Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

31 Mei 2012

Prof. Dr. Mohammad Baharun: DPR Gila Jika Melegalkan Perkawinan Sejenis



Legalitas perkawinan sejenis telah menjadi agenda jangka panjang LSM yang concern terhadap eksistensi mereka termasuk Komnas Perempuan. Gerakan mereka sudah cukup mengkhawatirkan sehingga memaksa Menteri agama, Suryadharma Ali, melontarkan statement kekhawatiran tentang ancaman dari mereka. Opini yang dilemparkan Suryadharma Ali patut mendapat perhatian serius umat Islam jika tidak ingin potensi legalisasi perkawinan sejenis menjadi nyata di Indonesia. Berikut ini wawancara Amiruddin Fahmi dari majalah El-Bashiroh dengan Prof. Dr. Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional PASIM Bandung yang juga Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di sela kunjungannya ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah 25 April 2012 kemarin.

Legalitas perkawinan sejenis di Indonesia saat ini sedang jadi wacana yang mengemuka. Benarkah hal itu?

Jangankan Islam, agama Katolik, Kristen nggak bisa membenarkan perkawinan sejenis. Kalau itu dilaksanakan maka tunggu azab Allah. Karena apa? Ini sudah merusak sistemnya Allah bahwa perempuan itu untuk lelaki dan lelaki untuk perempuan. “Hunna libasun lakum wa antum libasun lahum”. Kalau sudah begini (akan) merusak sunnatullah dan merusak apa yang didesain oleh Allah.  Saya satu bulan yang lalu ke Eropa. Teman saya itu satu rombongan dari Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) Indonesia bilang begini sama saya, “Muhammad Baharun, saya ndak melihat ada orang Eropa ini, di Brussel waktu itu- rata-rata baik di Brussel maupun daerah lainnya itu tidak melihat ada bayi”. Terus saya bilang, “nah, itu bayi!”. Lha itu bayi apa? Dilihat (ternyata) China bukan Eropa. China bawa bayinya, Jepang bawa bayinya, orang Korea yang tinggal di sini bawa bayinya, orang kulit hitam, Afrika, ada orang Arab lagi, datang bawa anaknya. Seluruh Eropa malah tidak. Jadi apa? Nggak ada perkawinan di sana. Lembaga perkawinan nggak ada. Ini sepuluh dua puluh tahun lagi habis orang Eropa. Menyusut. Kalau bangsa-bangsa lain bertambah, China bertambah sampai satu milyar, Eropa bakal habis. Karena ini, (perkawinan) sejenis. Perempuan nggak ingin kawin, dia ketemu sesama perempuannya, untuk hidup sesama jenisnya. Walaupun tidak dibuat undang-undangnya. Mereka itu sudah mempraktekkan itu.

Menteri Agama, Suryadharma Ali, ketika di Bandung menyampaikan statement berisi kekhawatiran terhadap legalitas perkawinan sejenis yang sedang diperjuangkan LSM pendukung mereka. Apakah benar gerakannya sudah seserius itu?

Nggak. Nggak akan jalan. Itu gila itu. Kalau DPR menyetujui itu, sudah, saya nggak tahu apa yang dilegalkan oleh benaknya orang-orang DPR itu. Ini sudah jelas pelanggaran etika, pelanggaran agama, budaya, segala macam.

Kalau di negara lain seperti Amerika Serikat, Belanda, Kanada, Thailand, perjuangan mereka berhasil. Undang-undang mereka disahkan dan diakui sebagai undang-undang negara.

Ya mereka (negara yang tersebut di atas) tidak beragama. Indonesia beragama. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau di Amerika sudah meng-golkan itu sudah wajar karena negara itu tidak berlandaskan agama. Kalau di Indonesia ini berlandaskan agama. Karena apa? Sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Undang-undang dasar kita itu “Berkat Rahmat Allah”. Lha mau dikemanakan ini? Setiap undang-undang itu selalu menyebut “Berkat Rahmat Allah”. Atas nama Tuhan yang dibawa itu. Sekarang atas nama tuhan apa mungkin pasal-pasal yang di dalam undang-undang itu berlawanan dengan hukum tuhan. Kan nggak mungkin itu.
Jadi memang kita tidak mengingkari di DPR itu banyak LSM-LSM yang dibiayai oleh Barat untuk merusak Indonesia ini. Yang di belakangnya itu pasti zionisme internasional yang tidak menginginkan hukum Islam syariat Islam berlaku di sini. Dilemahkan melalui banyaknya undang-undang yang berbau sekuler. Jadi umat Islam, wakil-wakil umat Islam itu harus bicara.

Berarti, kemungkinan untuk itu (legalitas perkawinan sejenis) nihil di Indonesia?

Usulan-usulan yang secara sporadis kan ada dari mereka itu. ‘Kan sudah mulai ditunjukkan  oleh mereka itu bahwa harus diberi kesempatan orang untuk hal-hal itu dengan alasan Hak Asasi Manusia. Jadi apakah agama itu tidak mengatur hak-hak manusia? ‘Kan mengatur juga. Mengapa harus lewat mereka? Mereka itu berbicara tentang hak asasi manusia kan tidak atas nama agama. Yang harus mereka hormati itu bahwa Indonesia adalah negara beragama. Semua berlandaskan agama. Karena sila pertama itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan mayoritas penduduk itu umat Islam. Jadi harus mendengar suara mayoritas ini. Sebagai representasi dari suara rakyat. Katanya demokrasi, demokrasi itu kan representasi dari suara mayoritas. Mayoritas umat Islam itu orang  beragama. Orang beragama Islam itu menolak sistem seperti itu.

Argumen yang mereka sampaikan, mereka juga menuntut hak sebagaimana pasangan normal lainnya. Mereka tidak mau didiskriminasi.

Tidak boleh seperti itu. Ini penyimpangan. Penyimpangan itu tidak boleh diatur oleh undang-undang. Penyimpangan itu kalau diatur oleh undang-undang, nanti ada anak ga mau kawin sama laki, maunya sama perempuan dan didukung perundang-undangan, kan repot.

Bagaimana sikap MUI sendiri sebagai representasi ulama di dalam pemerintahan menyikapi masalah ini?

Tentu saja kami tegas menolak wacana ini. Hanya saja belum ada RUU di DPR. Dan seluruh komunitas muslim harus tegas menyatakan sikap. Seperti kasus KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender) yang terjadi sekarang ini (rancangan undang-undang ini sekarang sedang dibahas di DPR; red). Kami di DPR secara tegas menolak RUU ini, seluruhnya. Seluruh pasal dalam undang-undang ini kami tolak seluruhnya. Karena substansinya terjadi penyimpangan. Penyimpangan kok didukung. Kebetulan komisi hukum komisi saya. Saya buka ini. Kemarin kami sudah mengutus Neng Zubaidah (Dr. Neng Zubaidah SH. MH, anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat) untuk bicara di Metro TV. Artinya, MUI secara tegas akan menolak jika suatu saat isu ini menjadi RUU. Ya, jelas itu.
Baca Selengkapnya...

Digoyang Isu Legalitas Perkawinan Sejenis



25 April 2012, Menteri Agama, Suryadharma Ali melemparkan opini kepada media massa pada satu kesempatan di Kota Bandung. Dia mengkhawatirkan adanya usaha sekelompok minoritas yang ingin melegalkan pernikahan sesama jenis. Dengan mengatasnamakan Hak Asasi Manusia, kelompok ini mengusung misi mengesahkan hubungan sesama jenis dan mengangkat status relasi mereka menjadi sah di mata hukum setara dengan hubungan suami-istri. Beberapa kalangan mempertanyakan topik yang dilempar Menteri Agama dengan alasan keberadaan kaum homoseksual tidak seberapa besar dan berbahaya. Benarkah analisa tersebut?

Pernikahan sejenis adalah pernikahan secara hukum atau sosial yang diakui antara dua orang dari jenis kelamin biologis yang sama. Masalah ini sebenarnya bukan hal baru dalam perjalana hidup manusia. Siapa rakyat Indonesia yang tidak pernah mendengar nama Ryan? Jika masih lupa, ingatkah anda dengan pelaku pembunuhan sadis yang menghebohkan Indonesia pada tahun 2007 dengan pelaku yang berasal dari Jombang? Ya, Ryan Jombang adalah nama pembunuh berdarah dingin yang tega menghabisi 14 nyawa sekaligus sendirian. Ryan memang bukan orang biasa. Dia adalah salah satu simbol eksistensi kaum penyuka sesama jenis di Indonesia. Baru-baru ini kasus serupa Ryan pun kembali mencuat. Motif dan modusnya pun mirip. Gay yang membantai belasan nyawa hanya karena cemburu kepada pasangan sesama jenisnya. Dua kasus skala nasional ini menyadarkan kita bahwa meski lebih banyak beraksi di “bawah tanah”, eksistensi kaum penyuka sesama jenis ini bukan sekedar bayangan. Mereka benar-benar nyata.

Isu Berskala Global

Beberapa negara telah mengesahkan undang-undang perkawinan sesama jenis dan mengakuinya di mata hukum sebagai hubungan keluarga. Secara sosial penerimaan terhadap mereka menjadi terbantu dengan adanya undang-undang ini. Dari hasil penelusuran pada Wikipedia dan sumber berita terpercaya lainnya, tercatat lebih dari sepuluh negara dunia dan wilayah yuridiksi meresmikan secara hukum pernikahan sejenis. Pengakuan ini berimplikasi pada pemenuhan hak sipil, sosial, moral, isu agama, dan hak politik. Meski sebenarnya masih banyak pertentangan dari berbagai elemen masyarakat dan masalah yang timbul akibat hubungan “pernikahan” aneh ini. Bisa dibayangkan keganjilan situasi rumah tangga tanpa kehadiran sepasang suami-istri yang saling melengkapi, digantikan oleh pasangan sesama jenis.

Negara pertama yang sering disebut surga kaum homo adalah Belanda. Negara ini seringkali menjadi pelarian penyuka sesama jenis untuk melegalkan pernikahan di mata hukum. Meski sesama jenis, tentu saja pasangan ini menginginkan hubungan sakral sebagaimana pasangan normal lain dan itu bisa didapatkan di negeri kincir angin. Warga negara Indonesia tidak luput ambil bagian dalam aksi ini. Tahun 2004 pasangan sesama lelaki dari Solo sempat mendapat sorotan publik nasional terkait ulahnya menikah di Lausden, Belanda.

Sejarah legalitas homoseks bermula di negeri ini. Berawal dari empat pasangan homoseksual berhasil menorehkan sejarah di Amsterdam. 1 April 2001, mereka bersama-sama menjalani prosesi pernikahan sejenis pertama di dunia. Berikutnya, data yang dirilis otoritas Belanda sejak 1 April 2001 sampai 1 Januari 2011 terjadi 14.813 pernikahan homo di Belanda. Rinciannya, 7522 pasangan lesbian dan 7.291 pasangan gay. Sementara 1.078 perceraian homo terjadi.


Atas nama hak asasi manusia, semakin banyak negara di dunia yang turut melegalkan pernikahan sejenis. Inggris mengikuti jejak beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS), untuk melegalkan pernikahan sejenis. Pemerintah Inggris bakal mengganti beberapa kata dalam janji pernikahan agar bersifat netral. Salah satunya mengganti kata 'suami' dan 'istri' menjadi 'pasangan' dan 'partner'.

Seperti dilansir ZeeNews.India, Sabtu (17/3/2012), pasangan sesama jenis di Inggris akan berhak menikah di kantor catatan sipil, atau mengonversi kemitraan di kantor sipil. Beberapa departemen pemerintah dan perusahaan, harus mengubah bentuk resmi mereka untuk istilah yang lebih netral.

Perubahan konstitusi ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Inggris bakal membuat anggaran sendiri dalam menghilangkan istilah dari sistem komputer. Mengubah undang-undang untuk mengizinkan pasangan sesama jenis menikah, bakal menambah biaya untuk departemen pemerintah tertentu, dan lembaga pemerintah daerah. Perubahan itu perlu dilakukan untuk sistem IT, dan proses untuk menghapus referensi pernikahan antara seorang pria dan wanita.

Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia dan Argentina adalah beberapa negara yang telah mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis. Tren memperjuangkan legalitas pernikahan sejenis juga sedang menjangkiti banyak negara dunia sebagaimana terjadi di Indonesia.

Sejak Kaum Sodom

Secara fitrah, manusia sejak awal diciptakan telah dilahirkan berpasangan. Hal ini telah disebutkan jelas dalam ayat Al-Qur’an “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS: Yaasiin ayat 36). Hubungan antar pasangan telah menjadi kebutuhan biologis manusia baik untuk kelangsungan eksistensi spesies manusia sebagai makhluk hidup juga saling melengkapi dengan kepribadian unik antara lelaki dan perempuan. Begitulah adanya hikmah penciptaan Allah yang Maha Sempurna.

Penyimpangan orientasi seksual bukan hal baru dalam perjalanan hidup manusia. Al-Qur’an beberapa kali mengabadikan peristiwa ini di antaranya dalam surat Hud Ayat 82. Bahkan, salah satu adzab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran adalah tentang pemusnahan kaum Nabi Luth. Mereka diadzab Allah karena melakukan praktek homoseksual.

Situs resmi intelektual muslim ternama dari Turki, harunyahya.com melaporkan penelitian arkeologis menyimpulkan, kota Sodom semula berada di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke dalam Laut Mati.

Teori ilmiah kontemporer di Universitas Cambridge menjelaskan, bencana itu dapat terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika. Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan penting, bahwa kaum Luth yang disebutkan Al-Quran memang pernah hidup di masa lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral mereka. Semua bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap dan sesuai benar dengan pemaparan Al Qur’an



Baca Selengkapnya...

18 April 2012

Teknologi Internet, Harus Dijauhi Atau Dihadapi


Seiring dengan perjalanan perkembangan teknologi dunia yang semakin maju di segala lini banyak perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu dampak besar dalam lompatan teknologi (leaf of technology) yang terus melesat adalah dominasi teknologi berbasis informasi yang dikenal dengan Internet. Ya, internet di masa kini sudah menjadi bagian vital kehidupan manusia. Sejak ditemukan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika (US America of Defense) pada tahun 1969, internet yang semula hanya bisa diakses terbatas oleh kalangan tertentu sekarang sudah menjadi konsumsi umum dan diakrabi oleh segenap lapisan masyarakat dunia. Jika dulu internet hanya bisa diakses melalui perangkat komputer, maka saat ini cukup satu gadget kecil seukuran genggaman tangan untuk menjelajahi dunia tanpa batas ini. Sektor publik dan swasta juga mendayagunakan internet untuk operasi mereka.

Teknologi selalu berubah tiap detik. “Technology changes every seconds”. Kalimat yang sangat tepat mengartikan perubahan yang terus terjadi saat ini. Mau tak mau, manusia cenderung ingin menyesuaikan diri dengan perubahan jika tak ingin tertinggal. Internet dengan segala resikonya harus dihadapi sebagai bagian dari kehidupan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak kecil pun telah diperkenalkan untuk mengikuti arus informasi dan perkembangan dunia baik di sekolah maupun komunitasnya. Demikianlah memang realita yang harus diterima.

Perkembangan internet bolehlah diumpamakan sebagai pisau bermata dua. Diakui banyak kalangan bahwa terdapat kekhawatiran besar bagaimana mengarahkan arus besar penggunaan internet yang sangat rentan dan rawan disalahgunakan. Tidak sedikit pemuda dalam usia potensial (baca: pelajar atau mahasiswa) yang membuang banyak waktunya di depan layar komputer dan ponsel tanpa memanfaatkan informasi positif yang dapat diambil. Sebaliknya, mereka justru menghabiskan hari untuk jelajah chatting online, game online, jejaring sosial, bahkan konten “khusus dewasa” yang haram. Memang benar, peranan penting dimiliki internet sebagai penyalur informasi dan komunikasi. Tetapi kemudahan akses internet benar-benar memberikan masalah baru bagi pemerhati pendidikan, khususnya dalam bidang moral dan etika. Internet berpotensi menjadi dalang utama kehancuran akhlak dan moral.

Fenomena Jejaring Sosial

Sejak diluncurkan pertama kali pada Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, facebook telah menjelma menjadi hal paling fenomenal dan bagian fundamental dalam kehidupan manusia. Bagaimana tidak, mari kita lihat data resmi yang dipublikasikan media massa. Tahun 2011 Indonesia sempat menjadi Negara terbesar kedua pengguna facebook di dunia setelah Amerika Serikat. Pada 1 Februari 2012, posisi kedua yang sebelumnya dipegang Indonesia telah berubah. Adalah India, negara dengan jumlah populasi penduduk terbesar kedua di dunia, memiliki 43.497.980 pengguna Facebook. Indonesia yang memiliki jumlah 43.060.360 pengguna Facebook menjadi negara ketiga terbesar di dunia seperti dirilis oleh Inside Facebook. Saling geser antar negara bukan tidak mungkin akan terus berlanjut mengingat dinamika dunia maya dan jumlah pengguna yang terus berkembang.

Satu hal yang patut dicermati dari statistik di atas adalah, facebook benar-benar sudah menjadi bagian hidup masyarakat masa kini terutama pemuda dan pelajar. Facebook beruntung karena tumbuh beriringan dengan perkembangan dunia seluler yang membuat cara terhubung pengguna dengan media menjadi mudah dan sederhana. Angka ini belum diintegrasikan dengan jumlah pengguna situs jejaring sosial lain seperti twitter, mySpace dan banyak microblogging lain yang terus bermunculan.

Banyak sekali ekses yang ditimbulkan oleh ledakan berjejaring sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Di satu sisi, jejaring sosial membuat konektivitas antar pengguna yang terbatas jarak dan waktu seolah terhapus. Berbagi informasi, menjalin silaturrahim, dialog dan diskusi bahkan rapat organisasi pun bisa dikerjakan bersamaan dan mudah melalui media ini. Tidak sedikit pula yang lalu berjodoh dan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Hubungan komunikasi yang dulu serasa tidak mungkin diwujudkan menjadi mudah dan terasa lebih dekat mengenal figur publik. Di sisi lain, potensi negatifnya pun bisa dengan mudah dieksplorasi. Facebook bisa menjadi sarana maksiat yang efektif untuk berhubungan antara lawan jenis. Berawal dari dunia maya berlanjut ke dunia nyata.

Melihat perkembangan internet yang sudah demikian luas dan mudah diakses, agaknya sangat sulit jika bukan mustahil untuk menjauhkan anak sekarang secara mutlak dari internet. Yang mungkin bisa dilakukan adalah pengetatan dan pengawasan pemakaian sesuai fungsi. Barangkali bukan keputusan bijak jika anak sekarang diisolasi sama sekali dari internet. Akan membuatnya tertinggal dari informasi terkini juga pergaulan sosial sesamanya. Memang sepertinya itu adalah tindakan preventif yang kelewat ekstrim. Namun bisa saja itu jadi pilihan jika memang situasi di luar kendali. Semua kembali kepada kesiapan pengguna dalam memahami kegunaan fasilitas ini dengan baik. Jika sama sekali belum siap, solusi terbaik adalah dengan menjauhkannya sama sekali apalagi jika disalahgunakan ke arah akses konten berbau pornografi. Pengawasan aktif mutlak diperlukan sebagai tindak pencegahan. Orangtua, guru dan sekolah harus memberikan bimbingan sesuai kesiapan individu.

Pemerintah merupakan salah satu kunci penting dalam pengendalian jaringan internet. Dengan kekuasaannya pemerintah bertanggung jawab mendidik dan mengawal generasi masyarakat dalam pemanfaatan internet. Beberapa langkah sudah diambil pemerintah selaku pemegang kebijakan. Pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE merupakan beberapa pasal yang mengatur lalu lintas informasi dunia maya. Sebenarnya dalam tindakan antisipatif Indonesia masih kalah berani dari China. China, dengan lebih dari 500 juta pengguna Internet, merupakan pengguna Internet terbesar di dunia. China menetapkan untuk memblokir beberapa Social Networking Sites (SNS) karena ketakutan terhadap stabilitas negara, akibat isu-isu sensitif negara yang diekspos di jejaring sosial. Perusahaan-perusahaan teknologi China kemudian menawarkan teknologi serupa untuk bisa digunakan warga China dan bisa diawasi oleh pemerintah. Positifnya, China juga memblokir konten pornografi dengan penyaringan yang sangat ketat. Keberanian inilah justru tidak dipunyai Indonesia yang notabene adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

04 April 2012

Filosofi Sepakbola Banci, Kunci Sukses Barcelona Era Guardiola (1)


Sepakbola adalah salah satu olahraga terpopuler di seluruh dunia. Hampir seluruh lapisan masyarakat dunia menggandrungi cabang olahraga yang tidak mengenal status sosial ini. Karena pluralitas sepakbola yang tidak mengenal batas dan melewati segala sekat inilah sepakbola bisa dinikmati, diamati dan diterapkan masyarakat dunia. Unity and respect. Batas agama, ras kesukuan, status sosial, kulit putih dan kulit hitam, bahkan jenis kelamin runtuh di hadapan keagungan sepakbola.

Dalam usianya yang sudah melewati rentang masa yang tidak pendek, sepakbola mengenal beragam filosofi yang mewarnai dan memperindah corak permainan serta memanjakan para penikmat sepakbola. Bukan hal baru jika kita membicarakan filosofi sepakbola. Bahkan sudah ada beberapa buku yang secara spesifik mengulas tentang masalah ini. Salah satu filosofi termasyhur adalah Total Football ala Belanda di era Johan Cruyff. Dia sukses merevolusi gaya bermain yang di eranya hanya menonojolkan kualitas fisik. Di bawah rezim kepemimpinannya, Barca dijadikannya penguasa Spanyol sebanyak empat kali berturut-turut pada 1991 hingga 1994. Prestasi tertingginya adalah ketika Barcelona merengkuh Piala Champions dengan mengalahkan Sampdoria yang kala itu diperkuat duo Italia, Gianluca Vialli dan Roberto Mancini, pada 1992. Tanpa dia, tidak akan ada Pep Guardiola atau Messi di muka bumi. Tanpa dia Xavi, Iniesta, dan David Villa hanyalah pemain-pemain sepakbola yang tidak cukup tinggi untuk bermain di kompetisi sepakbola. Rata-rata, mereka hanya mempunyai tinggi 171 cm (www.oktomagazine.com).

Filosofi inilah yang kini dianut oleh Barcelona saat ini di bawah kepemimpinan Pep Guardiola. Barcelona kini sukses menyabet predikat tim terbaik di dunia. Dalam kurun waktu tiga tahun Pep mengoleksi 11 trofi untuk Los Cules. Terakhir adalah Piala Super Spanyol yang mereka rengkuh tahun lalu. Tapi siapa sangka, di balik kesuksesan tersebut ada satu kunci keberhasilan mereka yang semua orang tahu meski tabu untuk menyebutnya secara eksplisit. Filosofi inilah salah satu kunci sukses mereka selain sepakbola indah menyerang ala Johan Cruyff. Ya. Saya menyebutnya Filosofi Sepakbola Banci. Agak berlebihan memang menyebut gaya para pria jantan dari Catalan yang piawai mengolah kulit bundar dan berhasil memukau dunia dengan sebutan menjijikkan seperti “BANCI”. Tapi apa lacur, gaya bermain merekalah yang membuat mereka pantas menyandang gelar memalukan tersebut.

Gaya bermain Los Cules memang sangat indah. Siapa yang tidak kenal Lionel Messi, Xavi atau Andres Iniesta. Nama mereka bergantian menghiasi daftar nominasi pemain terbaik Dunia. Sebenarnya dengan atau tanpa filosofi banci ini sepertinya mereka memang hebat. Tapi tanpa aksi menjatuhkan diri dan merengek atau berpura-pura sakit ini barangkali mereka tidak semudah ini menaklukkan dunia. Belum lagi jika ditambah dugaan konspirasi antara tim dengan UEFA, otoritas sepakbola tertinggi di Eropa. Sudah puluhan kartu kuning atau  bahkan ratusan yang diperoleh Barca berkat kelihaian mereka mempedaya pengadil lapangan dengan mempraktekkan filosofi ini. Laga-laga besar dan penting adalah fokus utama dalam praktek filosofi memalukan ini. Para lelaki sejati menjatuhkan diri dan merengek-rengek meminta perhatian dan belas kasihan wasit? Menipu diri dan menipu dunia?

Sergio Busquets, Dani Alves, David Villa adalah nama-nama yang terkenal dengan aksi divingnya. Nama yang pertama disebut adalah aktor utama keberhasilan filosofi ini. Satu-satunya nama yang harus disorot lebih. Melalui aksinya, kemenangan-kemenangan penting berhasil diraih Barcelona meski pernah juga aksinya belum mampu berbuah kemenangan untuk timya. Ingatkah anda dengan insiden kartu merah yang diterima Thiago Motta pada laga Inter vs Barcelona di semifinal liga Champions 2009-2010? Jika sudah lupa silahkan tengok rekam ulangnya yang bisa anda dapatkan di situs Youtube. Aksi busquet berhasil membuahkan kartu merah atas Motta meski belum mampu membawa Barcelona ke babak selanjutnya. Terakhir adalah pelanggaran berbuah pinalti dalam laga perempat final liga champions melawan AC. Milan. Hanya dengan sedikit kontak dan tarik kaos, sedikit saja dan Busquets sukses membawa kemenangan bagi Barcelona. Tentunya dengan aksi menjatuhkan diri dan merengek yang indah dipandang mata. Banyak pula bukti yang diajukan para penikmat bola untuk menasbihkan filosofi banci ala Barcelona dalam bentuk video. Dengan mudah bisa anda unduh di situs youtube. Cari saja dengan keywords “Barcelona, cheaters, liers, actors”.

Jika tak ingin keindahan sepakbola rusak atau hancur, mari segera kita serukan regulasi atau aksi prihatin terhadap Filosofi Sepakbola Banci ala Barcelona. Jika boleh sedikit berasumsi, saya merasa bahwa filosofi banci ini tak lepas dari kejeniusan seorang Pep Guardiola.

Ulasan oleh: Amiruddin Fahmi, Penikmat Sepakbola

ingin tahu lebih banyak aksi diving busquet? cukup ketik di google search "busquets diving" n binggo! anda bisa lihat sendiri kehebatannya
Baca Selengkapnya...

01 April 2012

Ibnu Taimiyah Dalam Sorotan


Dahulu di zaman Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, semua berpadu di bawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW. Jika terdapat masalah atau terjadi perselisihan pendapat antara para sahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW, dan itulah  yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah  Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Imam Ali bin abi tholib menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik belaka, sementara akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh ibnu Saba’, seorang yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pelopor ideology Saba’iyyah yang identik dengan Syi’ah. Pada waktu itu paham yang paling menyesatkan adalah mereka meyakini bahwa Ali bin Thalib adalah tuhan. Aliran mereka dikenal dengan Khattabiyyah. Para ulama tidak mengatakan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif, sebagaimana pendapat kelompok Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah. Mereka cenderung melaknat Abdullah bin Saba’ yang seorang yahudi. Tentu saja sikap mereka ini dapat dipahami alasannya, yaitu pengakuan mereka akan eksistensi Abdullah bin saba’ secara tidak langsung akan menimbulkan persepsi bahwa ajaran mereka merupakan akulturasi dan asimilasi dengan agama Yahudi (Ashl al-Syi’ah Wa ushuluha hal 17, Abdullah Bin Saba’ Fi nasj al-Khayal).

Setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah semakin membesar, sehingga timbullah bermacam sekte ideologi yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW. Saat itu muslimin terpecah dalam dua kelompok besar, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid’ah atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan turots yang dikerjakan dan diyakini oleh Rasulullah SAW. bersama sahabat-sahabatnya.

Namun pada abad ke 6 hijriyah sekitar tahun 661 hijriyah lahirlah seorang ulama terkemuka pada zamannya ahmad bin abdul halim bin abdus salam bin taimiyah yang lebih popular dengan nama ibnu taimiyah al harroni yang telah menjadi sosok kontroversional diantara para ulama dari berbagai lapisan empat madzhab baik di zamannya maupun ulama yang datang setelahnya dan tak jarang produk pemikirannya pun menjadi ajang polemik diantara ulama terutama yang bekaitan dengan masalah aqidah sehingga beliau sering menikmati kehidupannya di dalam jeruji besi, beliau dalam menyampaikan gagasan-gagasannya tidak hanya menyalahi ulama zamannya bahkan keberanian beliau sampai pada mukholafatul ijma’ (menyalahi ijma’ ulama) hal itu lah yang membuat beliau berada dalam buruan para ulama.

Produk pemikiran beliau yang menjadi kontroversi para ulama di zamannya terjadi pada tahun 698 hijriyah,awal mula beliau menyuguhkan pemikiran dan fatwa-fatwa yang popular dengan masalah alhamawiyah dan hal ini membuat beberapa fuqoha zamannya turut membahasnya dan mereka melarang beliau untuk berbicara,kemudian disusul oleh al qodi imamuddin alquzwaini  yang langsung memasukkan beliau ke dalam jeruji besi dan al qodi memmberikan pernyataan “barang siapa yang mengambil fatwanya ibnu taimiyah maka kami akan menta’zirnya (menghukumnya).

Selang beberapa waktu kemudian tepatnya pada tahun 705 hijriyah beliau kembali menghebohkan dunia islam dengan fatwanya yang membuat dirinya menjalani kehidupan penjara lagi, dan pada tahun 709 hijriyah akhirnya beliau dipindahkan ke iskandariyah dan tidak sampai situ saja di sana pun beliau juga menyuguhkan gagasan dan fatwa-fatwa yang di permasalahkan oleh ulama setempat,begitulah seterusnya seputar perjalanan hidup ibnu taimiyah yang sering kali keluar masuk penjara dalam beberapa kasus dan terkadang beliau terkesan tidak kosekwen dengan pernyataannya kadang beliau mengaku bermadzhab hambali namun pada kesempatan lain beliau mengaku bemadzhab safi’i sebagaimana hal itu di ungkapkan oleh al hafid ibnu hajar al asqollani dalam kitab addurorul kaaminah hal 88-98.

Oleh karena itu dari masa ke masa ulama selalu mengontroversikan pola pemikiran ibnu taimiyah muai dari ulama madzhab sampai ulama kalam bahkan beberapa muridny pun ikut andil dalam membicarakan sosok ibnu taimiyah seperti imam ibnu kastir dan imam addzahaby, maka tak heran kalau ibnu taimiyah menjadi ajang pembicaraan para ulama ahlus sunnah akan tetapi perlu di ingat juga bahwa imam ibnu taimiyah tidak selamanya seperti itu pada akhirnya pun beliau bertaubat atas semua ideologinys dan mrngikti ideology yang dikembangkan oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari hal ini ditandai dengan pernyataan Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa:
ألأشاعرة أنصار أصول الدين والعلمار انصار علوم الدين
“Para pengikut Abu al-Hasan al-Asy’ari adalah penolong “Ushul” (pokok-pokok) agama, sedangkan para ulama adalah penolong ilmu-ilmu agama”.

 kemudian beliau mengangkat kitab-kitab yang bermadzhab as’ary sebagai simbol bahwasannya dia adalah pengikut as’ary sebagaimana yang ara di riwayatkan oleh al hafid ibnu hajar  dalam kitab addurorul kaaminah hal 148 dan hal itu juga disaksikan oleh ulama zamannya yang berkompeten As-Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733 H dalam kitab Nihayah Al-Arab Fi Funun Al-Adab juz 32 hal 115-116.

“Keilmuan” Ibnu Taimiyah

ibnu taimiyah dilahirkan pada tahun 661 H beliau tumbuh dengan kecerdasan yang luar biasa. mula-mula dia belajar pada ibnu abi daim, muslim bin allan dan ibnu abi amar dan dengan bekal kecerdasan yang tinggi beliau mampu mengalahkn yang lainnya dan imam addzahabi penah bercerita bahwa ibnu taymiyah sudah mempunyai kompetensi bermunadzoroh (berdebat) sebelum masa baligh dan mampu mengajar, mengarang serta berfatwa bahkan ketika umurnya belum memasuki 20 tahun (addurorul kaaminah hal 95). al hafid ibnu hajar pernah berbica panjang tentang kehebatan ibnu taimiyah melalui tulisan muridnya al hafid dzahabi, menurut addzahabi ibnu taimiyah mampu mentarjih dan membedakan argument yang kuat dalam masalh khilafiyah dan jarang sekali ku temukan seorang yang lebih cepat diri ibnu taimiyah dalam berargumen baik dengan ayat-ayat al qur’an maupu hadist seakan akan semua itu berada di depan dan di ujung lidahnya addurorul kaaminah hal 19 maka tak heran kalau ibnu taimiyah mampu mengkader dan menciptakan ulama-ulama yang hebat seperti al hafid ibu kastir,al hafid dzahabi,ibnu abdul hadi,samsuddin abu abdillah yang popular dengan ibnu jauzi,alhafid abu hajjaj yusuf bin abdurahman al mizzi.

Sorotan Ulama’ Tentang Pribadi Ibnu Taimiyah

قال المحدث الحافط الفقيه ولي الدين  العراقي إبن الشيخ زين الدين العراقي : إنه خرق الإجماع في مسائل كثيرة قيل تبلغ ستين مسألة بعضها في الأصول و بعضها في الفروع خالف فيها بعد انعقاد الإجماع عليها (الأجوبة الميضيةعلي المسألة المكية)

“seorang ahli hadist yang mendapat gelar al hafid al faqih waliuddin al iroqi putra dari shyaih zainuddin al iroqi berkata :sesungguhnya ibnu taimiyah telah keluar dari ijma’ ulama dalam berbagai masalah , dikatakan  mencapai 60 per masalahan , sebagian mengenai aqidah dan sebagian lainnya mengenai furu’, ia telah menyalahi permasalahan- permasalahan yang telah di sepakati oleh ulama’(al ajwibah al mudiah alal mas alatil maakiyah)

Hal sama juga di serukan oleh ibnu hajar al haitami sebagai berikut

Syakh ibnu hajar berkata dengan menukil semua permasalahan ibnu taimiyah yang menyalahi kesepakatan ulama’ yaitu :

Ibnu Taimiyyah telah berpendapat , bahwa Alam itu bersifat dahulu dengan satu macam, dan selalu makhluk bersama Allah. Ia telah menyandarkan alam dengan Dzat Allah Swt bukan dengan perbuatan Allah secara ikhtiar.

Ibnu taimiyah juga berkeyakinan akan adanya jisim pada dzatnya allah SWT ,arah dan perpindahan, dan dia juga berkeyakinan bahwa allah tidak lebih kecil atau lebih besar dari arsy, sungguh allah maha suci dari kedustaan keji dan buruk ini serta kekufuran yang nyata (al fatawa al hadisiyah 116)

Dalam kesempatan yang lain beliau juga menyinggung ibnu taimiyah serta muridnya sebagai berikut:

“maka berhati hatilah kamu dan jangan sampai mendengarrkan apa yang di tulis oleh ibnu taimiyah dan muridnya ibnu qoyyim dan lainnya dari orang- orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan allah telah menyesatkan nya dari ilmu serta menutup telinga dan hatinya dan menjadikan penghalang atas pandangannya”.(al fatawa al haditsiyah 203)

Seorang ulama besar Syaikh Abu Al-Hasan Ali Ad-Dimasyqi berkata dari ayahnya bahwasanya beliau bercerita

“ Ketika kami sedang duduk di majlis Ibnu Taimiyyah, dan ia berceramah hingga sampai pada pembahasan ayat Istiwa, ia berkata Allah Swt beristiwa di atas arasy-Nya seperti istiwaku ini “,(al maqoolat assuniyah 36)

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh al hafid taqyuddin assubuky dalam kitab adduroru al mudhi’ah hal 2-3bahwa ibnu taimiyah telah membuat hal yang baru dalam masalah aqidah dan menghancurkan pondasi serta aqidah islam setelah dia mengaku masih mengikuti ajaran al qur’an dan hadist dam mengaku selalu mengajak kepada kebenaran kemudian dia keluar dari semuanya itu dan memciptakan sesuatu yang bid’ah dengan menyalahi semua ijma’ ulama’”

Al imam yaafi’I juga berkomentar “bahwa barang siapa yang mengikuti ajaran ibnu taimiyah maka halal darah dan hartanya” sebagaimana di kutib dari kitab( mir’atul janaan)

Al hafid ibnu hajar al asqollani juga berpendapat bahwa sebagian ulama ada yang menisbahkan ibnu taimiyah kepada kenifakan dan sebagian ulama juga menisbahkan ibnu taimiyah pada kezindikan (adduroru al kaminah)

Bahkan murid beliau sendiri al hafid addzahabi ikut andil dalam menyikapi pribadi beliau dan mengingatkan beliau agar berhenti menyerukan faham-faham estrim dan batilnya serta berhenti dari kebiasaan mencaci maki ulama’ soleh terdahulu maka dari itu al hafid addzahabi terdorong untuk menulis kitab yang bejudul an nasihah ad dzahabiyah li ibni taimiyah

Tidak hanya itu saja, bahkan sekitar 90 ulama besar yang telah mengkritisi produk pemikiran beliau yang dimanifestasikan dalam bentuk kitab-kitab klasik.

Penulis : ahmad maydin
Editor : amiruddin fahmi
Baca Selengkapnya...

02 Maret 2012

Waspada! Doktrin Wahabi Masuk Kurikulum Sekolah Indonesia


Sekolah merupakan faktor utama pembentuk kepribadian. Setiap materi pelajaran, nilai dan teladan yang didapat di sekolah akan diserap oleh siswa dan mempengaruhi karakter secara signifikan. Baik teladan itu ia dapat dari guru maupun teman satu sekolahnya. Kualitas dan tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan di sekolah mana ia menempuh jenjang pendidikan. Hal inilah yang mengharuskan untuk memberi perhatian khusus pada sekolah yang menjadi lingkungan utama anak belajar. Minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak semakin menambah dominasi sekolah terhadap perkembangan dan pembawaan anak. Agaknya, teori lama Ki Hajar Dewantara yang menomorduakan peranan sekolah dalam pengaruhnya terhadap perkembangan menyeluruh pada anak setelah faktor kelurga perlu ditinjau ulang. Apalagi orang tua  belakangan ini cenderung menyerahkan kepercayaannya dalam pendidikan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Secara selektif orang tua menunjuk satu lembaga pendidikan agar bisa lebih berkonsentrasi total terhadap pekerjaannya.

Fenomena inilah yang patut diwaspadai oleh seluruh kalangan khususnya para orangtua, pemerhati pendidikan dan tokoh masyarakat. Sudah sepatutnya sekolah mendapat perhatian lebih dalam segala aspeknya. Kapabilitas guru sebagai orang paling didengar dan diikuti pemikirannya serta teman sebagai tolok ukur pandangan. Terutama lagi adalah materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Para pemangku sekolah harus memberi perhatian lebih terkait hal-hal tersebut.

Terkait dengan materi pelajaran yang menjadi muatan kurikulum, beberapa aliran dalam Islam mulai bergerak menyisipkan ideologi eksklusifnya ke dalam kurikulum nasional melalui mata pelajaran berbasis agama. Beberapa doktrin “tidak benar” berhasil masuk menjadi bagian dari materi esensial mata pelajaran akidah akhlak edaran kementerian agama pusat 2009 lalu (Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag). Artinya, doktrin tersebut merupakan bagian dari materi yang wajib dikuasai anak-anak didik yang menempuh jenjang pendidikan dalam sekolah. Karena sudah menjadi materi pelajaran, implikasinya adalah doktrin ini menjadi materi ujian yang akan dihapalkan dan tidak menutup kemungkinan akan “dianut” siswa karena dianggap sebagai kebenaran yang harus diyakini. Naik dari ranah kognitif yang hanya menitikberatkan pada penguasaan materi dalam otak ke taraf afektif (hati) dan menjadi kepercayaan.

Sejak berlakunya otonomi pendidikan pada tahun 2001 dengan dijalankannya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah, pemerintah daerah diberi kewenangan dan kesempatan untuk memberdayakan segala hal dalam penyelengaraan pendidikan, baik itu muatan kurikulum, proses pembelajaran dan sistem penilaian hasil belajar, guru dan sekolah, fasilitas dan sarana belajar. Meski begitu, pemerintah pusat tetap menetapkan standar isi dan kompetensi yang harus dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum. Inilah yang berpotensi memicu problem dalam tataran lebih lanjut. Standar isi yang ditetapkan diyakini tidak –akan mampu memenuhi kemauan beragam aliran Islam khususnya dalam aspek akidah karena masing-masing aliran secara spesifik memiliki karakteristik  yang tak bisa diintegrasikan untuk mencapai konsensus. Sebagai contoh, ahlussunnah tentu berbeda dengan wahhabi dalam pendekatan masalah tauhid. Mereka mengenal konsep tauhid dengan tiga macamnya, yaitu  uluhiyyah, rububiyyah dan asma’ wa shifat sedangkan ahlussunnah mengingkari konsep yang digagas ibnu taimiyyah ini. Jangan harap akan ada kompromi menyikapi perbedaan prinsip dalam masalah ini.

Pada mulanya, macam-macam tauhid khas wahhabi yakni tauhid uluhiyyah, rububiyyah dan tauhid asma’ wa shifat belumlah menjadi standar isi mata pelajaran pendidikan agama islam nasional. Hal ini terlihat dari kritik yang disampaikan oleh Prof. Dr. Muhaimin, MA pada acara workshop penilaian pendidikan agama islam pada sekolah di Bogor, 2007 silam. Seperti tertulis dalam artikelnya yang berjudul “Analisis Kritis Terhadap Permendiknas no. 23/2006 & no. 22/2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam di SD/MI, SMP/MTS & SMA/MA”, Muhaimin mengkritik rumusan Standar Kompetensi Lulusan aspek akidah yang tidak mengadopsi tauhid berkarakter wahhabi. Ia pun melayangkan kritik terhadap pendidikan agama Islam nasional secara umum seraya berusaha menyisipkan materi tauhid ala wahhabi ke dalam materi pendidikan agama. Guru Besar UIN Malang untuk Ilmu Pendidikan Agama dalam artikelnya ini menyebutkan perlunya menjadikan tiga macam tauhid itu sebagai bagian dari standar kompetensi lulusan dan kompetensi dasar aspek akidah untuk mata pelajaran akidah akhlak. Selain menyebutkan keunggulan model tauhid ala ibnu taimiyyah tersebut dalam artikelnya, beliau juga menuturkan kekurangan konsep tauhid madzhab al-asy’ari yang membagi sifat allah menjadi dua puluh, dan lain sebagainya.
Secara runtut dan ilmiah khas seorang akademisi, Muhaimin mengemukakan argumennya dan mengkritik model lama pelajaran akidah.  Dia berkeinginan untuk mengeliminasi konsep tauhid asy’ari seperti sifat wajib allah yang 20 lalu mengisinya dengan asma’ul husna. Alasan yang dipaparkan pun cukup menarik dan rasional. Dia beranggapan bahwa model lama sifat dua puluh dirasa kurang tepat dan mengena sesuai tujuan pelajaran akidah, yaitu lebih menyentuh dimensi hati dan memberi dampak kejiwaan pada kualitas iman seorang muslim. Asma’ul husna dipandang lebih mampu menyentuh perasaan seorang muslim dan memiliki efek yang lebih nyata dan praktis daripada sifat wajib yang dua puluh. Hanya rumusan rasionalistik.


              Prof. Muhaimin, Guru Besar UIN Malang dan Ilustrasi Buku Akidah Akhlak

Usaha gigih wahhabi itu pada akhirnya membuahkan hasil. Tauhid uluhiyyah, tauhid rububiyyah dan tauhid asma’ wa shifat berhasil masuk menjadi bagian modul pelajaran akidah akhlak standar nasional. Secara eksplisit, memang tidak disebutkan pembagian tauhid menjadi tiga macam ke dalam muatan pelajaran. Hanya saja, dengan cerdik materi itu mereka sisipkan bebarengan dengan sifat wajib allah yang dua puluh itu. Dengan praktek yang halus ini, tentu saja anak didik dikhawatirkan akan mengira bahwa ragam tauhid ini adalah satu paket wajib hapal bersama sifat wajib 20 yang sudah familiar dan biasa dilantunkan sebelum shalat.

Jika dilihat sekilas, penyisipan tauhid uluhiyyah dan tauhid rububiyyah ke dalam mata pelajaran pendidikan agama islam aspek akidah seakan tidak berbahaya dan berpengaruh signifikan. Apalagi menilik alasan yang dikemukakan Muhaimin seperti di atas. Terlihat logis dan lebih masuk akal. Padahal sebenarnya dari konsep tauhid macam inilah jurang lebar antara dua komunitas besar muslim berpotensi tercipta. Tidak main-main. Dengan bepijak pada mainstream tauhid macam ini, wahhabi bisa-bisa mengkafirkan mayoritas muslim Indonesia sebab praktek ibadah yang biasa mereka amalkan seperti membaca burdah, manaqib dan semisalnya.

Bila ditinjau dalam spektrum yang lebih luas, kekakuan wahhabi dalam berislam bisa dilihat dalam kehidupan beragama di Arab Saudi. Di Indonesia, dinamika perbedaan masih bisa ditolerir dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, namun tidak demikian halnya dengan di Arab Saudi. Implikasi dari konsep tauhid inilah yang menciptakan perbedaan karena menjadi legitimasi bagi beberapa sikap mereka yang kontroversial di mata umat Islam. Larangan mengadakan maulid dan beberapa kegiatan kebaikan seperti istighotsah bahkan sikap mengangkat kedua tangan ketika berdoa di Makam Rasulullah adalah beberapa dampak serius dari perbedaan dalam memahami konsep tauhid yang benar. Yang paling fatal, fanatisme pada konsep tauhid tiga macam ini akan berujung pada sikap saling mengkafirkan antar sesama muslim. Hal apa pula yang lebih besar dari tidak diakui sebagai sebagai muslim?

Implikasi konsep tauhid uluhiyyah rububiyyah dalam praktek keislaman di Indonesia berpotensi memicu friksi tajam antar umat islam. Apalagi ini berhubungan dengan dua komunitas muslim dengan kuantitas terbesar di Indonesia. Jika dipaksakan, peluang untuk ke sana akan semakin terbuka lebar.
Ahlussunnah yang merupakan mayoritas di Indonesia harusnya tanggap menyikapi hal ini. Jika tauhid model lama dianggap tidak akomodatif terhadap minat masa sekarang, bukankah itu hanya masalah pendekatan dan cara penyampaian saja yang tidak menarik? Jika diperbaharui dan dikemas lebih menarik sesuai selera penyampaian pendidikan kontemporer yang kreatif, bukan tidak mungkin anak Sekolah Dasar pun bisa menjangkau dan menikmati materi tauhid ahlussunnah semacam 20 Sifat Wajib Allah yang oleh Muhaimin dikatakan “kurang mengena”. Sepertinya itu hanya masalah penyajian saja yang kurang menarik dan kurang penjabaran makna. Tentu saja ini menjadi tugas umat muslim seluruhnya khususnya yang berkecimpung di dunia pendidikan Indonesia. Bila terus-menerus tidak mendapat perhatian, lubang yang “kecil” ini akan semakin meluas dan boleh jadi akan menggerus habis jejak Ahlussunnah pada Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

31 Desember 2011

Sejarah Panjang Konflik Israel – Palestina



Ketika hampir seluruh entitas penduduk bumi sudah menikmati kemerdekaannya, ada satu wilayah teritorial yang terus didera konflik berkepanjangan dan masih terjerat belenggu imperialis dan kolonialis. Memasuki abad ke -20 negara-negara dunia mulai memperoleh kemerdekaannya pasca kejatuhan terstruktur Khalifah Utsmaniyah (Ottoman Dynasty) yang berpusat di Turki melalui agenda Nasionalismenya Mustafa Kemal Pasha setelah enam abad berkuasa pada rentang kurun waktu 1299-1923. Perang Dunia 1 dan 2 lalu melahirkan negara-negara merdeka baru dunia ke -3. Namun bagi Palestina, masa suram penjajahan barulah dimulai. Sejak tahun 1948 mereka secara “sah dan resmi” dijajah oleh pemerintah kolonial Israel.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Palestina saat ini kita harus menarik jarum waktu jauh mundur ke belakang. Tidak seperti penjajahan lain yang motifnya “sederhana”, seperti ekspansi kekuasaan, mengambil alih kekayaan tanah jajahan, memperkuat pengaruh politik, atau penyebaran agama saja. Pendudukan Israel ke Palestina lebih kompleks dari sekedar Gold, Gospel and Glory, semboyan yang didengungkan kerajaan Eropa jaman dahulu melebarkan sayapnya menjelajahi dan menjajah pelosok bumi termasuk Belanda ketika hendak menguasai Nusantara.

Siapa Israel Sebenarnya

Israel dalam literatur Islam adalah nama Nabi Ya’qub putra Ibrahim alaihimassalam. Terdapat hadis nabi saw. riwayat Abu Dawud melalui sahabat ibn abbas yang mendasari pendapat ini seperti dikutip ibnu katsir dalam tafsirnya. Kristen dalam Alkitabnya juga sama dengan islam dalam hal ini. Seiring berbagai peristiwa dan rentang waktu, Israel kemudian mengalami perluasan makna menjadi nama satu komunitas, untuk tidak mengatakan negara Yahudi.

Sejak era Nabi Musa, Nabi Isa hingga kini Bani Israel dikenal sebagai bangsa yang pintar, cerdas, namun licik dan arogan. Kepandaian mereka di masa Nabi Musa terlihat pada trik Musa As-Samiri yang bisa membuat patung sapi ciptaannya berbicara dan dengan lihai meperdaya iman Bani Israil kepada Nabi Musa. Nabi Musa seperti dikisahkan berulang kali dalam al-qur’an sering kali dibuat repot gara-gara ulah dan tingkah kaumnya itu. Meski sempat diakui sebagai umat terbaik, namun tak sedikit oknum umat Nabi Musa itu yang membuat orang geleng-geleng karena keras kepala dan sikap mereka yang justru mempersulit mereka sendiri. Sekali waktu mereka ingin melihat tuhan dengan mata kepala. Pernah juga mereka menggugat Hadiah Tuhan yang berupa makanan surga –manna dan salwa lalu menuntut aneka makanan selainnya, meminta meja dengan hidangannya turun langsung dari langit, dan meminta tuhan baru. Dari kisah mereka kita bisa sedikit mengenal karakter mereka, keras kepala, suka seenaknya dan arogan. Dan sampai sekarang pun watak mereka tidak juga berubah. Arogansi Israel yang kebijakan politiknya selalu didukung sekutunya Amerika terlihat jelas dari invasi ke Palestina yang tak mengindahkan hak-hak warganya. Kesewenang-wenangan mereka merusak stabilitas dunia internasional semakin nyata dalam serangan ke kapal bantuan sosial Mavi Marmara. Israel dan Yahudi bagaikan dua sisi dari mata uang logam. Mereka menyebut Israel untuk bermaksud Yahudi dan sebaliknya. Ini tak lepas dari dogma agama Yahudi yang menganut eksklusifitas untuk ras Israel. Sebab hal inilah pada tahun 1975 Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 PBB yang menyatakan zionisme adalah satu bentuk rasisme. Sayang, resolusi yang telah lolos dan disetujui harus ditarik kembali karena Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 4686 yang isinya mencabut Resolusi 3379.

Dari data sejarah yang terekam dalam berbagai literatur inilah, bisa disimpulkan bahwa Yahudi adalah salah satu bangsa tertua berpengaruh yang tetap eksis dan survive. Sampai kini, orang-orang hebat kaliber dunia dari Yahudi sejak awal kemunculan mereka, pada abad pertengahan hingga era kecanggihan teknologi IT saat ini sangatlah banyak seakan takkan ada habisnya.

Dalam perjalanannya, kaum yahudi tidak selalu mendapat kejayaan. Pada masa Nabi Musa, mereka dalam waktu lama terhina di bawah penindasan Raja Fir’aun. Beberapa dinasti tercatat mengusir mereka seperti Babylonia di Persia, Ratu Isabell di Spanyol, Tsar Alexander III di Rusia dan Hitler di Jerman. Muncul asumsi bahwa mereka diusir karena dianggap sebagai ancaman berbahaya dan sifat buruk mereka yang pragmatis. Menghalalkan segala cara demi meraih tujuan. Meski mungkin tak semua informasi tersebut benar-benar akurat dan objektif bahkan mungkin hanya cerita rekaan untuk meraih simpati dunia saja seperti Tragedi Holocaust yang nanti akan disinggung pula dalam rubrik ini.

Nasib Yahudi mulai menemukan titik terang ketika Amerika Serikat berdiri pada tahun 1776 dan mendapat kedaulatannya sebagai negara. Kedekatan hubungan mereka sudah tak asing lagi bagi dunia. Jika ditelusuri lebih lanjut, akar persahabatan mereka memang telah tampak sejak era para founding father Amerika Serikat. Lihat saja kutipan surat John Adams yang ditujukan kepada Thomas Jefferson: ''Saya percaya, kaum Ibranilah yang lebih baik membangun peradaban dibandingkan dengan bangsa lain.'' Begitu juga Woodrow Wilson, yang berpendapat bahwa negara Yahudi kuno adalah contoh yang paling ideal bagi negara baru yang tengah dibangun. Salah satu simbol negara Amerika Serikat yang dirancang Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan John Adams menggambarkan bangsa Israel yang tengah menyeberangi Laut Merah dalam kejaran Firaun, sementara Musa sudah di seberang. Thomas Jefferson, Benjamin Franklin dan John Adams adalah trio Bapak Pendiri Amerika.

Kedekatan keduanya sangatlah nyata terlihat. Di Israel, untuk menghidupkan lagi bahasa Ibrani sebagai bahasa percakapan dibutuhkan waktu dua abad. Tapi, di kalangan akademisi Amerika, bahasa itu sudah lama diakrabi. Banyak universitas Amerika memasukkan bahasa Ibrani dalam kurikulum. Di Universitas Harvard, bahasa itu sempat diwajibkan pada 1787. Sementara pada logo Universtas Yale tertulis kata Ibrani Urim V'Thummim (Belajar Bijaksana). Harvard dan Yale adalah dua perguruan tinggi terbaik dunia yang biasa mencetak generasi sukses. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg adalah jebolan Harvard yang berhasil menjadi miliarder termuda dunia di usia ke -24 yang juga seorang Yahudi dan beberapa presiden amerika seperti Bill Clinton adalah lulusan yale university. Itu hanya sedikit gambaran tentang orang-orang mereka.

Dukungan Amerika terhadap aspirasi kaum Yahudi untuk memiliki tanah air impian juga telah muncul jauh-jauh hari. Pada masa pendudukan Inggris, John Adams telah menulis: ''Saya sangat berharap, kaum Yahudi akan tiba kembali di Yudea dan melahirkan negara yang berdaulat di sana.'' Presiden Abraham Lincoln juga mengisyaratkan hal serupa.

Sejarah Amerika tak lepas dari kontribusi Yahudi maka tak aneh jika sampai sekarang kebijakan Amerika selalu menunjukkan keberpihakan penuh kepada Israel. Catatan sejarah memang menunjukkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat adalah pemerintah paling pro-Israel di seluruh dunia. Israel dan Amerika telah membuktikan diri sebagai kawan akrab pada 1948 saat Israel terbentuk. Bayangkan, hanya enam menit setelah Israel diproklamasikan pada 14 Mei 1948, Presiden Harry Truman menjadi kepala negara pertama yang mengakuinya. Sama sekali di luar kebiasaan Amerika yang hanya mau mengakui negara dengan batas wilayah yang jelas. Sekali lagi, hanya butuh waktu enam menit!

Tatkala berjumpa dengan Henry Wentworth, seorang zionis Kanada yang berharap agar kaum Yahudi bisa dipersatukan di tanah impian mereka di Palestina, Abraham Lincoln mendukung. ''Itu impian mulia yang juga ada di hati banyak warga Amerika,'' katanya. Pada 1883, Emma Lazarus, penyair ternama Amerika yang kata-katanya tertulis di Patung Liberty, menuliskan dukungan pada gagasan tanah air Yahudi. ''Palestina harus menjadi rumah bagi kaum tak berumah, tujuan bagi darah pengembara, perlindungan bagi para terpidana, dan negara bagi kaum terusir,'' tulis Emma Lazarus. Pada 1891, ketika Tsar Alexander III memula pengusiran kaum Yahudi di Rusia, gerakan yang mendukung pendirian negara Yahudi memperoleh momentum yang paling kuat di Amerika Serikat. Saat itu, Hakim Agung dan Juru Bicara Kongres, William E. Blackstone dan Kardinal Gibbons, mengantarkan sendiri sebuah petisi kepada Presiden Benjamin Harrison dan Menteri Luar Negeri James Blaine. Mereka menuntut penyelenggaraan sebuah konferensi internasional, yang membicarakan klaim bangsa Israel bahwa Palestina adalah tanah air mereka. ''Kami percaya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi semua bangsa, khususnya bangsa-bangsa Kristen Eropa, untuk menunjukkan keramahan pada bangsa Israel. Mari kita kembalikan kepada mereka tanah yang dulu secara paksa dikuasai oleh nenek moyang kita orang Roma,'' begitu salah satu kalimat yang tertulis dalam petisi yang dibawa Blackstone dan Gibbons.

Amerika juga menjadi negara pertama yang ada di belakang Deklarasi Balfour yang digagas Lord Balfour, Perdana Menteri Inggris pada 1917 yang juga seorang Yahudi. Saat itu, kepada Lord Rothschild, Presiden Federasi Zionis Inggris, Lord Balfour mengirimkan surat yang berisi janji Pemerintah Inggris untuk memfasilitasi pendirian negara Yahudi di tanah Palestina. Melihat sejarah itu, dukungan Presiden Harry Truman pada proklamasi negara Israel yang dilakukan David Ben-Gurion terrlihat bukan keputusan yang terburu-buru.

Peristiwa Holocaust yang menghebohkan dunia pada era perang dunia ke 2 (1933-1945) karena genosida yang digambarkan media sangat kejam dilakukan oleh adolf hitler menjadi momen terbaik berikutnya bagi Yahudi mendirikan tanah airnya di bumi Palestina. Mereka dengan jeli melihat dan menangkap peluang dalam tragedi. Tapi benarkah bangsa Yahudi dibantai sedemikian rupa oleh Jerman? Tak sedikit kalangan yang menyangsikan kebenaran peristiwa ini dan berasumsi bahwa berita telah didramatisir sedemikian rupa oleh media dan campur tangan penguasa yang berkepentingan. Jika dibandingkan, mirip dengan Peristiwa G30S/PKI yang kini mulai memunculkan “kebenaran-kebenaran” yang datang dari pemeran lama dan dahulu terbungkam oleh tangan besi rezim orde baru. Peristiwa G30S/PKI inilah yang mengorbitkan pahlawan baru Indonesia yang lalu menjadi penguasa tanah air yakni rezim Orde Baru. Peninjauan kembali dan pelurusan sejarah terkait Peristiwa G30S/PKI pun mengemuka. Kenyataannya, sejarah apapun, selalu rentan dengan konspirasi dan rekayasa tangan tak terlihat penguasa. Kendali media merupakan urusan vital untuk menciptakan persepsi publik. Yahudi memang tak pernah tertinggal dalam semua lini kehidupan. Banyak kalangan masyarakat yang tertelan tanpa sadar dan tergiring opini yang mereka ciptakan. Taipan media, trupert yang membawahi xxxx adalah salah satu keturunan Yahudi. Sutradara besar kenamaan Hollywood kreator film-film Box Office, Steven Spielberg juga seorang Yahudi. Wajar jika beberapa filmnya tak lepas dari aroma pro yahudi dan lebih pantas disebut dengan film propaganda daripada murni karya seni. Dia juga tak segan memecat artisnya yang berlawanan arah dengan doktrin anutannya. Jika ingin mengetahui jejak Yahudi di berbagai belahan dunia, sangatlah panjang lebar dan luas untuk dijelaskan. Peristiwa besar dalam sejarah pergolakan dunia selalu dikaitkan dengan Amerika Serikat dan pengaruh kuat Israel di tubuh Amerika menimbulkan aroma perpaduan kepentingan geopolitik antara keduanya dalam kemunculan peristiwa-peristiwa itu.

Pemilihan Tanah Suci Tiga Agama yaitu Palestina untuk dikuasai oleh Israel bukan sekedar strategi geopolitik. Ada latar belakang historis dan doktrin agama yang melandasi pilihan Israel mendiami paksa Tanah Suci tiga agama itu. Harun Yahya, ilmuwan muslim tersohor dari Turki dalam tulisannya di situs www.harunyahya.com mengatakan, kaum yahudi telah tinggal di tanah Palestina sebelum mereka terusir oleh pada tahun 70 M. Kenyataan ini membuat mereka selalu bermimpi untuk bisa kembali ke “rumah” mereka. Selama berabad-abad palestina berganti tangan dari satu penguasa ke penguasa lain tapi bukan Yahudi. Romawi adalah salah satu penguasa palestina yang ketika itu merupakan satu dari dua kerajaan besar yang menguasai banyak wilayah selain Persia. Hingga pada masa khilafah islam, ekspansi yang dilakukan mujahidin muslim mencapai negara yang pernah menjadi kiblat umat muslim di masa rasulullah yaitu baitul maqdis. Ya, palestina akhirnya beralih ke naungan islam dengan Khalifah Umar bin al-Khattab sebagai amirul mukminin. Beliau lalu menjalankan toleransi dalam beragama seperti tuntunan rasulullah yaitu memilih islam atau membayar jizyah. Umat kristen dan yahudi masih bebas berdampingan menjalankan ibadah mereka dan kepemimpinan islam ketika itu dikenal sebagai pemerintahan terbaik yang membawahi Palestina sebagai tanah suci tiga agama. Yahudi pun masih memendam hasrat mereka menjadi penguasa di tanah Palestina.

Kaum Yahudi sangat ingin tinggal tidak di tanah-tanah biasa, melainkan di Kanaan (Palestina), Tanah yang Dijanjikan Tuhan kepada mereka, kaum pilihanNya. Sampai saat itu, kaum Yahudi meyakini bahwa kepulangan ke Palestina hanya akan mungkin dengan pertolongan seorang juru selamat yang disebut Messiah. Akan tetapi, pada pertengahan abad ke-19, dua orang rabbi (pendeta Yahudi) merumuskan penafsiran baru atas doktrin ini. Keduanya, Rabbi Judah Alkalay dan Rabbi Zevi Hirsch Kalisher, menyatakan bahwa tak usah lagi menunggu datangnya Sang Messiah. Menurut penafsiran mereka atas naskah kuno suci Yahudi, kaum Yahudi dapat pulang ke Palestina lewat kekuatan politik dan ekonomi sendiri, dengan bantuan kekuatan-kekuatan besar Eropa. Ini akan menjadi langkah awal datangnya Messiah. Penafsiran rabbi ini mempengaruhi para nasionalis muda Yahudi. Tak terbantahkan, yang paling terkenal di antara mereka adalah seorang wartawan muda Austria bernama Theodor Herzl. Dengan menjelmakan penafsiran ulang doktrin kedua rabbi menjadi suatu gerakan politik aktif, Herzl mendirikan Zionisme politik. Zionisme mengambil namanya dari Gunung Zion yang suci di Yerusalem; tujuannya adalah pulangnya kaum Yahudi sedunia ke Palestina. Herzl memimpin kongres Zionis pertama di Basel, Swiss. Di sana mereka mendirikan World Zionist Organisation (Organisasi Zionis Dunia). Kelompok ini akan mengarahkan gerakan Zionis dengan penuh kesabaran dan keteguhan hingga berdirinya negara Israel. WZO mempunyai dua tujuan utama: menjadikan Palestina tempat yang cocok bagi pemukiman kaum Yahudi, dan mendorong seluruh kaum Yahudi, mulai dengan yang di Eropa, berpindah ke Palestina. Situs in-christ.net dalam artikelnya menyatakan bahwa menguasai palestina adalah salah satu langkah menuju rencana kedatangan messiah, juru selamat yang akan membawa bangsa israel berjaya. Doktrin inilah yang akhirnya membuat Israel menghalalkan segala cara menuju realisasi skenario besar yahudi menuju tatanan dunia baru yang selalu mereka impikan.

Amiruddin Fahmi
dari berbagai referensi valid
Baca Selengkapnya...

30 Desember 2011

Kejahatan Kemanusiaan Itu Bukan Pembunuhan Melainkan Korupsi



Kebrutalan koruptor tak berhenti pada “pencurian” uang dalam nominal besar saja, akhir-akhir ini koruptor semakin “tegas” menindak pihak-pihak yang berani mengusik profesinya sebagai koruptor. Seorang wartawan NTT menjadi sasaran perilaku mereka. Gara-gara mengangkat berita tentang dugaan korupsi alokasi dana desa untuk pembangunan kantor desa, rumah keluarganya diserang massa dan menjadi korban pengrusakan dan pembakaran. Bahkan anaknya yang masih berusia satu bulan meninggal dunia akibat syok dan kejang pada waktu kejadian. Sebelum serangan terjadi, ancaman memang sempat dilayangkan pada wartawan bernama Dance Henukh. Dia pun sudah melapor pada polisi, namun serangan itu terjadi ketika polisi sudah kembali.

Wartawan, aktivis antikorupsi, penegak hukum antikorupsi, selalu menjadi objek penderitaan akibat pengabdiannya pada kebenaran dan kebaikan. Sudah banyak kasus serupa menimpa dari jaksa agung, ketua KPK, aktivis nasional, sampai wartawan daerah. Sepertinya tak ada yang bisa selamat dari bengisnya koruptor yang ingin menyelamatkan diri dengan cara apapun. Aksi dan reaksi. Reaksi koruptor ini bisa dibilang “wajar”. Tentu saja mereka ingin lepas dari jeratan hukum yang bisa menyeret mereka dari Singgasana yang nyaman menikmati hasil korup bersama keluarga ketawa-ketiwi turun ke ruang sel penjara yang sempit dan pengap dalam sendiri. Pada akhirnya ketika kenyamanan itu terganggu, apapun dilakukan asal penggangu bisa hilang.

Perilaku koruptor yang mbrentek menjadi pembunuh kejam, atau mengarang rekayasa dan konsipirasi, atau manipulasi, patutlah dicermati. Masalahnya adalah, pemerintah kita pun masih setengah-setengah menindak dan melawan korupsi. Wong mereka juga menikmati sistem korup. Akhirnya tak ada tindakan serius menangani masalah yang sesungguhnya sangat serius ini.

“Salah siapa ga menjadi kuat?”

“Hey. Yang kuat saja masih bisa diinjak”

“Terus bagaimana?”

“Yo mbuh, pikiren dewe..”.

14 Desember 2011
Baca Selengkapnya...

16 Desember 2011

Percayalah Pada Kebaikan Kebenaran Kejujuran



Seringkali kita dibuat ribet, ribut, dan pekewuh karena omongan orang. Mau begini, takut dibilang begini, mau begitu takut dibilang begitu. Itulah hidup. Karena kita hidup bersama banyak orang. Semakin banyak terlihat, semakin banyak dinilai, semakin banyak persepsi, semakin banyak omongan.

Manusia dibekali dengan akal, dengan pikiran, dengan insting, dengan hati, dengan intuisi, termasuk emosi. Itulah yang sedikit banyak mempengaruhi omongan itu.

Keteguhan hati itu mahal. Mantap, yakin, madep, netep, itu susah. Langkah sudah benar, datang suara ini, datang pikiran ini, akhirnya berubah. Imam Syafi’i yang luar biasa itu, pernah punya satu model pikiran yang tertuang dalam madzhab qodim, akhirnya seiring pertambahan ilmu (informasi) dan perkembangan pemikiran yang beliau dapat, beliau pun menarik kembali seluruh ucapannya yang awal dan beralih ke pendapatnya yang baru yang disebut madzhab jadid. Bukan tidak konsisten, tetapi buah pikiran adalah hasil proses informasi yang diolah. Info apa yang didapat, sudut pandang apa yang diambil, itulah hasil omongannya. Adakah yang mengatakan syafi’i plin plan? Tidak ada. Kalaupun ada, justru dia yang akan dikata bodoh. Karena syafi’i punya alasan untuk tiap langkah yang diambil, dan alasannya adalah benar.

Pada akhirnya, kita cukuplah berpegang pada apa yang kita yakini benar. Dengarkan omongan orang, ambil benarnya, buang bodohnya. Semoga kita diberi kemantapan, tapi bukan keras kepala. Diberi keluwesan, tapi bukan plin plan.
Jum’at, 16 Desember 2011

Sholat itu enak, tapi kamu kok keberatan..

Nikmati lah tiap detik dalam sujud, dalam ruku', dalam tiap huruf yg terapal, dalam khusyu' dan sepi..

Kau benar-benar berdua dengan penciptamu..

Coba hitung, berapa waktu yang kau habiskan untuk dirimu, temanmu, santaimu, mainmu, dan berapa lama yang kau sisihkan untuk tuhanmu..

Semoga kau bisa menikmati sholatmu..

_sugesti untuk beta, dan rekan-rekan beta..

*met rehat smua, terlelah seharian mantengin komputer.wish me luck friends*
Rabu, 14 Desember 2011

Kebrutalan koruptor tak berhenti pada “pencurian” uang dalam nominal besar saja, akhir-akhir ini koruptor semakin “tegas” menindak pihak-pihak yang berani mengusik profesinya sebagai koruptor. Seorang wartawan NTT menjadi sasaran perilaku mereka. Gara-gara mengangkat berita tentang dugaan korupsi alokasi dana desa untuk pembangunan kantor desa, rumah keluarganya diserang massa dan menjadi korban pengrusakan dan pembakaran. Bahkan anaknya yang masih berusia satu bulan meninggal dunia akibat syok dan kejang pada waktu kejadian. Sebelum serangan terjadi, ancaman memang sempat dilayangkan pada wartawan bernama Dance Henukh. Dia pun sudah melapor pada polisi, namun serangan itu terjadi ketika polisi sudah kembali.

Wartawan, aktivis antikorupsi, penegak hukum antikorupsi, selalu menjadi objek penderitaan akibat pengabdiannya pada kebenaran dan kebaikan. Sudah banyak kasus serupa menimpa dari jaksa agung, ketua KPK, aktivis nasional, sampai wartawan daerah. Sepertinya tak ada yang bisa selamat dari bengisnya koruptor yang ingin menyelamatkan diri dengan cara apapun. Aksi dan reaksi. Reaksi koruptor ini bisa dibilang “wajar”. Tentu saja mereka ingin lepas dari jeratan hukum yang bisa menyeret mereka dari Singgasana yang nyaman menikmati hasil korup bersama keluarga ketawa-ketiwi turun ke ruang sel penjara yang sempit dan pengap dalam sendiri. Pada akhirnya ketika kenyamanan itu terganggu, apapun dilakukan asal penggangu bisa hilang.

Perilaku koruptor yang mbrentek menjadi pembunuh kejam, atau mengarang rekayasa dan konsipirasi, atau manipulasi, patutlah dicermati. Masalahnya adalah, pemerintah kita pun masih setengah-setengah menindak dan melawan korupsi. Wong mereka juga menikmati sistem korup. Akhirnya tak ada tindakan serius menangani masalah yang sesungguhnya sangat serius ini.

“Salah siapa ga menjadi kuat?” .

“Hey. Yang kuat saja masih bisa diinjak”.

“Terus bagaimana?”.

“Yo mbuh, pikiren dewe..”. —
Rabu, 14 Desember 2011

semu, maya, ilusi, tergantung
perspektif pikiran, bagaimana
memaknai, melihat, merasa..
Menurut saya, di balik tiap huruf
dalam teks di atas, anda terasa
begitu nyata..
Selasa, 13 Desember 2011

ketahuilah kawan, di satu komunitas tertentu, hindarilah penggunaan kalimat Saya, karena Saya di mata 'sempit' mereka adalah refleksi kesombongan..
Selasa, 13 Desember 2011

baiknya, ga usah bercanda kelewatan melalui fesbuk..

Karena teks tak selalu bisa menjabarkan konteks dan emosi pemilik teks secara utuh dan tepat.. Rawan salah paham, dan sulit untuk menormalkan kembali keadaan jika sudah kritis..

He he he

ya sudah, yang terjadi ga perlu diratapi terlalu, biar jadi pengalaman..

Sekalian, maaf untuk tutur kata yang salah dalam perfesbukan slama ini..
Senin, 12 Desember 2011


شرح النووي على مسلم - مشكول-غير موافق للمطبوع - (8 / 321)

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَوَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدكُمْ أَنْفَقَ مِثْل أُحُد ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدهمْ وَلَا نَصِيفه )

kita tak pernah tahu kualitas amal kita di sisi allah. rasulullah mengatakan, seandainya salah satu kalian menginfakkan segunung emas,, tidaklah sama dengan satu mud (0,7 gram) emas yang diinfakkan sahabat, atau bahkan separuh itu. perbandingan yang sangat jauh.

banyak kriteria yang membuat perbedaan nilai pahala. alhamdulillah, inilah keadilan allah. peluang si kaya si miskin, si kuat dan si lemah, pada akhirnya adalah sama.

alhamdulillah. astaghfirullah. wallahu a'lam
12 Desember 2011

never a failure, always a lesson..hoho

keren..

Apa yg ada pada kita, semuanya, adalah amanah..yg dipercayakan pada kita..

Jagalah, gunakan, kerjakan dengan baik atau ia akan mencabut kepercayaannya..

Ingat.. Tak ada kegagalan, semua adalah pelajaran.. *assek..*

Selamat beraktivitas, semangat!!!
10 Desember 2011

Kita harus bisa menulis. Agar pikiran kita bisa dibaca, disampaikan, dipahami dan diikuti oleh orang lain. Untuk bisa menulis, mewujudkan pikiran kita dan mewakilkannya ke dalam kata sesuai maksud, kita harus punya banyak perbendaharaan kata agar setiap ide menemukan kata yang secara tepat dan utuh menggantikannya. Dan untuk memiliki banyak penguasaan kata, kita harus sering sering membaca, apa saja, di mana saja. Sayangnya, tak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa membaca sebanyak-banyaknya. Kualitas seseorang sangat erat terkait dengan sejauh mana literatur yang sudah ia baca. Tak baik mengutuk diri, meski tak bisa dibilang tak beruntung, tapi saya merasa peluang saya untuk membaca selalu dibatasi. Entah siapa yang membuat batasan itu, walaupun dalam ketidakberuntungan ini saya masih bisa merasa beruntung dibanding mereka, atau sangat tidak beruntung dibanding dengan mereka.

Mungkin harus sedikit memberontak agar mendapat kebebasan. Satu hal yang menahan itu adalah darma. Ketidaktahuan dan kebimbangan ke mana saya harus menurutkan langkah. Harus ke sini, atau ke sana. Orang masih bingung tidak selalu salah. Kebingungan adalah sebuah keputusan, langkah tegas, sebuah pilihan. Karena dalam kebingungan itulah dia menemukan alasan untuk tidak atau belum memilih. Karena memilih dan menentukan perlu alasan, tidak memilih pun juga punya alasan. Nah, orang bodoh adalah orang yang bisanya hanya menyalahkan. He he he.
Rabu, 7 Desember 2011

Sejak awal peradaban, spiritualitas dan agama digunakan untuk mengisi celah-celah yang tidak dapat dijelaskan ilmu pengetahuan..

Prof. Kohler, karakter fiktif "Angel and Demon"

_Dan Brown
3 Desember

Berawal dari ulat yg menjijikkan, merugikan, dan tak pernah diharap kehadirannya.
Dari itulah keindahan kupu-kupu bermula..
Semoga kita bisa mengikuti jejak metamorfosis ulat dan tak terhenti di ulat bulu..

استفت قلبك، البر ما اطمأنت إليه النفس واطمأن إليه القلب، والإثم ما حاك في النفس وتردد في الصدر، وإن أفتاك الناس وأفتوك "
tanyakan hatimu.. kau bisa mencari jawaban melalui siapapun, tapi akhirnya semua itu hanyalah petunjuk.. karena jawaban sebenarnya ada dalam hatimu..

29 November 2011
Baca Selengkapnya...