bangsa israel berjaya. Doktrin inilah yang akhirnya membuat Israel menghalalkan segala cara menuju realisasi skenario besar yahudi menuju tatanan dunia baru yang selalu mereka impikan.

Amiruddin Fahmi
dari berbagai referensi valid
Baca Selengkapnya...

29 Juli 2011

GRAFOLOGI, Kepribadianmu Ada di Tulisan Tanganmu!!


Oleh: Abdurrahman Ahmad, S.Psi.

Analisa tulisan tangan telah dipakai sejak 6000 tahun yang lalu di masa Cina kuno. Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya. Buku pertama tentang analisa tulisan tangan ditulis oleh seorang Itali, Camillo Baldi, pada tahun 1622. Kemudian pada abad ke-19, Jean Michon - orang asal Prancis, memperkenalkan dan mempopulerkan istilah grafologi. Grafologi atau handwriting analysis (analisa tulisan tangan) adalah ilmu untuk mengetahui kualitas dan trait (aspek-aspek) kepribadian seseorang melalui contoh-contoh tulisan tangannya (Encyclopedia of Psychology VI/61). Grafologi sebagai ilmu modern kemudian dikembangkan oleh psikolog Amerika bernama Gordon Allport pada tahun 1930. Tidak diketahui kapan tepatnya ilmu ini masuk ke Indonesia. Namun diperkirakan ilmu ini masuk seiring masuk dan berkembangnya ilmu psikologi ke Indonesia, yakni di tahun 1950-an.

Bagaimana kepribadian tergambar dalam tulisan?
Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologis menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.” Saat kita menulis, secara tidak disadari, gerakan tangan kita itu dipengaruhi oleh proses-proses psikis (kejiwaan) yang ada dalam diri kita. Oleh karenanya, logis bila tulisan dapat mencerminkan kepribadian seseorang, kondisi psikis kita seolah keluar dan terekam dalam coretan-coretan tulisan. Karena sifatnya yang demikian, maka tak mustahil jika keadaannya dibalik; tulisan tangan bisa dimanipulasi untuk merubah psikis. Tentu saja, titik beratnya ada pada sejauh mana kita berlatih dalam merubah tulisan tersebut. Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, artinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena bisa dibuktikan secara nyata berdasarkan penelitian dan uji statistik.

Kalau orang yang tulisannya jelek, kepribadiannya jelek juga dong?
Dalam psikologi, tidak ada kepribadian baik dan buruk. Setiap orang mempunyai kepribadian yang unik. Pada kepribadian setiap orang, pasti ada kelebihan di satu sisi dan kekurangan di sisi lainnya. Dalam menganalisa, seorang grafolog tidak melihat baik-buruk sebuah tulisan tulisan. Sebuah tulisan akan dilihat arah kemiringan huruf-hurufnya, bentuk umum huruf (melingkar, bersudut, dsb), jarak antar kata, jarak antar baris, arah tulisan, tekanan saat menulis, ukuran huruf, dan lain-lain.

Contoh tulisan Judy Geeson (aktor Inggris): hidupnya penuh gairah, fisik dan mental kuat, mempunyai kemauan kuat, kreatif.

Aplikasi Grafologi

Grafologi seringkali dipakai dalam deteksi kejahatan, kedokteran, rekrutmen pegawai, dan konseling. Dalam deteksi kejahatan, grafologi sangat berguna dalam menilai karakter penulis surat gelap dan surat tuntutan tebusan. Dari tulisan itu akan diketahui sifat-sifat penulis dan cara untuk menghadapinya. Di pengadilan, analisa tulisan sangat bernilai sebagai bukti yang meringankan bagi pembela, pengawas hukuman percobaan, khususnya dalam kasus penyerangan mendadak dan kenakalan remaja (delinkuensi).

Dalam bidang kedokteran, grafologi dapat dipakai untuk menetukan perubahan kesehatan seseorang. Perubahan gaya dan bentuk tulisan sementara berarti perubahan sementara kesehatan atau suasana hati, dan perubahan permanen berarti perubahan permanen dalam kesehatan. Proyek riset grafologi terus dikembangkan pada berbagai penyakit seperti TBC, kanker, dan hepatitis (Fraser White, The Complete Guide to Handwriting Analysis: Key to Graphology).

Dalam bidang rekrutmen dan konseling, grafologi dapat membantu untuk menentukan sebab yang tepat ketika seseorang mengalami penurunan kinerja dan prestasi. Grafologi juga dapat dipakai untuk menganalisa para pelamar: seberapa cocokkah mereka dengan persyaratan kerjanya. Grafologi bisa juga membantu para siswa untuk mengenal lebih jauh bakat dan minat terpendam yang mereka miliki. Contohnya pada saat pemilihan jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Banyak sekali orang tua yang memaksakan anaknya untuk memilih jurusan tertentu hanya karena gengsi orang tua sedangkan anaknya sendiri tidak memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Ini mengakibatkan prestasi yang diraih tidak sebaik bila anak tersebut memilih sendiri jurusan yang ia minati dan hal ini menjadi fenomena yang umum terjadi.
Baca Selengkapnya...

Bersikap Cerdas Memaknai Penghormatan Terhadap Rasulullah


Banyak orang yang salah persepsi dalam memahami hakikat memuliakan dan menuhankan. Mereka beranggapan bahwa segala sesuatu yang bersifat memuliakan dengan tendensi yang berlebihan menurut mereka, langsung dikategorikan sebagai menyembah.

Sehingga sikap memuliakan seperti berdiri, mencium tangan serta berdiri dengan penuh ketenangan ketika berada di hadapan makam rosulullah saw., semua itu dianggapnya berlebih-lebihan sehingga diklasifikasikan sebagai wujud tunduk dan patuh kepada selain Allah. Sebenarnya semua ini adalah kebodohan dan kedangkalan pikiran yang tidak mampu menjangkau substansi syariat keislaman yang hakiki. Bukankah Allah swt telah memerintahkan para malaikat dan iblis yang pada waktu itu menjadi penghuni surga untuk bersujud kepada figur manusia dalam diri Nabi Adam yang diciptakan dan dimuliakan oleh Allah sebagai rasa penghormatan dan kemuliaan karena dia telah dianugerahi pengetahuan oleh sang khaliq, serta karena dia telah dipilih olehNya sebagai khalifah di bumiNya?

“dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka” (QS al-Baqoroh; 34)

Dari uraian ayat di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa sujud yang diperintahkan oleh Allah terhadap malaikatNya adalah wujud dari rasa menghormati dan memuliakan saja tanpa sedikitpun rasa penghambaan diri mereka kepada nabi adam dan itu semua tidak menyebabkan adanya kekufuran dalam arti menyembah kepada selain Allah. Seandainya itu semua menyebabkan kemusyrikan niscaya Allah tiak memerintahkan semua itu. Karena itu akan menyebabkan kekurangan dalam konteks Ketuhanan Allah serta merupakan sesuatu perkara yang mustahil jika Allah memerintahkan sesuatu dia sendiri tidak meridhoinya.

Adapun ajaran untuk memuliakan dan mengagungkan orang-orang yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Sang Khaliq sangatlah banyak dan semua itu tercantum dalam beberapa ayat dan hadis-hadis nabi muhammad saw.

Bahkan Allah memperingatkan manusia akan kemurkaannya terhadap orang yang mengganggu hambanya yang mempunyai derajat terhormat di sisinya dengan peringatan yang sangat keras, maka patutlah bagi seluruh manusia untuk menjaga diri dari hal-hal yang dimurkai Allah dengan memperhatikan setiap tindak tanduk dan selalu menjaga kemuliaan dirinya dengan adab yang bagus dan mulia.

Ka’bah yang Agung, Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim (Hijr Ismail), termasuk hal-hal yang berhak mendapat penghormatan karena kedudukan istimewa di sisiNya. Mereka semua hanyalah bebatuan tak bernyawa dan tak berjasa. Akan tetapi lihatlah, allah telah menyuruh kita untuk mengagungkannya dengan Thawaf mengelilingi Ka’bah, Mencium Hajar Aswad seperti yang pernah dilakukan Rasulullah dan perintah shalat di sisi Maqom Ibrohim. Itu semua tidak mengindikasikan kemusyrikan karena tidaklah itu dilakukan kecuali karena perintah Allah, bukan karena mereka yang memberi manfaat atau madharat, hanya Allah lah yang bisa mendatangkan keduanya.
Baca Selengkapnya...

27 Juli 2011

Gugatan Penerapan Syariat Islam Aceh, Ujian Relevansi Syari’at dan Pluralitas Pancasila


Ahad 22 Mei 2011, Amnesty International (AI) –sebuah lembaga Internasional di bidang hukum-, meminta Pemerintah Indonesia mencabut hukuman cambuk yang diberlakukan di Daerah Istimewa Nangroe Aceh Darussalam. Permintaan itu didasari oleh peningkatan penggunaan hukum cambuk di Serambi Mekkah tersebut. Sam Zarifi, Direktur Asia Pasifik Amnesty International, menyatakan “It seems that Aceh’s authorities are increasingly resorting to public caning in violation of international law”, “Tampaknya otoritas berwenang di Aceh semakin meningkatkan penggunaan hukum cambuk yang melanggar hukum internasional”.

Sam juga menuturkan, korban cambuk mengalami rasa sakit, takut, malu, dan bisa membuat cedera jangka panjang atau permanen. "Pemerintah Indonesia harus menghentikan ini, yang termasuk perilaku kejam, tidak manusiawi, merendahkan, dan sering termasuk dalam penyiksaan,” ujarnya. (http://www.amnesty.org/en)

Amnesty juga menilai, hukuman cambuk melanggar Konvensi PBB Melawan Penyiksaan, yang telah diratifikasi Indonesia sejak 1998. Komite Melawan Penyiksaan juga telah mengajukan kekhawatiran soal tak dijaminnya hak-hak dasar orang-orang yang ditahan berdasarkan qanun (hukum syariah) Aceh. Termasuk hak atas bantuan hukum, dan mereka sering mengalami praduga bersalah. Masih menurut mereka, proses desentralisasi di Indonesia dan otonomi daerah seharusnya tentang memberdayakan penduduk setempat, dan tidak harus datang dengan mengorbankan hak asasi mereka.

Bukan Yang Pertama

Sejak Aceh memproklamirkan sebagai “negeri syariat” pada tahun 2001, berbagai rintangan dan tantangan terus menghadang. Berbagai serangan dan gugatan dialamatkan kepada penerapan syariat Islam di Aceh, baik datangnya dari pihak luar (non muslim) maupun dari pihak dalam (muslim sekuler).

Pada akhir tahun 2010 Human Rights Watch (HRW) pun pernah melakukan hal yang sama terhadap penerapan Syariat Islam di Aceh. Dalam laporannya yang berjudul “Menegakkan Moralitas: Pelanggaran dan Penerapan Syariah di Aceh Indonesia,” menyebut, dua aturan Perda Syariah mengenai larangan khalwat serta aturan mengenai busana Muslim, pada pelaksanaanya telah melanggar HAM dan konstitusi Indonesia.

Dalam konferensi pers pada Rabu (1/12/2010) HRW memuat berbagai pengalaman masyarakat Aceh yang pernah dituduh melakukan pelanggaran atas Perda Syariah. Dalam rekomendasinya Human Rights Watch mendesak pemerintah lokal di Aceh dan pemerintah pusat Indonesia agar mencabut kedua aturan tersebut. Sejak masih dalam draft, perda yang sering disebut terinspirasi oleh syariah itu telah mendapat kecaman dari para aktivis liberal dan sekuler dengan mengusung ide hak asasi manusia (HAM). Aturan ini dianggap terlalu multitafsir dan berpotensi melanggar hak asasi, terutama terhadap perempuan.

Apa yang dilakukan Amnesty International dan Human Right Watch sesungguhnya adalah “serangan terhadap ajaran Islam”. Kewajiban hukum cambuk, memakai busana muslimah dan larangan berkholwat dikenal merupakan bagian syariat Islam. Maksud dari serangan ini adalah untuk memberikan gambaran buruk dari syariah Islam.

Serangan sistematis ini sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan The Rand Corporation tentang beberapa ide yang harus terus-menerus diangkat untuk menjelekkan citra Islam. Antara lain perihal pelanggaran demokrasi dan HAM dalam praktik poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, isu minoritas, pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul istri. (lihat Civil Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, The Rand Corporation, halaman 1-24).

Kalau AI dan HRW benar-benar jujur, sangat mengherankan AI dan HRW tidak kritis terhadap tindakan Densus 88 yang seringkali menerapkan tembak di tempat tanpa mengindahkan asas praduga tak bersalah yang mereka junjung tinggi dalam global war on terrorist (GWOT).

Berkaitan dengan hal ini, al-Quran telah mengingatkan kita terhadap pihak-pihak yang tidak rela dan senang dengan syariat Islam untuk selama-lamanya (QS. 2 : 120). Perasaan tidak suka terhadap syariat Islam juga telah merasuk ke dalam sanubari orang Islam sekuler dan liberal yang justru ingin mengobok-obok agamanya sendiri.

Maksud dan Tujuan Syariat Islam


Secara keseluruhan, maksud dan tujuan diturunkan syariat Islam adalah untuk mendatangkan kemaslahatan dan sekaligus menolak kemudharatan dalam kehidupan umat manusia. Konsep ini dikenal dengan sebutan maqashid syar’iah. Maqashid Syari’ah berarti tujuan dalam merumuskan hukum-hukum Islam. Tujuan ini dapat ditelusuri dalam ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw sebagai alasan logis bagi rumusan suatu hukum yaang berorientasi kepada kemaslahatan umat manusia.

Dalam kitabnya al-Mustashfa, Imam al-Ghazali menjelaskan konsep maqashid syariah. Menurutnya, tujuan syara’ yang berhubungan dengan makhluk ada lima, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta mereka. Maka, setiap hal yang mengandung upaya menjaga lima perkara pokok yang disebut juga dengan ad-dharuriyyat al-khams adalah maslahat. Sebaliknya, setiap hal yang tidak mengandung lima perkara pokok tersebut adalah mafsadah, dan mencegahnya termasuk maslahat.

Untuk menjaga kemaslahatan al-dharuriyat al-khams, Islam menggariskan sanksi (uqubat) yang cukup tegas, yaitu hukuman hudud, qishash dan ta’zir demi menciptakan kemaslahatan publik dan menolak kemudharatan. Hukuman murtad (hadd ar-riddah) yaitu dibunuh, bertujuan untuk menjaga kemaslahatan agama, agar orang tidak mempermainkan agama dengan seenaknya. Hukuman minum minuman keras (hadd al-khamr) yaitu cambuk empat puluh kali bertujuan untuk menjaga akal agar tetap baik dan sehat. Hukuman zina (hadd az-zina) yaitu seratus kali cambuk bagi yang belum kawin (ghair muhshan) dan rajam bagi yang sudah kawin (muhshan) bertujuan untuk menjaga nasab, kehancuran moral dan menghindar dari penyakit yang berbahaya. Hukuman tuduhan berzina (hadd al-qadzf) yaitu dicambuk delapan puluh kali bertujuan untuk menjaga nama baik dan harga diri. Hukuman pencurian (hadd as-sariqah) yang mencapai angka tertentu, yaitu potong tangan bertujuan untuk menjaga harta. Dan hukuman pembunuhan dan penganiayaan yaitu qishas (dibunuh atau dianiaya pula) bertujuan untuk melindungi nyawa manusia.

Satu hal yang tidak diketahui banyak orang adalah, bermacam hukuman tersebut tidak serta merta dijatuhkan atas pelaku kriminal dengan asas praduga bersalah. Penjatuhan vonis dilakukan setelah melalui proses hukum yang ketat seperti adanya saksi mata, bukti nyata dan pertimbangan hakim. Saking ketatnya syarat yang harus dilalui, hingga kini belum ada satupun pelaku kriminal yang dihukum rajam atau cambuk karena terbukti secara hukum Islam pernah melakukan perzinahan.

Pancasila, Ideologi Bangsa Multikultural


Para pengkritik Syariat Islam Aceh berdalih bahwa pemberlakuan Perda yang berjalan di Daerah Istimewa Aceh sejak 2001 tersebut melanggar hak asasi manusia juga melanggar konstitusi Indonesia, tapi benarkah? Sejak dimulainya Era Reformasi yang ditandai dengan kembalinya kebebasan pers hingga kini, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memang masih mengundang pro dan kontra. Lima Sila (asas) yang merupakan dasar yang dipilih menjadi landasan konstitusi Indonesia sesungguhnya bukan pandangan hidup menurut Islam, sehingga perlu ditafsir secara Islam seperti yang diinginkan penggagas pembentukan Pancasila yang salah seorang di antaranya adalah K.H. Wahid Hasyim.

Roeslan Abdulgani (1976), pernah mengatakan bahwa secara politis Pancasila merupakan lambang rekonsiliasi nasional. Sedangkan arus sentral rekonsiliasi itu menurut Roeslan adalah nasionalisme. “Lima Asas (dalam sidang Badan Persiapan Kemerdekaan pada bulan Juni 1945) yang dikemukakan Soekarno adalah nasionalisme, internasionalisme atau kemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan last but not least – terakhir tetapi bukan tidak penting – ialah kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa”, kata Roeslan.

Ideologi Pancasila awalnya adalah sistem filsafat dasar yang menjadi landasan Kemerdekaan Indonesia. Soekarno –pencetus Pancasila, mempresentasikan Pancasila dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 yang diperingati sebagai Hari Pancasila, sebagai asas (philosofische grondslag) yang menjadi pijakan untuk bangsa Indonesia memulai kemerdekaannya. Di hadapan sidang yang akan menentukan nasib Indonesia, ia mengatakan akan menjadikan Pancasila sebagai Weltanschauung (pandangan hidup, bhs. Jerman) Indonesia. Sebagaimana masing-masing negara dengan asas yang berbeda-beda, seperti Rusia dengan Marxistische, Historisch-Materialistische (Marxisme-sosialis), Jepang dengan Tenno Koodoo Seishinnya, Saudi Arabia– bahkan di atas satu dasar agama – yaitu dengan Islam dan Jerman dengan National-sozialistische (Nasional-sosialisme). Pancasila diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu keanekaragaman rakyat Indonesia di bawah satu Negara. Pada akhirnya, ia pun terbukti berhasil meredam luasnya wilayah Indonesia dengan jutaan perbedaan tanpa melalui penaklukan angkat senjata.

Akan tetapi ideologi Pancasila, pasca reformasi menambah keruh pro-kontra dalam internal umat Islam. Bagi aktivis Islam Liberal, Pancasila ditumpangi sebagai pintu masuk ide-ide sekularisme dan pluralisme. Sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa, kata aktivis liberal bukan bermakna Tauhid, tapi sekuler. Seperti dalam buku “Esai-Esai Pemikiran Moh. Shofan dan Refleksi Kritis Kaum Pluralis” (halaman.180), yang menyatakan Pancasila secara filosofis mengandung kebebasan berkeyakinan dan menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kebebasan di sini berarti bahwa keputusan beragama dan beribadah diletakkan pada tingkat individu tidak terkait dengan campur tangan Negara.

Semangat mengegolkan nilai-nilai sekularisme ini sebenarnya tidak hanya dimulai pada saat ini, pada awal-awal penetapan Pancasila sebagai asas Negara juga terjadi perdebatan hebat antara nasionalis-sekuler dengan golongan Islam. Sila pertama Pancasila sebenarnya sebelum diubah seperti yang sekarang adalah hal terbaik bagi umat Islam, yakni hak penerapan syari’at islam bagi pemeluknya.

22 Juni 1945, semua pihak sepakat terhadap Dasar Negara Indonesia yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Poin penting bagi umat Islam dalam Piagam Jakarta tersebut adalah sila pertama Pancasila yang berbunyi: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Namun, meski telah disepakati, tokoh dari pihak Kristen mengkritik sila pertama tersebut dan mengusulkan agar diganti karena akan merugikan pihak Kristen dan kaum adat.

Perselisihan tajam antara dua pemangku kepentingan agama besar Indonesia yang tak bisa dikompromikan memunculkan kekhawatiran akan disintegrasi dan perpecahan di tubuh bangsa yang belum lagi menemukan jati dirinya. Win-win solution pun diambil. Sila pertama Pancasila yang berisi kewenangan menjalani syari’at Islam pun diubah menjadi lebih plural atau majemuk. Bunyinya adalah: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kegagalan pihak Islam tersebut membuka peluang kaum sekuler untuk memasukkan ide-idenya dalam negara Indonesia. Hal itu pula lah yang membuat Kartosoewirjo yang juga rekan Soekarno ‘berguru’ kepada H.O.S. Tjokroaminoto, merasa kecewa, memberontak dan datang dengan konsep ‘Negara Islam Indonesia’nya (baca: Negara Islam Indonesia, Mimpi Muslim Nusantara, El-Bashiroh, Vol. 8 No. 2). Imbasnya pun dapat dirasakan oleh umat Islam hingga saat ini.

Menyikapi ideologi Pancasila seperti sekarang, bukan berarti Pancasila sudah mewakili seluruh ajaran Islam, ia hanya sebagian kecil dari sekian banyak ajaran Islam. Sejak dihapuskannya tujuh kata dalam sila pertama, Pancasila telah kehilangan ruh Islamnya, disebabkan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya telah diganti.

Memang para penggagas Pancasila ingin dasar negara Indonesia lebih Islami, tidak tercampur dengan ide-ide sekuler seperti sekarang ini. Maka tugas kita, dalam posisi umat Islam seperti sekarang ada dua, pertama membuang penafsiran yang sekuler, dan yang kedua mengislamkan Pancasila dan mengemas Pancasila dengan rumusan yang bermuatan nilai-nilai Islam, sebab itu adalah hak umat Islam Indonesia yang legal.

Amiruddin Fahmi
dari berbagai sumber
Baca Selengkapnya...

16 Juni 2011

Kenapa Harus Menangis


Menangis adalah ekspresi dari emosi yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan. Hal ini dipicu karena air mata yang keluar saat menangis mengandung zat mangan dan hormon prolaktin yang cenderung meningkat ketika seseorang dilanda frustrasi/depresi. Keluarnya kedua zat tersebut dari tubuh secara otomatis menurunkan depresi yang tengah diderita.

Ada 3 jenis air mata. Pertama, air mata basal yang diproduksi untuk melubrikasi mata secara teratur. Kedua adalah air mata yang keluar secara refleks karena dipicu oleh iritasi yang dapat terjadi oleh pengaruh bawang atau lainnya. Yang ketiga adalah air mata yang keluar karena pengaruh emosi. Jenis air mata terakhir inilah yang memiliki zat mangan dan hormon prolaktin tertinggi. Jadi, ketika seseorang menangis karena emosi yang melanda dirinya, keluarnya air mata tersebut secara naluriah mengurangi perasaan depresi yang ada hingga tubuh mencapai kondisi stabil.

Ada beberapa alasan manusia untuk menangis:
1. Menangis karena kasih sayang dan kelembutan hati.
2. Menangis karena rasa takut.
3. Menangis karena cinta.
4. Menangis karena gembira.
5. Menangis karena menghadapi penderitaan.
6. Menangis karena terlalu sedih.
7. Menangis karena terasa hina dan lemah.
8. Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.
9. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.

Menangis mempunyai manfaat juga loh. menangis bukan untuk memperlihatkan kelemahan. berikut manfaat menangis

1. Membantu Penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan “lisozom”yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-2 yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-2 yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan Mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albuminyang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. mengeluarkan Racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi Strees
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu “endorphin leucine-enkaphalin” dan “prolactin.”
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-2 yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun Komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-2′nya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan Perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun kamu didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena kamu bisa menangis meledak-ledak.
Setelah anda menangis ternyata beban mental yang anda rasakan sedikit berkurang. Otot-otot mulai sedikit kendor dan mengalami rileksasi. Aliran darah juga mulai lancar. Artinya menangis bikin kondisi kita lebih sehat. Bahkan setelah seseorang mengis, dia bisa tertidur pulas.
saat kita menahan agar tidak menangis. Kondisi tubuh saat itu lebih tegang otot-otot mengeras, aliran darah seakan tersumbat. Jantung berdetak lebih cepat. Kondisi jiwa terasa tertekan. Semakin menahan tangis semakin tertekan.

8. Minta tolong
Tak semua hal bisa diungkapkan lewat kata-kata. Demikian juga saat kita sedang membutuhkan bantuan orang lain. Saat air mata mengalir, ini bisa jadi tanda Anda butuh dibantu. Tangisan juga kerap menimbulkan rasa iba orang lain.

9. Meredakan sakit
Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menunjukkan, orang yang lebih sering menangis lebih jarang mengalami sakit encok. Para ahli menduga hal itu berkaitan dengan dikeluarkannya hormon endorphins atau hormon antisakit saat kita menangis.

10. Lebih kuat
Selama dan setelah menangis kita akan menarik napas dalam sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat. Hal ini akan membuat mental dan fisik terasa lebih kuat.

sumber :
http://ariepinoci.blogdetik.com/2010/02/01/7-manfaat-menangis-buat-kesehatan/
http://bchree.wordpress.com/2010/12/05/manfaat-menangis/
http://www.enformasi.com/2010/05/manfaat-tertawa-menangis-dan-marah.html

AmiruddinFahmi
Baca Selengkapnya...

05 Juni 2011

Manfaat Kopi Kafein: Zat Perangsang Paling Disukai Pelejit Konsentrasi Pemompa Memori


Pada abad ke-3 M, di Ethiopia hiduplah seorang gembala kambing bernama Kaldi. Suatu malam, kambing-kambingnya hilang. Keesokan paginya ia menemukan kambing-kambingnya terlihat gembira, bergerak lincah di dekat pohon berdaun berdaun gelap berbuah merah. Penasaran, Kaldi ikut-ikutan mengunyah buah itu. Segera ia merasa lebih berenergi. Ia pun menduga perilaku kambingnya yang aneh itu disebabkan biji yang kemudian dikenal sebagai kopi.

Kopi dengan kandungan kafeinnya (1,3,7-trimethylxanthine) adalah senyawa kimia yang seringkali digolongkan sebagai stimulan (zat perangsang) sistem saraf pusat dalam otak. Selain kopi, kafein secara alami terdapat dalam berbagai jenis bahan makanan seperti teh dan kakao (Ramachandran, 2002). Kafein sendiri merupakan stimulan yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk dunia. Fungsinya adalah merangsang sistem saraf pusat dalam otak sehingga mampu meningkatkan keterjagaan dan kewaspadaan (Bodde, 2008).

Bagaimana Pengaruh Kafein?
Penelitian yang dilakukan Ruxton (2008) terhadap berbagai studi tentang kafein selama 15 tahun terakhir menunjukkan bahwa ketika seseorang mengkonsumsi kafein sebanyak 38-400 mg (setara dengan 1-8 cangkir teh atau ⅓-4 cangkir kopi) per hari, maka kinerja fisik dan fungsi-fungsi yang berhubungan dengan otak meningkat, khususnya keterjagaan dan kewaspadaan. Selain itu, mood persepsi terhadap kelelahan juga berubah. Namun jika melebihi dosis tersebut, maka akan terjadi peningkatan resiko munculnya dehidrasi (kekurangan cairan), kecemasan, sakit kepala, dan gangguan tidur. Sementara peneliti lain, Revelle (dalam Bodde, 2008), percaya bahwa kafein dapat mempengaruhi pemrosesan informasi dalam otak kita, namun belum ditentukan komponen atau tahap pemrosesan informasi apa yang dipengaruhi. Kafein juga diklaim mampu meningkatkan performa memori dan menurunkan tingkat kesalahan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan proses berpikir (Hogervost dkk., 1998).
Berbagai efek kafein ini tergantung pada usia. Penelitian yang dilakukan oleh Rees dkk (1999) menunjukkan bahwa kafein lebih dapat meningkatkan kewaspadaan dan performa psikomotor pada kelompok subjek yang berusia 50-65 tahun dibanding kelompok subjek berusia 20-25 tahun.
Selain itu, kafein menghasilkan efek pengenduran otot-otot halus (oleh karenanya kafein dipakai dalam pengobatan asma karena mampu mengendurkan otot-otot halus bronchi), dan meningkatkan produksi urin, meskipun mekanisme kafein dalam peningkatan produksi urin belum diketahui dengan jelas (Sadock and Sadock, 2000).

Berapa Lama Pengaruh Kafein?

Kafein sangat mudah larut, sehingga dapat masuk ke dalam aliran darah di otak dengan sangat cepat. Pada penelitian terhadap binatang, obat-obatan dapat mencapai otak hanya dalam hitungan menit setelah diberikan. Kafein akan mempengaruhi keadaan otak paling cepat selama satu jam, dan perlahan-lahan normal kembali dalam waktu 3-4 jam atau lebih lama. Daerah yang berperan dalam proses tidur, mood, dan konsentrasi menunjukkan peningkatan aktivitas pada pemberian kafein dengan dosis rendah, dan peningkatan ini merupakan tanda adanya peningkatan kewaspadaan secara umum. Hal seperti ini memang dilaporkan oleh responden setelah pemberian kafein. Partisipan dalam sebuah penelitian melaporkan bahwa kafein dalam dosis sedang membuat mereka lebih waspada, lebih siaga, dan meningkatkan perhatian (Ryan dkk., 2001).

Berapa Sebaiknya Mengkonsumsi Kafein?

Kafein paling banyak terdapat dalam kopi. Dua jenis kopi yang paling utama adalah Arabika dan Robusta.
Secangkir kopi Arabika 150 ml mengandung 71-120 mg kafein, sedangkan pada kopi Robusta, kandungan kafein mencapai 131-220 mg per cangkir. Bahan makanan lain yang juga mengandung kafein adalah teh, cola, dan coklat. Kandungan kafein dalam kopi mencapai 71-220 mg/150 ml, dalam teh mencapai 32-42 mg/150 ml, dalam cola mencapai 32-70 mg/330 ml, dan dalam coklat mencapai 4 mg/150 ml. Di Amerika, konsumsi kafein umumnya sebesar 76 mg/orang/hari namun dapat mencapai 210-238 mg/orang/hari.
Efek kafein akan terlihat setelah seseorang mengkonsumsi kafein dalam dosis rendah hingga sedang (50-300 mg). Pada dosis ini akan terjadi peningkatan kewaspadaan, energi, dan kemampuan konsentrasi. Sebaliknya, kafein yang diberikan melebihi dosis tersebut akan memicu timbulnya pengaruh negatif seperti kecemasan, sulit istirahat, insomnia, dan peningkatan denyut jantung (Chawla, 2006).

By : Abdurrahman, S.Psi.


DAFTAR RUJUKAN:
Bodde, Brandy L. (2008). The Effects of Caffeine and Sugar on The Memorization of Word Lists. Missouri Western State University.
Chawla MD, Jasvinder. (2006). Neurologic Effects of Caffeine. (www.emedicine.com).
Hogervost, E. W. J. Riedel. J. A. J. Schmitt, and J. Jolles. 1998. Caffeine Improves Memory Performance During Distraction in Middle-Aged, But Not in Young or Old Subject. Psychopharmacology, 13:27-284.
Ramachandran, V.S. (2002). Encyclopedia of The Human Brain Vol. 4. New York: Academic Press, Inc.
Rees, Katy, David Allen, and Malcolm Lader. 1999. The Influence of Age and Caffeine on Psychomotor and Cognitive Function. Psychopharmacology, 145:81-182.
Ruxton, C.H.S. (2008). The Impact of Caffeine on Mood, Cognitive Function, Performance, and Hydration: A Review of Benefits and Risks. Nutrition Bulletin, 33:15-25.
Ryan dkk, Lee. (2001). Caffeine Reduces Time-of-Day Effect on Memory Performance in Older Adult. Psychological Science: A Journal of the American Psychological Society, No.1, Januari 2002, 13:8-71.
Sadock, Benjamin J. and Virginia A. Sadock. (2000). Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry 7th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Publishers.
Baca Selengkapnya...

Karakter Babi Paksa Al-Quran Turun Tangan


Bunyi QS an-nahl 115 inilah salah satu dari empat ayat yang mengharamkan babi. Memunculkan sebuah pertanyaan, apa yang membuatnya menjadi satu-satunya hewan yang begitu spesial hingga "nash" keharamannya turun langsung dari Allah, melalui Malaikat Jibril, kepada Nabi Muhammad dan termaktub dalam al-Quran, sebuah landasan hukum tertinggi dalam Islam, yang berarti tidak menyisakan ruang khilaf.

Sebuah Fakta
Medio bulan April 2009, masyarakat dunia disibukkan oleh fenomena munculnya sebuah virus baru yang berawal dari Meksiko, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban meninggal dan hingga berita ini ditulis sudah menjangkiti 98 ribu penderita dengan lebih dari 700 kasus berujung kematian pada ratusan negara di berbagai belahan dunia (Jawa Pos, 24 Juli 2009 mengutip dari WHO) dan berpotensi terus mengganas karena belum sepenuhnya terkendali. Ya, mereka menyebutnya flu babi atau swine influenza. Sebuah virus influenza A dengan subtipe H1NI Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi dengan karakteristik yang hampir sama dengan Spanis Flu (flu Spanyol).
Flu Babi atau Swine Flu/Influenza adalah penyakit saluran pernafasan pada babi, yang disebabkan virus influenza jenis A. Para peneliti dari WHO menyimpulkan bahwa babi merupakan tempat berbagai virus flu berkumpul. Baik yang menyerang babi itu sendiri, unggas, hewan lain maupun manusia. Berawal dari babi, virus ini menulari konsumen babi, lalu menular antar manusia. Gejalanya mirip dengan influenza seperti demam, batuk, pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan dan sesak napas yang disertai mual, muntah dan diare
“Dalam tubuh babi-lah aneka virus tersebut bertemu dan bermutasi hingga akhirnya mengeluarkan virus baru yang mengandung material pendukungnya dengan sifat yang baru pula,” ujar peneliti dari Pusat Penyakit Tropis, CA Nidom. Menurutnya tubuh babi merupakan wahana pencampur (mixing vessel) atau tempat bertemu dan bermutasinya berbagai jenis virus tersebut yang kemudian bercampur dan menghasilkan virus baru dengan karakter baru. Babi telah lama ditengarai sebagai tempat perindukan yang baik untuk mencampur berbagai jenis virus dari sekelilingnya.
Ada beberapa hal yang membuat para peneliti kesehatan di seluruh dunia merasa kuatir hingga menetapkannya sebagai wabah global alias fase ke 6 bahaya pandemi suatu penyakit. Pertama, kasus-kasus fatal yang terjadi secara serentak hanya dalam kurun waktu beberapa minggu saja, telah menyebar melalui penularan antar manusia pada kelompok muda yang secara biologis cukup kuat terhadap kejadian influenza biasa. Kalau kematian terjadi pada kelompok ini, jelas saja kelompok yang lebih rentan yaitu anak-anak dan orang lanjut usia akan mudah mengalami kasus fatal. Kedua, kasus ini mengingatkan para pakar kesehatan pada riwayat penyakit flu Spanyol. Virus penyebab kematian massal manusia pada tahun 1918-1919 itu juga adalah H1N1, dengan karakteristik yang hampir sama dengan yang terjadi sekarang yaitu menimpa kelompok usia muda. Waktu itu sekitar 40 juta orang, bahkan diperkirakan lebih, meninggal dalam serangan pandemi influenza yang terjadi dalam tiga gelombang itu. Kalau kejadian ini terulang kembali, dan menyebar dengan cepat sebagaimana pernah terjadi sembilan dekade silam itu, maka jutaan orang akan bisa kehilangan nyawa dalam sekejap mata. Dan itu bisa berarti bencana kesehatan yang sangat mengerikan.
Melihat rentetan kejadian serangan influenza flu babi yang secara sporadis terjadi, bukan tidak mungkin bahwa pandemi influenza memang sudah di depan mata. Mutasi, rangkaian serangan, dan keganasan virus yang semakin terlihat dengan jelas dalam beberapa kejadian kasus kematian pada manusia sebelumnya, bukan mustahil menjadi pertanda bahwa influenza akan segera menjadi “pembunuh” dahsyat dalam beberapa waktu ke depan.
Babi adalah tokoh utama dalam kemunculan virus yang sangat cepat menular dan 26 Juni lalu telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi dunia (wabah global seperti flu Spanyol) ini karena hanya dalam hitungan hari, virus ini telah menyebar di lima benua. Tubuhnyalah media bagi aneka virus flu bermutasi dan menjadi virus baru yang jauh lebih ganas. Tak heran Allah mengharamkannya langsung lewat al-Quran. Di Meksiko, virus ini telah menjangkiti 3352 penderita dengan 159 kasus kematian. 389 kasus di Amerika dengan puluhan korban tewas. 129 kasus di Jepang memaksa mereka meliburkan lebih dari dua ribu sekolahnya. Kosta Rika dan negara-negara lain di antaranya, Argentina, Australia, Austria, Brazil, China, Kolombia, Kuba, Denmark, El Salvador, Finlandia, Perancis, Jerman, Guatemala, Irlandia, Israel, Italia, Belanda, New Zealand, Norwegia, Panama, Polandia, Republik Korea, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, dan Inggris.
Investigasi sementara menunjukkan bahwa virus penyebab flu babi ini adalah H1N1, tipe yang sesungguhnya tidak terlalu parah dibandingkan dengan virus H5N1 yang menyebabkan flu burung. Dengan angka kematian yang sekarang ini “hanya” berkisar kurang dari 10 persen dibandingkan dengan seluruh penderitanya, flu babi jelas bukan apa-apa. Namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) merespon kasus ini dengan serius dan sigap. Kenaikan status bahaya pandemi sampai pada level 6, menunjukkan dunia mencium bahaya dan tidak bermain-main menyikapi flu babi.

Validitas Al-Quran sebagai Kitab Samawi

Dalam syariat Islam, babi termasuk hewan yang haram dikonsumsi. Melalui beberapa ayat dalam al-Quran Allah mengharamkan babi, bangkai dan darah sekaligus. Dan tidaklah Allah mengharamkan kecuali yang buruk dan tidak baik,
"ويُحِل لهم الطيبات ويُحرِمُ عليهم الخبَائِث".
Ayat ini mengimplikasikan “haramnya semua yang buruk (khabits)” dan “semua yang diharamkan adalah buruk dan tidak baik”.
Keistimewaan yang dimiliki hewan rakus dan jorok ini hingga membuatnya menjadi satu-satunya hewan yang Nash keharamannya turun langsung dari Allah, melalui Malaikat Jibril, kepada Nabi Muhammad dan termaktub dalam al-Quran, sebuah landasan hukum tertinggi dalam Islam, yang berarti tidak menyisakan ruang khilaf dan mengisyaratkan bahwa Allah menginginkan semua orang Islam di seluruh dunia dalam kondisi normal (bukan darurat) tidak mengkonsumsi hewan yang dikenal jorok dan sangat rakus ini.
Apalagi jika ditambah status hewan ini sebagai najis mughalladzah (kategori berat), membuat muslim yang ingin menyentuhnya harus berpikir lagi. Kontak langsung dengan babi akan mengharuskannya dibasuh tujuh kali dan lain sebagainya, membuat orang berpikir kenapa najis babi mendapatkan perlakuan lain dari hewan lainnya.
Mungkin bagi segelintir orang, perlakuan Islam terhadap hewan yang sangat rakus dan jorok ini seperti sebuah vonis yang tidak berpijak pada teori ilmiah atau kedokteran dan hanya ta’abbudi mutlak.
Kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat dalam waktu yang relatif singkat membantu kita umat Islam menyingkap sebuah fakta yang belum terkuak 14 abad silam. Pengharaman konsumsi babi lebih dari satu millennium yang lalu ternyata bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Di dalam tubuh babi terdapat 9 jenis cacing babi berbahaya, di antaranya cacing pita (Taenia Solium) yang sudah terkenal, tumbuh di usus manusia dan bisa mencapai 10 kaki. Dan dalam tingkat akut, cacing ini bisa menyebabkan penyakit mematikan. Cacing Trichinila Spiralis. Dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru dan jantung, dan daerah-daerah lain di tubuh. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berujung kematian. Cacing Schistosoma Japonicum. Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang terkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini berkembang sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20000 telur, dapat membakar kulit, lambung dan hati, terkadang menyerang otak dan saraf tulang belakang, bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Selain itu. kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit melalui kontak langsung dengan kulitnya. TBC, cacar (small pox), dan gatal-gatal (scabies) hanyalah sedikit dari penyakit yang dapat muncul gara-gara menyentuh babi. Apalagi kasus terbaru membuktikan bahwa tubuh babi adalah media yang memungkinkan aneka virus flu bermutasi menjadi virus baru yang lebih ganas seperti yang sekarang kita saksikan. Mereka lupa bahwa untuk menemukan cacing pita saja manusia membutuhkan waktu berabad-abad dan entah apa lagi penyakit yang akan ditimbulkan dari hewan ini.
Pemaparan di atas sedikit banyak sudah cukup memberikan jawaban kenapa kita harus bersyukur dijauhkan dari babi. Inilah sedikit dari misteri cara kerja tuhan yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Membuat kita umat Islam semakin yakin bahwa dalam setiap hukum syariat dalam Islam pasti terdapat hikmah. Para pendahulu kita dengan keimanan yang kuat, telah lebih dulu meyakini dan berpegang teguh pada seluruh kandungan Al-Quran tanpa harus mengadakan riset terlebih dahulu.
Dan waktu, seiring kemajuan teknologi ibarat sebuah pembuktian mu’jizat al-Quran, yang dulu masih menyisakan polemik dan misteri, firman Allah sang pencipta segalanya yang pasti lebih tahu karakteristik maklukNya, sebagai satu-satunya kitab samawi otentik yang tersisa. Mu’jizat terbesar dan teragung Nabi kita Muhamad saw.
Baca Selengkapnya...