Cari Blog Ini

10 November 2011

Tak Ada yang Bisa Melarangku Bermimpi..




Malam ini adalah malam yang belum pernah terlintas di pikiranku. Mungkin ini terlihat remeh. Tapi apa yang baru saja terjadi telah membuka luas-luas pikiranku akan satu hal baru. Jendela baru. Dunia baru. Perubahan besar pun terjadi dalam mindsetku. Hem hem hem…

Yah. Aku akan mulai bercerita. Terserah ada yang baca atau tidak, ada yang dengar atau enggak. Ada yang perhatikan atau tak ada. Bukan satu masalah. Baiklah. Akan kumulai. Sekarang.

Ahad malam senin, majalah pesantren tempatku menjalani hidup 5 tahun terakhir akan segera selesai. Softfile yang sudah berkali-kali diteliti, diperbaiki, diubah lalu diperiksa lagi pun sudah mencapai garis finish. Sempurna, sesuai standar rendah kami tentunya. Aku pun berniat mengantarkan file itu ke percetakan yang ada di Surabaya. Sayang, editing terkahir ternyata sedikit molor dari perkiraan. Jam 11.30 baru selesai total. Walhasil, saat itu juga aku harus berangkat dari Raci menuju Surabaya. Tepat di tengah malam bersama satu temanku. D uh.. tak terkira rasa kantuk menggelayuti mataku..

Tujuan pertama adalah rumah teman dan musuh terbaikku, Sayyid Syafiq alaydrus yang terletak di Sepanjang, Sidoarjo. Alasannya, tentu saja percetakan mana yang masih buka tengah malam begitu. Kebetulan ia sedang di rumah, sepulang dari Makassar. Biasanya, sehari-hari ia tinggal di kantor majalah bersamaku. Dia, menurutku, adalah sosok yang istimewa. Aku sangat menyukainya. Lain kali akan kuceritakan tentangnya lebih detail lagi. O ya. Dia masih perjaka lo, available. Ha ha ha. Hm.. Sampai di sana langsung saja kurebahkan badan. Tidur pulas sampai pagi. Puasss.

Pagi-pagi terbangun dengan sajian khas untuk tamu. Secangkir teh panas dan jajanan hangat lain menemaniku menyambut pagi dengan ceria. Biar tak panjang lebar juga capek nulisnya, langsung saja ke inti cerita. Jam enam petang aku harus mengantar file majalah ke percetakan. Jarak rumah temanku dan tempat tujuan lumayan jauh. Yang lebih penting, perjalanan ini akan membelah jantung kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, kota Pahlawan, kota Surabaya. Istimewa.

Biasanya, aku selalu berada di belakang jika harus berkendaraan motor. Jam terbangku berkendara memang minim. Tapi kali ini berbeda. Tanpa dinyana, temanku mempersilahkan aku duduk di depan menjadi joki. Wow! Langsung kusambar kesempatan perak ini dan kusanggupi permintaannya. Seumur-umur, aku yang cah ndeso udik ini belum pernah berkendara sendiri di tengah kota. Kakiku memang pernah menjejakkan langkah sampai ibu kota Jakarta, karena jiwa petualangku yang pernah sekali waktu mendapat ruang. Tapi itu dengan kendaraan umum. Sekarang aku harus menaklukkan jalan raya, dengan kepadatan tinggi, pada jam pulang kerja yang pasti dijejali kendaraan roda dua, empat, bahkan enam. Kesempatan emas!

Pengalaman pertama memang berbeda. Sensasinya takkan pernah terjadi untuk kali kedua. Debut memang selalu mengesankan! Di tengah jalan aku harus memusatkan konsentrasi, memelototi jalan, berzig-zag ria. Seru habis. Jika anda belum pernah merasakan sensasi memiliki jarak satu senti saja lagi dari kematian, kau harus mencobanya. Temukan itu hanya di jalan raya, bro! saat paling menegangkan adalah ketika jarak antara satu sama lain hanya puluhan senti. Lalu lintas padat merayap, dan anda harus mengejar waktu. Menyeberang jalan ramai, menyalip satu sama lain dan menyusup dalam keramaian. Semua aktivitas jalan raya membutuhkan ketelitian, ketepatan perkiraan dan kontrol kecepatan. Salah sedikit, lengah atau teledor, hohoho, nyawa anda taruhannya, bung.

Melewati gedung besar dengan berkendara sendiri rasanya sungguh berbeda. Aku merasa benar-benar “melewati”nya. Menaklukkan medan dan menguasai jalan. Dalam keadaan itu, otakku pun mulai berpikir, mulai menerawang, mulai berfantasi. Andai saja yang aku lalui ini adalah jalan-jalan di perancis. Menaklukkan kota paris. Menikmata panorama eksotis menara Eiffel yang tersohor. Huh.. aku pun mulai bermimpi, mimpi indah, yang sungguh menyenangkan. Senyum pun tak pernah berhenti dari wajahku. Ha ha.. Indahnya duniaku..

Saat itu, aku berpikir, andai aku lepas dari sangkar, tak ada beban yang disanggah pundakku, kebebasan aku dapatkan, aku berjanji, aku berjanji pada diriku sendiri, akan kutemukan jalan menuju paris. Akan kulalui jalanan di sana. Dan aku takkan berhenti sebelum sampai di sana. Aku berjanji akan kulakukan apa saja, tentu saja dengan cara yang benar, untuk bisa menapakkan kaki ringkihku nun jauh disana. Aku yakin, aku tahu aku bisa.

Usiaku sudah lebih 22. Tak ingin rasanya melepaskan masa lajang sebelum asaku terpuaskan. 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi aku harus menikah, aku tak pernah tahu. Selama ini memang kubiarkan masa depanku dalam teka-teki. Dalam spekulasi. Dalam mimpi-mimpi. Kau takkan tahu beban yang menghimpitku. Sulit dijelaskan dan mungkin hanya bisa dirasakan sendiri. Sungguh rumit, kawan. Aku tahu semua belum berakhir. Akan kucapai, akan kugapai, akan kuraih semuanya tanpa ada yang harus dikorbankan. Itu harapanku. Dan kurasa itulah yang membuatku selama ini harus tertahan. Terkurung dan terpenjara dalam sangkar. Untuk memenuhi harapan orang-orang yang sama sekali tak ingin aku kecewakan. Dilema besar. Masalah besar. Tantangan besar. Tapi ketahuilah, aku suka tantangan.

Ada beberapa skenario yang sudah aku siapkan untuk hidupku. Aku bersyukur bisa memiliki banyak pilihan untuk hidup. Hanya saja, seiring waktu yang terus berjalan, pilihan itu pun semakin sempit. Tak apa, aku punya prinsip tak akan menyesali apa yang sudah aku putuskan dan aku pilih. Menurutku itu adalah jalan seorang lelaki. Jika aku gagal memenuhi harapan pribadiku, aku masih bisa meraihnya dengan cara lain. Memang, dalam hidup harus ada skala prioritas dan itu berarti aka nada mimpi yang harus dikorbankan jika tak bisa digapai semua. Tapi aku punya harapan baru yang takkan bisa padam. Akan kuwariskan mimpiku kepada siapapun yang bisa mewarisinya. Akan kulanjutkan misi hidupku kepada orang-orang setelahku. Sampai nanti aku harus menutup usia ini, menghentikan napas yang telah Dia beri untukku. Tak ada yang bisa menghentikan aku untuk terus bermimpi.

Ditulis dalam keadaan sangat lelah, pundak pegal dan mata berat. Tapi hati sedang senang. Oleh amiruddin fahmi.
1 November 2011
Baca Selengkapnya...

07 November 2011

Reaktualisasi Pembaruan Islam (Tajdidud Din), Menjalani Tugas Mulia nan Berat




Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri madzhab Hanbali yang dikenal sebagai imam besar dalam ilmu hadis dan sosok yang zuhud lagi waro’ adalah salah satu murid terbaik Imam Syafi’i. Beliau yang saking hebatnya kemudian menyamai gurunya dengan memiliki madzhab independennya sendiri pernah mengatakan, sebagaimana dituturkan dalam kitab Tahdzibul Kamal karya Al-Mizzi, bahwa Imam Syafi’i bagi manusia adalah bagaikan matahari bagi bumi. Tak akan pernah terganti. Imam Ahmad juga mengatakan bahwa tidurnya Imam Syafi’i di malam hari saja adalah lebih baik dibanding terjaganya seseorang menghidupkan malam dengan shalat malam. Imam Ahmad pun mengaku bahwa ia tak pernah melewatkan nama Imam Syafi’i dalam doanya setiap hari. Kali ini, penulis tidak sedang membahas tentang figur dan keutamaan Imam Syafi’i dalam sejarah Islam tetapi ingin menekankan seraya mengingatkan kenapa Imam Syafi’i mendapat pujian setinggi langit dari pendiri Madzhab Hanbali itu.

Dalam riwayat disebutkan, suatu hari dalam kunjungannya ke pusat kebudayaan dan peradaban Islam di masa itu, yakni kota Baghdad, Imam Syafi’i menyempatkan diri bertamu dan menginap di rumah sang murid yakni Imam Ahmad. Demi peristiwa besar dan langka ini, putra Imam Ahmad pun merasa penasaran dan ingin membuktikan kebesaran pendiri madzhab as-syafi’i ini. Ia ingin melihat langsung bagaimana keseharian sosok yang selalu mendapat pujian, sanjungan dan tak pernah luput dari doa ayahnya setiap malam. Malam pun tiba, sang putra pun menanti ibadah apa yang akan dilakukan oleh Imam Syafi’i di malam hari. Malam yang merupakan waktu terbaik untuk bercengkerama dan saat paling berkualitas untuk menunaikan shalat dan mengabdi kepada allah swt. Dan betapa heran dan kagetnya sang putra ketika mengetahui bahwa ketika ia dan ayahnya sedang sibuk dan asik beribadah, bermunajat kepada allah, ternyata sang tamu tidak terlihat keluar dari kamarnya dan menghabiskan malam dengan berbaring di atas ranjang! Bagaimana mungkin orang seperti ini berhak mendapat pujian setinggi langit, apalagi mendapat doa khusus setiap usai sholat dari ayahnya seperti yang dia ketahui selama ini. Dalam benaknya terlintas, keutamaan apa yang membuat ayahnya menyanjung Imam Syafi’i yang ternyata orang biasa saja. Ya, ternyata hanya orang biasa saja yang melewatkan malam dengan merebahkan badan dan memejamkan mata. Keesokan harinya Imam Syafii menceritakan perihal dirinya. Malam itu dalam keadaan terbaring ia telah memecahkan 72 masalah agama, dengan Al-Quran dan Hadis seakan terhampar di depan matanya, saking kuatnya hapalan beliau. Karena itulah beliau lalu shalat subuh dengan wudhu Isya’ meski tampaknya beliau menghabiskan waktu dengan tidur semalaman. Terjawab sudah pertanyaan yang tersimpan dalam benak putra Imam Ahmad (Sa’ah Wa Sa’ah, Nawadir Wa Ajaib).

Menghidupkan dan meperbaharui Islam atau dalam bahasa hadis, yujaddidud din. Itulah jasa dan kontribusi Imam Syafi’i untuk Islam. Merumuskan formula ratifikasi hukum Islam alias peletak awal Ushul Fiqh. Menguasai ilmu hadis dan sastra arab dengan sempurna. Beliau pernah berkata “tidaklah aku mendengar huruf apapun kecuali aku sudah mengetahui artinya” berkat pengembaraannya selama 20 tahun di pedalaman arab, sang pemilik bahasa yang masih natural. Kombinasi kecerdasan, ketekunan, kemauan keras dan pengorbanan yang tak didapat dengan mudah. Satu hal yang jarang ditemui saat ini khususnya di Indonesia, menghabiskan usia, mencurahkan perhatian, mempersembahkan hidup untuk Islam. Dan ilmu itulah identitas Islam yang sebenarnya.

“Sesungguhnya allah akan mengutus setiap penghujung seratus tahun, orang yang akan memperbaharui Islam”(HR Abu Dawud). Ulama menjelaskan maksud dari Mujaddid (pembaharu) adalah mereka yang menghidupkan kembali syiar islam, menghidupkan sunnah, dan melawan bid’ah. Berangkat dari hadis Rosul inilah muncul analisa ulama mengenai para pembaharu yang muncul tiap 100 tahun dalam sejarah islam. Alhamdulillah, sabda nabi tidak pernah meleset. Nama-nama itu adalah benar-benar memiliki jasa, membawa perubahan dan penyegaran dalam islam. Seperti dikutip dari kitab faidhul qodir, pada abad pertama ulama sepakat menunjuk khalifah ke lima , Umar bin Abdul Aziz sebagai mujaddid yang pertama berkat sumbangsih beliau untuk Islam dan kepemimpinannya hingga digolongkan sebagai Khulafaur Rasyidin (Pemimpin yang Bijaksana) meski bukan termasuk Sahabat Nabi dan berselisih masa dengan empat khalifah pertama. Pada abad kedua, terdapat nama Asy-Syafi’i. Ketiga, Al-Asy’ari, pendiri madzhab Tauhid Al-Asy’ari, atau Ibnu Syuraih. Keempat, Al-Isfiroyini, As-Shu’luki atau Al-Baqillani. Kelima, Al-Ghozzali. Keenam, Ar-Rozi atau Ar-Rofi’i. Ketujuh, Ibnu Daqiqul ‘Id, atau As-Subuki. Ke delapan, Al-Isnawi atau Al-Bulqini. Dan ke sembilan adalah Jalaluddin As-Suyuthi. Meskipun di masa ini tentu saja sangat sulit atau mungkin mustahil mendapati tokoh yang sebanding dengan nama-nama tersebut, namun itu bukan alasan untuk berusaha mengikuti pencapaian mereka khususnya dalam perhatian dan jasa untuk Islam.




Melanjutkan Perjuangan Ulama, Hidup Untuk Islam

Tolabul ilm, atau mencari ilmu adalah istilah populer untuk para penuntut ilmu agama. Menurut data yang dirilis oleh republika.com dikutip dari pernyataan Kepala Pusat Pusat Pengembangan Penelitian dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama, H. Abdul Jamil, tak kurang dari 3,65 juta warga Indonesia menahbiskan diri menjadi santri yang identik dengan tolabul ilm. Meski begitu, sedikit sekali yang benar-benar belajar untuk menguasai seluruh disiplin ilmu khususnya yang mendapat label “ilmu fardhu kifayah”. Para santri saat ini hanya membatasi diri pada penguasaan ilmu dasar dan merasa cukup hanya dengan “pucuk es krim”. Padahal ilmu yang harus dikuasai yang bersifat substansial seperti tak tersentuh dengan kebutuhan umat saat ini sudah sampai pada taraf darurat. Sosok dengan keluasan ilmu dan tahqiq (mumpuni) menjadi hal yang mutlak dibutuhkan saat ini jika tak ingin Islam dengan mudah terpecah oleh isu dan aliran sempalan. Dapat dilihat melalui fenomena jejaring sosial atau terlihat dari kabar media bahwa saat ini umat Islam sangat mudah diacak-acak. Yang benar dikatakan salah dan kesalahan dianggap sebagai kebenaran. Jelas ini merupakan akibat kedangkalan pengetahuan umat dan langkanya tokoh yang mampu dijadikan rujukan seluruh pihak, mampu menjawab semua tantangan kekinian, memahami psikologi problematika umat dengan integritas dan kesalehan pribadi serta diakui oleh semua kalangan karena kealimannya. Umat Islam membutuhkan ulama Indonesia kaliber dunia seperti Syekh Nawawi Banten dengan puluhan karya besarnya, Syekh Ihsan Jampes, pengarang Sirojut Tholibin Syarh Minhajut Tholibin lil Ghozali atau Syekh Yasin Al-Fadani yang berjuluk Musnidud Dunya.

Dewasa ini aliran di luar mainstream ahlussunnah waljamaah gencar sekali melakukan penetrasi untuk menyebarkan paham mereka. Dengan agitasi dan propaganda yang manis memanfaatkan antusiasme beragama masyarakat, mereka berhasil memperoleh pengikut yang tidak sedikit dan semakin menggerogoti akidah umat. Diperparah lagi oleh kelemahan aktivitas dakwah aktivis ahlussunnah dalam menjangkau kantong-kantong yang menjadi lahan aliran sempalan, yang banyak menyasar kalangan akademis dan golongan menengah ke atas yang mengedapankan logika dalam menalar syariat.

Dengan latar belakang pengetahuan agama yang minim mereka mudah terbujuk analogi sederhana seperti “kembali kepada al-kitab dan sunnah”, “berjuang demi tegaknya khilafah”, dan “pemurnian aqidah” meski isinya seringkali tak sesuai kulit dan kemasannya. Akibat kampanye sesat mereka, banyak masyarakat yang termakan kebohongan aliran bid’ah dan dengan naifnya menafikan ilmu fiqih karena dianggap bukan bagian syari’at, menyalahkan Imam Malik karena menyalahi “ijtihad” yang benar versi mereka dan meragukan kevalidan praktek shalat yang dilakukan umat Islam saat ini. Inilah fakta yang sebenarnya terjadi saat ini pada pemuda Islam! Ibarat baju, Islam sekarang sudah compang-camping berlubang dan robek di sana-sini hingga hampir-hampir tak dapat disebut baju lagi. Berbagai fenomena masyarakat inilah yang mengingatkan kita kembali akan pentingnya menguasai lebih dalam syariat Islam dengan tujuan menolong sunnah dan melawan bid’ah. Mengenal lebih jauh ilmu warisan Rasulullah dan mengemban tugas seperti yang dahulu pernah diperjuangkan Imam Ahmad dan Imam Ghozali, juga yang dilakukan oleh Sayyid Muhammad Al-Maliki. Semoga kita bisa mengikuti jejak mereka. “Barangsiapa yang menghapal satu hadis untuk menolak bid’ah maka surgalah balasannya” (al-hadis, hasyiyah ibnu jamroh lil bukhori)

Tidak cukup hanya sampai di situ. Umat Islam juga harus menyadari pentingnya menempuh ilmu di jalur akademik sebagai sarana agar bisa mengawal mereka, untuk menguasai apa yang mereka kuasai, dan tidak memaknainya sebagai prioritas utama karena dikhawatirkan bisa melalaikan dari tujuan utama yaitu membela Islam. Satu hal lagi yang tak kalah penting dan tak boleh dilupakan adalah akhlak, adab, moral dan tata krama khususnya terhadap ulama dan syaikh/guru mereka. Atsar yang masyhur antara sahabat Zaid bin Tsabit dan Abdullah ibn Abbas, sepupu Rasulullah adalah contoh dan panutan ideal bagaimana seharusnya berinteraksi. Diriwayatkan bahwa seusai menghadiri jenazah, Zaid bin Tsabit menuju kendaraan (kuda)nya untuk pulang. Tiba-tiba datanglah Ibnu Abbas menuntun tali kekang kuda tersebut lalu Zaid berkata, “biarkan saja kuda itu wahai putra paman Rasulullah”. Maka Ibn Abbas menjawab, “seperti inilah Rasulullah menyuruh kami memperlakukan ulama”. Zaid pun lalu mencium tangan Ibn Abbas sambil berkata, “seperti inilah Rasulullah menyuruh kami memperlakukan Ahlul Bait” (HR Al-Hakim). Kisah yang hampir sama juga terjadi pada Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal sebagaimana tertulis dalam Tahdzibul Kamal. Radhiyallahu anhum ajma’in.

Amiruddin Fahmi

ket. gambar:
- atas, Pondok pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Indonesia
- bawah, UIN Jakarta, seharusnya menjadi wadah yang melahirkan para pembaharu Islam
Baca Selengkapnya...

29 Oktober 2011

Mengenal Kriteria Haji Mabrur yang Berbalas Surga



Haji adalah salah satu diantara syari’at-syari’at ummat terdahulu, dalam arti bukan syari’at yang khusus untuk ummat Nabi Muhammad berdasarkan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Adam as. Melaksanakan ibadah haji empat puluh kali dari India ke Mekah dengan berjalan kaki. Pada awalnya, Ka’bah itu berupa zamrud hijau dan diselimuti dengan kiswah (tirai) dari surga. Lalu ketika terjadi banjir bah besar di zaman Nabi Nuh as., Ka’bah diangkat ke langit ke empat sehingga runtuhan tempat asal mula ka’bah kosong sampai zaman Nabi Ibrahim as. Setelah Nabi Ibrahim memperoleh putra Nabi Ishaq dan Ismail, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Ka’bah kembali dengan dibimbing oleh Jibril dan dibantu putranya Ismail, karena itulah banyak orang yang berasumsi bahwa Ka’bah di bangun oleh nabi Ibrahim di masa hidup beliau, padahal sebenarnya Ka’bah dibangun oleh para malaikat dua ribu tahun sebelum Allah menciptakan Nabi Adam. Allah berfirman dalam al’quran:

ان اول بيت وضع للناس للزى ببكة مباركا وهوى للعلمين )

‘’Sesunguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkai dan menjadi petunjuk bagi semua manusia’’
(QS: Al-Imran 96)

Haji adalah ibadah yang sangat besar keistimewaannya. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah bersabda:

الحج المبرور ليس له جزاء الا الجنة

‘’Haji yang mabrur itu tak ada balasan yang layak kecuali surga’’ (Muttafaqun ‘alaih).

Pada hadis yang lain juga disebutkan bahwa haji itu dapat menghapus dosa-dosa kecil dan
Besar, tapi sekali lagi dengan catatan haji tersebut diterima oleh Allah atau disebut juga haji mabrur. Lalu apa tanda-tanda haji yang mabrur?

Adapun di antara tanda-tanda haji yang mabrur adalah, apabila seseorang itu selalu berkata dengan perkataan yang baik, suka menginfaqkan hartanya di jalan Allah (berjiwa sosial tinggi ) dan menjauhi hal-hal yang buruk menurut agama. Rasulullah bersabda, ‘’Bakti orang haji adalah suka memberi makan dan perkataan yang lembut”. (HR Ahmad dan Hakim)

Tidak semua orang yang berhaji diterima oleh Allah SAW., Sebagaimana tidak semua orang yang melamar pekerjaan diterima oleh pihak perusahaan. Aagar haji kita diterima, kita harus menjalankan rukun dan kewajiban haji degan baik, selai itu kita juga harus menjaga hati dan perbuatan kita dari hal-hal yang tidak pantas, karena kita berada di baitillah al-haram -rumah Allah yang mulia-. Hal ini sesuai dengan hadis:
من حج ولم يرفث ولم يفسق خرج من خطياه كيوم ولدته امه " رواه البخارى و المسلم "
Kita dilarang berkata dan berbuat buruk sebagai syarat diterima haji, sehingga kita pulang dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir alias suci tanpa dosa, baik dosa besar maupun kecil.

Hikmah Dalam Rukun-Rukun Haji

Jika dilihat sekilas, ritual ibadah haji memang lebih menonjol segi af’alnya (perbuatan) daripada taabbudiahyah (nilai ibadah). berikut ini akan kami paparkan hikmah-hikmah dalam ritual haji, sehingga akan tersingkap rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalamnya dan akan didapat dengan menghayatinya pengalaman spiritual yang luar biasa.
Pertama: Ketika kita memakai kain ihrom, kain kafan. Senbagaimana kita memakai baju ketika haji yang berbeda dari biasanya, Kita juga akan memakai baju setah meningal yang berbeda dari sebelumnya’ dan perbaikilah niat kita karene niat adalah riah niatnya (lihat: Niat Sebagai Baromiter Ibadah).

Kedua: Ketika kita memasuki miqot, ingatlah keadan anda pada hari ditiupnya sangkakala, diwaktu itu kita berharab-harab cemas apakah haji yang kita laksanakan akan mudah dan diterima, atau tidak. Sebagaimana pada hari kebankitan kita bingung, akan tergolong orang yang beruntung atau orang yang celaka.

Ketiga: Ketika kita thowaf, hadirkanlah dalam hati kita bahwa bukan tubuh kita yang mengeliligni ka’ba, tapi thowafnya hati dengan mengingat Allah, sehjinga kita tidak memulai dan mengakhirinya kecuali dalam keadaan megingat Allah. Sebagaimana tubuh adalah contoh nyata untuk mengambarkan isi hati seseorang, begitu pula kita menghadirkan Rabbul ka’bah ketika kita mengelilinginya.

Kempat: Ketika kita sa’I antara Shofa dan Marwah, bayangkanlah bahwa kita menyerupai seorang hamba yang mondar-mandir di halaman rumah raj, sambil menampakkan keikhlasannya dal mengabdi, mengharap perhatian danm belas kasihannya, seperti orang yang tidak tahu keputusan raja, akan dipenuhi atau tidakkah hak-haknya. Sehinga kita lebih ikhlas dalam menjalankan sa’I kita.

Kelima: Wuquf di Arafah ketika itu kita berkumpul dengan ummat islam dari berbagai belahan dunia, di sana ada wali, orang sholeh dan bermacam-macam yang lainnya. Maka ingat lah di hari masyar, hari berkkum pulnya ummat manusia, dari zaman nabi Adam sampai hari kiamat nanti, masing-masing ummat mengadu pada nabinya dan mengharap syafaatnya. Mereka bingung –di suatu tempat- antara diterima dan tidaknya amal mereka. Jika kita sudah mangingatnya, bersikab rendah diri dan mengharab-harab rahmatnya sehingga kita digolongkan termasuk orang yang beruntung dan dirahmati olehnya, dan jauhi buruk sangka pada Allah, jangan sampai kita berfikir Allah akan menyia-nyiakan haji kita, karna itu termasuk dosa besar, dikatakan dalam ihya’Ulumuddin lil imam al-Qozali:
ان من اعطم الزنوب ان يحضر عرافات ويظن ان الله تعالى لم يغفر
“sesungguhnya termasuk dosa besar adalah hadirnya seseorang di Arafah (ketika haji) dan menyangka bahwa Allah tidak akan mengampuninya”

Jika kita sudah melaksanakannya, secara otomatis kita akan dapat tanda-tanda haji mabrur pada diri kita sebagai wujud implementasi diterimanya haji kita, baik kita sediri tidak. Tapi jika kita kita tidak mendapatinya pada diri kita, maka kembalilah pada diri kita masing-masing, introspeksi diri kita, apakah harta kita bener-bener halal, atau apakah nilai kita benar-benar lillahi ta’ala -bukan untuk titel haji-, atau apakah kita tidak melakukan hal-hal yang kurang baik dalam ritual haji kita.

Akhirnya, mari kita berdo’a memohon kepada Allah, semoga Allah menerima ibadah haji kita, haji orang tua dan sanak saudara kita, sehingga kita semua pulang dengan oleh-oleh haji yang mabrur. Amin.

Huston Smith : Rukun islam yang kelima adalah Ibadah haji. Tujuan dasar ibadah haji adalah untuk mempertinggi pengabdian kepada Allah dan kepada kehen dak yang mewahyukan. Setiap orang yang mendekati Ka’bah memakakai pakaian yang sempurna, segala yang mewujudkan tanda pangkat dan kekuasaan ditinggalkannya. Raja dan gembel berdiri menghadap tuhan dalam keadannya sebagai manusia yang takterbagi-bagi. Islam menekankan persamaan mutlak anta setiap rasa manusia.

Amiruddin Fahmi
November, 2007
Baca Selengkapnya...

19 Oktober 2011

Dilema Ariel-Luna Maya


4 Juni 2010, masih lekat di ingatan kita ketika untuk pertama kalinya sebuah video berisi adegan orang dewasa dengan dua publik figur sebagai pemerannya terkuak dan diekspos besar-besaran oleh berbagai media cetak maupun elektronik. Ya, bad news is good news. Berita ini menjadi headline berbagai media dan topik utama tajuk news di layar kaca sampai-sampai menjadi Trending Topic di situs jejaring Twitter, sebuah situs dengan skala internasional sebanding dengan fenomena Justin Bieber pelantun tembang mega hits Baby yang sangat booming di amrik dan juga pernah menjadi trending topic di situs yang sama.

Ironis memang. Video ini muncul ketika kedua pemeran yang mirip dua pasangan selebritis itu atau asli jika berpijak pada pendapat Roy Suryo, saksi ahli yang ditunjuk Polri untuk memeriksa keaslian video tersebut, tengah berada pada puncak popularitas. Terbukti dua sejoli ideal ini didapuk menjadi bintang iklan sebuah produk sabun ternama sebagai pasangan, sehingga secara otomatis mengundang keingintahuan siapapun yang mendengarnya, berlarut-larut, dikupas dari berbagai sudut dan sisi, menimbulkan pro dan kontra, tragis dan dilema, memanggil rasa iba karena jelas insiden ini akan menghancurkan karir yang telah mereka rintis dari titik nol, mencapai puncak lalu tersungkur jatuh di titik nadir, dan memang itulah reaksi yang paling tepat, yaitu menentang dan boikot karena jika tidak begitu maka generasi muda bangsa yang telah terlanjur tahu akan mengartikan diam no reaction sebagai tindakan setuju, tanggapan permisif, lalu tanpa sungkan diam-diam atau bahkan terang-terangan menirunya.

Entah darimana asalnya, video yang seharusnya sangat privat justru menjadi konsumsi umum tersaji di ranah internet, dunia tak terbatas yang bisa diakses dan diunggah oleh siapa saja dimana saja tanpa ampun menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat setiap komunitas dan lapisan masyarakat bahkan menjadi topik dan perbincangan para praktisi hukum dan jenderal berbintang mengingat masalah ini mempunyai implikasi yang sangat luas jika tidak ditangani dengan serius. Degradasi moral bangsa yang telah susah payah dijaga para pendahulu dan kini menjadi tanggung jawab kita dengan susah payah akan menjadi taruhannya.

Untunglah elit bangsa ini tidak main-main menyikapi kasus ini. Fakta di lapangan, praktisi hukum, dengan yuridiksinya telah mengusut dan mencari siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini dan mulai menemukan titik terang meski palu belum pula diketuk. Pejabat eksekutif pun tak ingin ketinggalan, walikota tempat pemeran pria bermukim, Bandung, telah mencekal hak manggung di daerahnya juga mencabut hak kependudukan atau KTP. Beberapa daerah lain juga ikut memboikot sang vokalis sebuah grup band ternama ini. Berbagai kecaman juga datang dari berbagai ormas terutama yang berbasis islam menandakan bahwa masyarakat masih peduli akan masa depan bangsa yang sedang terancam tergerus budaya barat. Tindakan tegas memang diperlukan untuk membentengi moral sebagai identitas bangsa kita karena jika tidak ditangani dengan serius akan muncul video serupa mungkin sampai batas yang tidak terpikirkan saat ini seperti legalisasi maksiat-maksiat untuk dipertontonkan dan disajikan kepada khayalak luas.

Kesalahan paling fatal adalah kenapa video ini yang katanya dibuat untuk koleksi pribadi bisa jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Apapun motifnya, iseng, atau memang sengaja menjatuhkan yang jelas kejadian ini punya dampak negatif lebih luas dari tujuan awalnya dan barangkali diluar perkiraan si penyebar video sendiri. Kalau kita mau berpikir, secara logika tidak mungkin koleksi pribadi tersebut bisa sampai ke tangan pelaku penyebaran jika tidak punya hubungan langsung dengan pemilik koleksi. Yang pasti, pemilik video tersebut sengaja atau lalai menjaga barang yang benar-benar harus ia jaga, meski sepertinya kemungkinan lalai lebih kecil dari yang pertama.

Berbicara tentang kasus ini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, tindakan memang diperlukan karena tidak mengambil sikap atau diam tanpa menanggapi mungkin akan disalah tafsirkan sebagai sikap setuju atau taqrir diikuti dengan taqlid atau keberanian menirunya. Tentu dengan catatan tidak membicarakan yang tidak perlu tapi diarahkan kepada tindak antisipasi dan menanggulangi dampak negatif dari kasus ini. Tapi di sisi lain, fakta yang belum sepenuhnya terungkap akan membawa kepada ghibah atau fitnah jika ditinjau dari perspektif syari'ah dan sumbangsih menyebarkan hal buruk.

Melihat dua sisi diatas, lebih tepat jika urusan ini dikembalikan kepada niat orang tersebut. Apalagi membicarakan kedzaliman masih mendapat toleransi jika bertujuan menjauhi perbuatan nista dengan mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti lawan bicara yang tepat dan isi pembicaraan yang tidak melenceng dan hal-hal lain yang melingkupinya.

Problem ini memang dipenuhi situasi dilematis. Kecaman dan boikot akan membuat masyarakat kehilangan figur seniman yang telah lama menghiasi ranah hiburan tapi tindakan tegas memang diperlukan. Lebih baik menyisihkan kepentingan pribadi daripada moral bangsa yang menjadi tumbal. Belum lagi pembicaraan yang terus mengalir menimbulkan dilema baru antara ghibah, menyebarkan keburukan dan menunjukkan kepedulian dan ketidaksetujuan terhadap hal ini. Semoga kejadian ini tidak menjadi titik awal kemerosotan akhlak dan hilangnya budaya ketimuran berganti budaya barat yang permisif di masa mendatang.
Baca Selengkapnya...

15 September 2011

Sisi Santri Dari Seorang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono



Di tengah carut marut potret hukum dan politik di negara Indonesia. Korupsi menggurita yang belum juga menemukan tanda-tanda untuk disembuhkan, ada satu fenomena menarik yang membuat hati seorang muslim merasa senang. Disinilah cerita menyenangkan itu dimulai.

Alkisah di hari raya idul fitri 1432 H. sepulang shalat di masjid kampung, tanpa sengaja mampir membuka siaran televisi lalu menyaksikan shalat id di Masjid Istiqlal melalui layar kaca. Demi melihat PRESIDEN SBY bershalat id di Masjd Istiqlal, membuat hati sejuk dan tenang punya presiden yang 'santri'.. Ya, aku menyebutnya santri karena satu alasan, satu hal kecil yang mungkin luput dan tidak menjadi perhatian media tapi merupakan hal besar di mata para santri..

Ceritanya, shalat jamaah yang akan dilaksanakan di masjid istiqlal, belum akan dimulai hingga presiden beserta rombongan tiba di masjid..termasuk wapres, para menteri dan ketua dpr marzuki alie. ketika rombongan akhirnya tiba di masjid, lengkap dengan kawalan beberapa pejabat kepolisian dan paspampres, mereka pun menduduki shaf yg sudah disiapkn di bagian depan masjid istiqlal, masjid terbsar asia tenggara yang dibangun pd thun 1950-an di masa kepemimpinan soekarno dengan wahid hasyim, ayahanda gus dur yang saat itu menjabat sebagai menteri agama sekaligus salah satu penggagas berdirinya masjid ini.

Sesampainya di shaf depan, -termsuk ibu ani yudhoyono dengan mukena putihnya yg tampak menyejukkan- terjadilah satu peristiwa menarik, bahkan sangat menarik perhatian saya sebagai santri.. Sang presiden, terlihat di bawah sorotan kamera live stasiun tv nasional, tidak langsung duduk begitu saja d lantai msjid. Beliau, tanpa disangka, terlebih dulu melaksanakan sholat tahiyyatul masjid! Dengan khusyu' pula tanpa kesan dibuat-buat! Wapres boediono bahkan sempat 'kecele' karena ia sudah berada di posisi setengah berdiri menuju duduk. Begitu melihat SBY takbir, boediono pun urung duduk lalu ikut shalat bersama sang presiden.. Diikuti dengan rombongan pejabat di belakang SBY yang juga melaksanakan shalat tahiyatul masjid..
Sungguh menyentuh, di tengah padatny aktivitas kepresidenan, beliau masih ingat akan sunnah tahiyatul masjid, yang santri tulen aja kadang ogah menjalani..
Tapi, ada satu hal lg yang menarik..

Ketika hati terasa adem melihat orang nomor satu di indonesia melaksanakan shalat dengan khusyu' ada satu pemandangan yang sedikit mengganggu perasaan. Ternyata tidak semua rombongan presiden bangkit berdiri untuk shalat. ada satu orang besar yang tidak manut teladan presiden dan dia notabene adalah orang dekatnya, yaitu Wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus ketua dewan perwakilan rakyat, dewan terhormat yang mewakili rakyat, bapak Marzuki Alie..

Entahlah. apapun alasannya, tindakan marzuki alie di tengah rombongan yang sedang shalat dan dia sendiri tidak sholat merupakan satu keputusan yang melukai rakyat indonesia yang meyoritas adalah umat muslim dalam kapasitasnya sebagai salah satu orang yang mewakili mereka. Semoga amal "kecil" yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoono terhitung besar di sisinya dan merupakan representasi dari sosok utuh beliau sebagai seorang muslim yang baik.
Baca Selengkapnya...

27 Agustus 2011

Kisah Dramatis di balik Pencalonan Diri Pimpinan KPK, Abdullah Hehamahua

Langkah Abdullah
Hehamahua dalam pencalonan pandawa Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) terbilang mulus. Empat tahapan tes oleh Pansel KPK dapat dilaluinya dengan baik.
Bahkan, hampir tak ada catatan buruk dalam hasil penelusuran
rekam jejaknya. Alhasil, Abdullah masuk dalam jajaran delapan besar nama usulan Pansel KPK untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di
Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia.

Namun, siapa sangka, keputusannya melaju dalam bursa pemilihan pimpinan KPK ini diakuinya bukan keputusan mudah.
”Kurang 5 hari batas pendaftaran capim KPK, banyak pihak mendorong saya, tapi saya butuh fatwa yang mampu mematahkan keyakinan saya waktu itu, sampai akhirnya Pak Said Zainal Abidin (Penasihat
KPK lainnya) masuk ke ruangan saya,” ujarnya, Kamis
(18/8/2011).

Memang bukan kali ini saja
Abdullah mendapat dukungan berbagai pihak untuk maju dalam pencalonan pimpinan
KPK. Dia menuturkan, dukungan pertama diperolehnya pada saat masih menjabat sebagai Komisioner Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (PKPN), kisaran tahun 2001-2004.

”Susilo Bambang Yudhoyono selaku Menkopolhukam menelepon dan mengatakan saya pantas menjadi Ketua KPK,” kata Abdullah.

Sebenarnya, Abdullah mengaku tidak berkeberatan jika diberi amanah memimpin KPK.
Namun, dalam perjalanan pencalonan dirinya, ada dua hal yang lalu membuat dia
mundur. Pertama, adalah diwajibkannya membuat surat
lamaran kerja.
Kedua, syarat wajib membuat Surat Kelakuan Baik (SKB) dari Kepolisian. Mengacu pada keyakinannya, posisi pemimpin menurut Abdullah adalah pantang untuk diminta. Dengan membuat surat lamaran kerja, kata dia, sama halnya dengan membuat permintaan atas
posisi tersebut.
”Hadis nabi mengatakan jangan
memberi jabatan pemimpin pada orang yang meminta, karenanya kalau saya harus meminta jabatan itu, itu tidak sesuai dengan keyakinan saya,”
ujarnya.

Sementara untuk Surat Kelakuan Baik dari Kepolisian, dia berpendapat syarat itu kurang pas dikenakan padanya.

Selaku penyelenggara negara waktu itu, lanjutnya, terasa ganjil jika harus memberikan
sejumlah uang administratif pada polisi untuk mendapat
selembar Surat Kelakuan Baik(SKB). ”Saya agak tersinggung,”
katanya.

Karena alasan itulah, dua kali putaran pencalonan pimpinan KPK yang dibuka sebelumnya, Abdullah tak pernah turut serta meramaikan.

Berbeda dengan pencalonannya kali ini, dia mengaku sudah mendapat alasan kuat yang membuatnya sanggup mematahkan keyakinannya sendiri.

”Pak Said bilang, apa yang saya yakini itu hanya berlaku untuk kondisi normal, kalau sekarang menurut beliau saya harus maju karena kondisinya sudah harus perang melawan korupsi,”
tuturnya. Dia lalu berkisah, di zaman Rasulullah SAW, tepatnya di
masa perang, datang seorang laki-laki tua renta dan cacat
kepada Rasul. Lalu, disampaikan niatan hatinya
untuk turut serta dalam perang.

Melihat kondisi sang umat, Rasul menolaknya dengan mengatakan tiada kewajiban
baginya ikut perang. Namun,
rupanya tekad lelaki itu sudah
bulat. Didatanginya kembali Rasulullah hingga tiga kali.

Terakhir dia bertanya pada
Rasul, ”Apakah orang tua dan cacat
tidak berhak ikut berjihad dan
mati sahid?”. Dari kisah itu saya jadi sadar,
saya harus ikut berperang,”
tegasnya.(okezone.com)

Membaca kisah dramatis-heroik ini, saya menjadi yakin bahwa akan selalu masih ada orang-orang yang berpegang teguh dan berkomitmen terhadap nilai dan idealisme yang ia yakini dalam hidup. Apapun label yang melekat tak seharusnya membuat ia lupa. Itulah yang akan membuat hidup semakin bernilai untuk dipertahankan. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran dan teladan yang bisa menjadi motivasi merubah orientasi hidup untuk menjadi lebih berguna.
Baca Selengkapnya...

25 Agustus 2011

Tiga Tangkapan Baru Perpanjang Daftar Koruptor Tangkapan KPK

Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)
telah menangkap tiga orang sore tadi.

Mereka adalah, Dharnawati
(pengusaha swasta), Danong
Irbarelawan (Kabag Perencanaan
dan Evaluasi di Kemenakertrans)
dan I Nyoman Suwisma
(Sesditjen Pembinaan
Pembangunan Kawasan
Transmigrasi/P2KT).

Mereka bertiga ditangkap KPK di
lokasi yang berbeda.
Nyoman yang menjabat sebagai
Sekertaris Direktur Direktorat
Jenderal Pembinaan
Pembangunan Kawasan
Transmigrasi Depnakertrans
ditangkap oleh KPK di gedung
Depnakertrans lantai 2 pada
pukul 15.00 WIB sore tadi.
Sementara Danong ditangkap di
Bandara Soekarno Hatta pada
pukul 16.00 WIB. Sedangkan
Dharnawati ditangkap pukul
15.30 WIB di sekitar Otista,
Jakarta Timur.

Juru Bicara KPK, Johan Budi
mengatakan tadi sore KPK
mendapatkan laporan dari
masyarakat yang mengatakan
ada pejabat dari Depnakertrans
akan serah terima sejumlah uang
kepada pejabat Depnakertrans.
Dana itu, kata Johan adalah
dana percepatan pembangunan
infrastruktur di daerah bidang
transmigrasi di 19 kabupaten di
seluruh Indonesia. Nilai dana
pembangunan itu Rp500 miliar.

Saat KPK melakukan
penggeledahan di gedung
kemenakertrans, Kalibata,
menemukanuang senilai Rp1,5
miliar yang terbungkus kardus
durian.
"Jadi dia memang beli duren,
lalu duitnya masukin ke situ,"
kata Johan di KPK Kamis 25
Agustus 2011.

Uang itu, kata Johan diambil
disalah satu bank milik negara
oleh Dharnawati, kemudian
diambil oleh 'S' yang juga
pegawai kemenakertrans.
Kemudian, oleh 'S' uang
tersebut dibawa ke lantai 2
Depnakertrans, dan di sana
sudah ada Nyoman.
"Uang ini diambil dari rekening
DNW, saat pengantaran DNW
tidak ada tapi sedang di Otista,
lalu kita lakukan penangkapan," kata Johan.

Tiga tangkapan baru ini menambah daftar koruptor di indonesia, sekaligus prestasi bagi KPK yang tengah diuji kredibilitasnya melalui nyanyian nazaruddin yang menyeret nama pimpinan lembaga ad hoc ini.

Disadur dan disempurnakan dari vivanews.com
oleh: Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...

24 Agustus 2011

Khutbah Idul Fitri, Evaluasi Iman dan Kualitas Hidup Seorang Muslim

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ...ﻭﺳﻌﺖ ﺭﺣﻤﺘﻪ
ﻭﺗﻌﺎﻟﺖ ﻗﺪﺭﺗﻪ ﻭ ﺗﺠﻠﺖ
ﻋﻈﻤﺘﻪ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ
ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ
ﻟﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ
ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺳﻼﻣﻪ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻧﻚ ﻟﻌﻠﻰ ﺧﻠﻖ ﻋﻈﻴﻢ
ﺑﻠﻐﺖ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭﺃﺩﻳﺖ
ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ﻭﻧﺼﺤﺖ ﺍﻷﻣﺔ
ﻭﺟﺎﻫﺪﺕ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ
ﺣﻖ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻙ
ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻚ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻚ
ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﺳﻨﺘﻚ ﻭﺍﻫﺘﺪﻯ
ﺑﻬﺪﺍﻙ ﻭﺳﺎﺭ ﻋﻠﻰ
ﻧﻬﺠﻚ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ.ﺃﻣﺎ
ﺑﻌﺪ
ﻓﻤﻦ ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕ ﻗﻮﻟﻪ
ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ:
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻭَﻟْﺘَﻨْﻈُﺮْ ﻧَﻔْﺲٌ
ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟِﻐَﺪٍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ
ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ)ﺍﻟﺤﺸﺮ( 18 :
Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat), dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
1. Kesaksian Ramadhan
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hamba-hamba Allah yang
sama-sama mengharap
ampunan dan rahmat-Nya !
Ramadhan bulan al Qur’an,
bulan shabar, bulan jihad,
bulan perjuangan, bulan
pembersih jiwa pencuci hati dan
bulan perlombaan guna meraih
takwa dan kebebasan dari siksa,
kini dia telah pergi
meninggalkan kita. Kapan dia
akan kembali menemui kita?
Dia pasti akan kembali
menemui kita manakala hari
kesaksian telah tiba. Dia akan
menjadi saksi pembela atau
penuntut. Pembela bagi yang
sukses meraih takwa dan
penuntut atas orang yang
membiarkannya pergi tanpa
meninggalkan bekas yang
berarti.
Tiada seorang pun dari kita
yang memiliki bukti dimana
posisi kita?
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Bulan al-Quran kini telah pergi.
Saat belum pegi dia
menyaksikan seperti apa sikap
kita terhadap Al-Quran apa
yang telah kita perjuangkan
untuk menegakan ajarannya,
langkah apa yang telah kita
ambil untuk membela haq dan
menghancurkan kebatilan ?
Dia juga menyaksikan
bagaimana kita mengisi bulan
yang penuh rahmat dan
ampunan, apakah telah kita
nikmati dengan qiyamullail dan
tadabbur al-Quran, merintih
sambil berdiri dihadapan Yang
Maha Tinggi, menunduk
dengan ruku’ dan sujud hingga
mencapai nikmat khusyu,
mengikuti akhlak ibadurrahman
terdahulu. ataukah hanya diisi
dengan begadang tanpa
membekas pada qalbu?
Shaum adalah ibadah yang
dapat menambah kekuatan
spiritual untuk menghadapi
berbagai tantangan dan
tuntutan. Meski kita telah
melaksanakan ibadah shaum,
namun, apakah kita telah
meraih kekuatan baru untuk
menguasai tuntutan hawa
nafsu? Baik tuntutan yang
berkaitan dengan pandangan,
pendengaran,ngkapan,
pemikiaran, angan-angan,
ataupun lainnya? Atau hanya
sekedar menahan haus dan
lapar laksana pelaku aksi
mogok makan ?
2. Shaum pengendali hawa
nafsu
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin sidang ‘Ied
rahimakumullah !
Pada tahun 1431 H ini banyak
sekali masyarkat yang
kehilangan masa depan. Bukan
kehilangan tempat kerja
mencari makan, bukan pula
kehilangan jabatan di
pemerintahan, melainkan
kehilangan arah hidup dan
tujuan, karena mereka sibuk
mengejar kenikmatan yang
akan pergi, dan mereka rela
menjauh dari kenikmatan yang
sebentar lagi akan tiba. Mereka
mengejar kehidupan yang
belum jelas, dan menjauh dari
kenikmatan yang pasti.
Para politisi terus berupaya
melakukan perubahan, namun
harapan umat masih jauh dari
harpan. Banyak pihak yang
ingin melakukan perbaikan.
Perbaikan apakah kiranya yang
dapat mengarahkan umat
menuju keselamatan? Apakah
perbaikan politik yang
terlukiskan dalam perubahan
struktur kepimpinan? Atau
perbaikan sosial dan ekonomi
yang menjadi dambaan
umumnya masyarakat setaipa
zaman? Sungguh semua
pebaikan tidaklah akan berarti
tanpa disertai perbaikan
keyakinan tentang hari
pembalasan.
Julukan "Negara maju" telah
diraih oleh beberapa negara
hanya karena kemajuan sains
dan teknologi. Ternyata,
dengan kemajuan tersebut
banyak rakyat yang kehilangan
tujuan hidup yang hakiki. Apa
yang telah mereka pandang
sebagai suatu kemajuan
tidaklah lebih dari patamorgana
yang telah banyak menipu
manusia dan menjerumuskan
mereka ke dalam jurang yang
penuh duri dan derita.
Dengan semakin lengkapnya
fasilitas hidup, semestinya
manusia semakin tunduk
kepada Yang Mahaagung,
semakin merendah dihadapan
Yang Mahakuasa. Namun fakta
berbicara, kebanyakan dari
mereka malah semakin angkuh
dan lupa diri, tidak sadar
bahwa ajal tidak lama lagi akan
tiba. Mengapa hal ini terjadi?
tidak lain karena kebanyakan
manusia berjuang hanya untuk
melakukan perbaikan masalah
kehidupan yang tidak pasti.
Sementera perbaikan status
sebagai hamba dan khalifah
mereka lupakan. Akhirnya
mereka mengaku maju dan
mulia padahal mereka sedang
mengalami kemunduran dan
terancam kehinaan.
Mereka merasa bangga dengan
luasnya ilmu dan berlimpahnya
harta, pada saat yang sama
mereka sibuk menjadi
penyembah ilmu dan pelayan
harta. Kapan mereka akan
dapat menikmati kemerdekaan?
Mereka mencurahkan segala
upaya untuk meraih cita-cita.
Ternyata mereka hanya dikuasai
mimpi karena kepuasan hakiki
yang mereka nantikan tak
kunjung tiba. Sungguh celaka
orang yang jauh dari yang
Mahakuasa meski dekat dengan
para penguasa.
Jika mereka habiskan waktu
untuk melayani jabatan; jika
mereka sia-siakan kesempatan
akibat sibuk mengejar
kekayaan; kapan mereka akan
meraih kesuksesan hidup yang
bebas dari ancaman?
Sungguh, kemajuan teknologi
dan ilmu pengetahuan, meski
diharapkan dapat merubah
kondisi politik, sosial dan
ekonomi, namun tidaklah akan
mampu merubah nasib bangsa
kecuali dengan merubah apa
yang ada pada nafsu-nafsu
mereka.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳُﻐَﻴِّﺮُ ﻣَﺎ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻐَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻣَﺎ
ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﺳُﻮﺀًﺍ ﻓَﻼ ﻣَﺮَﺩَّ
ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻣِﻦْ
ﻭَﺍﻝٍ(11)
Sesungguhnya Allah tidak
mengubah keadaan sesuatu
kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada
pada nafsu-nafsu mereka
sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan
terhadap sesuatu kaum, maka
tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak
ada pelindung bagi mereka
selain Dia. (QS. 13:11)
ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻢْ ﻳَﻚُ ﻣُﻐَﻴِّﺮًﺍ
ﻧِﻌْﻤَﺔً ﺃَﻧْﻌَﻤَﻬَﺎ
ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻐَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻣَﺎ
ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ(53)
Yang demikian itu adalah
karena sesungguhnya Allah
sekali-kali tidak akan merubah
sesuatu ni`mat yang telah
dianugerahkan-Nya kepada
sesuatu kaum, hingga mereka
merubah apa yang ada pada
nafsu-nafsu mereka sendiri, dan
sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha
Mengetahui, (QS. 8:53)
Dengan ibadah shaum, semoga
kita meraih kekuatan baru
untuk mengengdalikan hawa
nafsu.
3. Shaum dan Jihad
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hamba-hamba Allah yang
tengah mempersiapkan diri
untuk berjuang !!!
Kesempatan untuk pembekalan
diri dengan menggunakan
bulan suci telah berlalu. Kini
tibalah saatnya untuk
melangkah guna menghadapi
tantangan baru. Tiada
kesempatan bagi kita untuk
berjuang kecuali sekarang.
Tiada kesempatan yang tersisa
untuk thaat kepada Allah selain
hari ini, sementara besok masih
dalam khayalan. Kesempatan
menggunakan segala fasilitas
hidup demi meraih kehidupan
masa depan yang abadi, tidak
lama lagi akan berakhir. Karena
itu,
ﻭَﺍﺑْﺘَﻎِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺀَﺍﺗَﺎﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ
ﺍﻵﺧِﺮَﺓَ ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﺲَ
ﻧَﺼِﻴﺒَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
Dan carilah pada apa yang
telah dianugerahkan Allah
kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari
dunia.
Gunakan semua yang Allah
titipkan kepadamu untuk
beramal demi meraih
kesenangan hakiki; manfaatkan
semua fasilitas hidupmu demi
meraih kebahagiaan pada masa
depan yang tidak akan
berkesudahan. Janganlah
sampai lupa hakikat nasibmu
dari dunia, jabatanmu tidak
lama lagi akan berakhir, usiamu
sebentar lagi dijemput ajal,
sebanyak apapun kekayaanmu
tidaklah kamu nikmati kecuali
hanya sebentar nian. Setinggi
apapun statusmu saat ini boleh
jadi besok kamu sudah menjadi
mayit yang tak berdaya.
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Sungguh banyak orang yang
ikut berhari raya bersama kita
pada tahun lalu, kini mereka
sudah berada di alam gaib.
Pada hari raya mendatang
boleh jadi kulit kita sudah
terkelupas, daging kita sudah
menyatu dengan tanah dan
tulang belulang kita sudah
berserakan. Dan hari ini
merupakan hari raya yang
terakhir.
Kedatangan Hari Raya empat
belas abad yang silam telah
mendapat sambutan hangat
dari para shahabat Rasul,
shalihin, dan mujahidin, karena
dengan meningkatnya kualitas
ibadah pada bulan Ramadhan,
mereka telah memiliki semangat
baru untuk berda’wah,
melanjutkan perjuangan
menengakkan haq dan
menghancurkan kebatilan,
melawan musuh Allah dimana
saja berada.
Semangat tersebut mereka raih
karena mereka, dengan
sungguh-sungguh, telah
mengikuti pengkaderan rabbani
dalam bulan suci, berupa
qiyamullail dengan khusyu dan
berinteraksi dengan al-Qur’an
setiap waktu, hingga mereka
menjadi shahabat intim yang
abadi bagi al-Qur’an, mereka
berbicara dengan al-Qur’an,
berfikir dengan bimbingan al-
Qur’an dan bergerak bersama
al Qur’an, baik pada waktu
siang ataupun pada waktu
malam. Mujahidin ahli Badar
patut berbahagia dengan
datangannya Hari Raya, karena
mereka telah sukses melawan
kafir Quraisy... Dengan
kesuksesan itu perjalanan
da’wah terbuka lebar
dihadapan mereka.... yang
membuat mereka semakin
yakin akan berkibarnya panji
agama yang haq dimuka
bumi.... dan terhinanya aturan
manusia yang bertentangan
dengan kemanusiaan.
Kedatangan hari raya telah
membuat pasukan Shalahuddin
merasa bahagia, karena pada
bulan Ramadhan mereka telah
mampu menyelamatkan tanah
suci al Quds dari tangan-tangan
kotor musyrikin. Dengan
kemenangan ini suara al-
Qur’an terdengar disemua
penjuru dunia, dan fatwa ulama
menjadi solusi bagi semua
problem yang dihadapi umat.
Mari kita melihat apa yang
terjadi di negeri kita saat ini?
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Sungguh, Hari Raya adalah hari
bahagia bagi para pejuang yang
meraih takwa, siapakah orang
yang meraih takwa itu? Allah
Mahatahu, apakah kita telah
melakukan ibadah dengan
benar? Jika ya, pasti kita
mampu melenyapkan
kemunkaran dan kemaksiatan
dimana saja ditemukan? Allah
telah berfirman:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼََّﻼﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ
ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ
Sesungguhnya shalat itu
mencegah (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar.
Kini kita dituntut untuk
membuktikannya
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Ikhwatal imani wal Islam
rahimakumullah
Setelah Ramadhan pergi,
patutkah kita tersenyum,
sementara alam diskitar kita
menangis karena mereka
menyaksikan bahwa dunia Islam
yang penuh dengan
kenikmatan ilahi ini masih kaya
dengan kemaksiatan.
Berita bohong masih
mendominasi mass media;
persekongkolan kaum
musyrikin masih mendapat
dukungan dari berbagai pihak
termasuk dari kaum yang
mengaku muslim; para ulama
dan pembela kebenaran kerap
mendapat julukan yang
membingungkan umat; agama
diperalat untuk mencari harta;
al-Quran diperalat untuk
mencari kepercayaan sesaat;
terma-terma dalam Islam telah
tercemar karena sering
disalahgunakan; akhirnya
masyarakat awam semakin
bingung, orang miskin tetap
miskin dan dibiarkan kelaparan
hingga ada yang berani
meninggalkan iman; rakyat
bodoh tetap bodoh karena
dibiarkan jauh dari bimbingan
hingga ada yang terpaksa
melakukan kejahatan;
pengangguran, dari hari kehari
semakin bertambah dan
berkeliaran di setiap
persimpangan jalan, padahal
dunia Islam terbukti penuh
dengan berbagai jenis kekayaan
alam. Dengan memandang
fenomena ini, apakah kita
termasuk orang-orang yang
bersyukur ataukah termasuk
orang-orang yang kufur?
Mana penerus ahli Badar,
sementara takhayul, khurafat,
kemusyrikan, dan
penyembahan kepada selain
Allah semakin leluasa
melebarkan sayapnya. Mereka
tersebar di setiap penjuru tanah
air hingga masuk dan tersebar
ke setiap lapisan masyarakat,
karena terus-menerus diekspos
berbagai madia baik cetak
ataupun elektronik. Mana
pelanjut pasukan Badar yang
gagah berani melawan kuffar?
Mana penerus Bung Tomo yang
telah mengumandangkan takbir
ditengah kepungan dan
kejahatan orang kafir? Mana
pelanjut pangeran Diponegoro
yang telah berani berkata haq
meski berada diujung tombak?
Mana pelanjut Shalahuddin al-
Ayyubi, sementara masjid al
Aqsha masih berada dalam
genggaman Yahudi…. Apakah
patut kita mengaku telah
melaksanakan kewajiban,
sementara shalat yang kita
lakukan belum mampu
mencegah kemunkaran dan
kemaksiatan?
4. Evaluasi
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Hadirin sidang ‘Ied
rahimakumullah !
Sungguh Allah Maha
Mengetahui dan menyaksikan
apa yang telah kita lakukan
pada bulan suci. Kini bulan
yang penuh rahmat dan
ampunan itu telah tiada, ia
pergi meninggalkan kita.
Apakah kita akan bertemu
kembali pada tahun berikutnya
atau kita akan dipangil untuk
menghadap keharibaan Yang
Mahatinggi sebelum dia
kembali? Tak ada seorangpun
diantara kita yang dapat
mengetahui kalau dirinya akan
hidup sampai esok lusa, apatah
lagi hidup sampai bulan
Ramadan empat belas tiga dua.
Sekiranya kita belum meraih
rahmat dan ampunan, apa
yang akan kita lakukan bila kita
sudah berada di ruang sidang
untuk menghadap Hakim
Yang Maha Adil dan Maha
Mengetahui, mengetahui
terhadap semua prilaku insan, .
Inilah pengadilan yang hakiki
yang disaksikan semua makhluk
meliputi manusia, jin dan
binatang. Dengan kecanggihan
teknologi ilahi, semua
kesalahan manusia akan
tampak, semua dosa akan jelas,
dan semua maksiat yang telah
dilakukan akan tersingkap.
Rekaman suara hati tidak dapat
dipungkiri meski saat ini terus
ditutupi. Ketika itulah
datangnya rasa takut yang tidak
akan berujung, rasa malu yang
tidak akan berakhir, dan rasa
geri yang tidak akan berhenti.
Semua akan kita alami bila kita
tidak mendapat ampunan ilahi
akibat gagal dalam mengisi
bulan suci.
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Jika kesuksesan sementara di
dunia tidak pernah dapat diraih
kecuali dengan kelulusan dalam
satu proses ujian. Apakah
mungkin kesuksesan hakiki dan
abadi di akhirat nanti akan
dapat kita raih tanpa ujian?
Kehidupan dunia adalah
lembaran ujian yang mesti diisi
dengan benar untuk meraih
sukses pada hari pembalasan.
Hanya saja banyak sekali dari
kita yang tidak menyadari
bahwa kita sedang menghadapi
ujian. Nikmat sehat merupakan
amanah yang sering dilupakan,
apakah kita telah mampu
memanfaatkannya demi
berjuang membela hak dan
keadilan; nikmat harta
merupakan amanah yang mesti
dipertanggungjawabkan,
apakan kita mampu
menggunakannya demi
kelangsungan da’wah dan
keselamatan ummat dari
bahaya kemusyrikan.
Bahaya kemusyrikan yang
senantiasa mengancam fuqara
dan masakin; Usia panjang
adalah amanat yang sering
diabaikan, apakah kita mampu
mengisinya dengan berbagai
aktifitas yang bermanfaat bagi
keluarga, masyarakat dan
ummat beriman; dan ni’mat
ilmu adalah amanat yang
sangat berharga bila diamalkan,
apakah kita mampu
menggunakannya untuk
meluruskan aktfitas manusia
dan mengarahkan mereka
menuju ridha arrohman..
semua kenikmatan itu adalah
materi ujian. Kita tidak lama lagi
akan diperiksa tentang semua
kenikmatan yang telah kita
terima sejak dahulu hingga hari
ini hari lebaran,. Diperiksa di
hadapan Pencipta yang telah
menjadikan mati dan hidup
sebagai ujian.
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ
ﻟِﻴَﺒْﻠُﻮَﻛُﻢْ ﺃَﻳُّﻜُﻢْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻋَﻤَﻼً
(Dialah) yang telah menciptan
mati dan hidup untuk menguji
kamu siapa diatanramu yang
lebih baik dan ikhlas amalnya
Kesempatan beribadah tidak
hanya pada bulan Ramadhan.
Selama kita masih dapat
bernafas maka selama itu pula
kita wajib beramal shaleh.
ﻭَﺍﻋْﺒُﺪْ ﺭَﺑَّﻚَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄْﺗِﻴَﻚَ
ﺍﻟْﻴَﻘِﻴﻦُ(99)
dan sembahlah Tuhanmu
sampai datang kepadamu yang
diyakini (ajal) .
Sungguh beruntung orang yang
melanjutkan qiyamullail setelah
ramadhan berakhir. Sungguh
berbahagia orang yang
melanjutkan tadarus al-Quran
hingga ajal tiba. Sungguh sukses
orang yang mampu
mengendalikan hawa nafsu
dimanpun dia berada. Sungguh
sukses orang yang hidup
berjamaah hingga berakhir
kesempatan ibadah. Sungguh
rugi orang yang berhenti
qiyamullail dengan berakhirnya
ramadhan. Sungguh celaka
orang kembali kepda kebiasaan
lama tanpa melihat aturan
agama. Tidak akan kita capai
derajat orang bertakwa, jika kita
menjadikan ramadhan sebagai
bulan ibadah musiman yang
berakhir dengan datangnya hari
raya.
DOA MENUJU SUKSES
At-Tirmizi meriwayatkan dari
Ibnu Umar, diatara doa yang
diajarkan Rasulullah kepada
shahabatnya adalah:
»ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻗْﺴِﻢْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ
ﺧَﺸْﻴَﺘِﻚَ ﻣَﺎ ﻳَﺤُﻮﻝُ ﺑَﻴْﻨَﻨَﺎ
ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻚَ ﻭَﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺘِﻚَ
ﻣَﺎ ﺗُﺒَﻠِّﻐُﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﺟَﻨَّﺘَﻚَ
ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﻘِﻴﻦِ ﻣَﺎ ﺗُﻬَﻮِّﻥُ ﺑِﻪِ
ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣُﺼِﻴﺒَﺎﺕِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
ﻭَﻣَﺘِّﻌْﻨَﺎ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﻋِﻨَﺎ ﻭَﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻧَﺎ
ﻭَﻗُﻮَّﺗِﻨَﺎ ﻣَﺎ
ﺃَﺣْﻴَﻴْﺘَﻨَﺎ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﺍﻟْﻮَﺍﺭِﺙَ ﻣِﻨَّﺎ
ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﺛَﺄْﺭَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻨَﺎ ﻭَﺍﻧْﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ
ﻋَﺎﺩَﺍﻧَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞْ
ﻣُﺼِﻴﺒَﺘَﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺩِﻳﻨِﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞِ
ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺃَﻛْﺒَﺮَ ﻫَﻤِّﻨَﺎ
ﻭَﻻَ ﻣَﺒْﻠَﻎَ ﻋِﻠْﻤِﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗُﺴَﻠِّﻂْ
ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣَﻦْ ﻻَ
ﻳَﺮْﺣَﻤُﻨَﺎ«
Ya Allah berilah kami rasa takut
pada-Mu hingga kami menjauh
dari maksiat Ya Allah, berilah
kami nikmat taat pada-Mu yang
mengantarkan kami menuju
surga-Mu Tanamkanlah dalam
qalbu kami keyakinan yang
meringankan kami menghadapi
ujian dunia Jadikanlah
pendengaran, penglihatan dan
kekuatan kami kenikmatan
hidup yang Engkau. berikan di
dunia, dan jadikanlah sebagai
pusaka yang kami wariskan bagi
generasi penerus. Ya Allah,
arahkanlah perlawanan kami
atas orang yang menzalimi
kami. Tolonglah kami dalam
menghadapi orang yang
memusuhi kami. Janganlah
Engkau biarkan kami terkena
musibat dalam urusan agama
kami. Janganlah Engkau biarkan
kami sibuk dengan urusan
dunia. Janganlah Engkau
biarkan kami merasa cukup
dengan ilmu yang ada. Dan
janganlah Engkau berikan
kekuasaan kepada orang-orang
yang tidak menyayangi kami.
Ya Allah berilah kami rasa takut
pada-Mu hingga kami menjauh
dari maksiat Ya Allah, Ya Allah
hanya dengan takut pada-Mu
kami akan dapat menghidar
dari perbuatan maksiat, maka
tanankanlah dalam qalbu kami
rasa takut hanya pada-Mu.
Ya Allah, berilah kami nikmat
taat pada-Mu yang
mengantarkan kami menuju
surga-Mu.
Ya Allah, telah Engkau sediakan
surga bagi orang-orang yang
Engkau cintai, berilah kami
nikmat ibadah dan taat yang
mengantarkan kami mendapat
cinta-Mu hingga Engkau
masukan kami dengan
rahmatMu kedalam surga.
Tanamkanlah dalam qalbu kami
keyakinan yang meringankan
kami menghadapi ujian dunia.
Ya Allah kami menyadari bahwa
kehidupan dunia tidak pernah
lepas dari ujian, baik ujian yang
pahit ataupun yang manis.
Ya Allah tanamkanlah kedalam
qalbu kami keyakinan bahwa
Engkau senantiasa melihat
semua perilaku kami dan
Engkau Maha adil dalam
menghitung semua amal
perbuatan kami.
Ya Allah, jadikanlah semua ujian
yang kami hadapi jalan menuju
kemuliaan disisi-Mu. Jadikanlah
pendengaran, penglihatan dan
kekuatan kami kenikmatan
hidup yang Engkau berikan di
dunia, dan jadikanlah sebagai
pusaka yang kami wariskan bagi
generasi penerus.
Ya Allah bimbinglah kami dalam
menggunakan pendengaran,
penglihatan dan kekuatan
untuk beralam shaleh.
Janganlah Engkau biarkan kami
menyalahgunakan nikmat yang
besar ini.
Ya Allah berilah kami
kenikamatan menghayati
firmanMu, menjiwai ayat-ayat-
Mu dan menggunakan semua
kekuatan untuk berjuang
membela agama-Mu dengan
istiqamah hingga ajal
menjemput kami.
Ya Allah jadikanlah perjuangan
ini sebagai warisan yang
bermanfaat bagi generasi
penerus kami. Dan bimbinglah
mereka untuk melanjutkan
perjuangan ini hingga Engkau
kumpulkan kami dengan
mereka dibawah naungan dan
rahmat-Mu pada hari kiamat
nanti.
Ya Allah, arahkanlah
perlawanan kami atas orang
yang menzalimi kami Ya Allah,
Engkau-lah Penguasa semua
manusia. Berilah kami
bimbingan dalam menghadapi
orang yang zalim. Dan
janganlah Engkau biarkan kami
salah sasaran dalam melakukan
perlawanan.
Tolonglah kami dalam
menghadapi orang yang
memusuhi kami Ya Allah
Engkau Maha Mengetahui siapa
yang membenci agama-Mu,
merusak ajaran-Mu dan yang
memusuhi hamba-hamba-Mu.
Berilah kami kekuatan iman
dan semangat berjuang
menghadapi mereka. Dan
turunkanlah tentara-Mu untuk
menghancurkan mereka.
Janganlah Engkau biarkan kami
terkena musibat dalam urusan
agama kami.
Ya Allah jika kami dihadapkan
kepada musibat, janganlah
Engkau biarkan musibat itu
menimpa agama kami. Ya Allah
bimbinglah kami dengan
musibat itu menuju kemuliaan
di sisiMu.
Janganlah Engkau biarkan kami
sibuk dengan urusan dunia Ya
Allah Engkau-lah Penguasa
alam semesta dan Engkau-lah
Pemilik kekayaan dunia.
Janganlah Engkau biarkan kami
menjadi hamba dunia yang
sibuk menjadi pelayannya.
Janganlah Engkau biarkan kami
sibuk dengan kedudukan sesaat
dan tertipu dengan kenikmatan
sementara. Janganlah Engkau
biarkan kami terhina karena
dikuasai dunia.
Ya Allah, bimbinglah kami
dalam berjuang menggunakan
kedudukan dan mengorbankah
harta kekayaan untuk melayani
umat menuju kebahagiaan
akhirat. Janganlah Engkau
biarkan kami merasa cukup
dengan ilmu yang ada.
Ya Allah berilah kami tambahan
ilmu agar semakin jelas di
hadapan kami perbedaan
antara hak dan batil. Berillah
kami ilmu yang bermanfaat bagi
masa depan bangsa ini.
Janganlah Engkau biarkan kami
keliru dalam menentukan
pilihan dan langkah yang mesti
kami lalui. Dan janganlah
Engkau berikan kekuasaan
kepada orang-orang yang tidak
menyayangi kami.
Ya Allah janganlah Engkau
serahkan amanat kekuasaan
selain kepada ahli ruku’ dan
sujud yang membela agama-
Mu. Janganlah Engkau biarkan
kami dikuasai oleh orang yang
suka maksiat di hadapan-Mu.
Janganlah Engkau biarkan
kekuasaan dipegang oleh orang
yang tidak mengenal kitab suci-
Mu. Janganlah Engkau
serahkan kekuasaan negeri ini
selain kepada hamba-hamba
yang Engkau ridhoi.
ﺭﺑﻨﺎ ﺁﺗﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺴﻨﺔ
ﻭﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻭﻗﻨﺎ
ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﻠﻬﻢ
ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ
ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﺍﺗﺒﻌﻪ ﺇﻟﻰ
ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ
ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﺳﺘﻐﻔﺮ
ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ ﻭﻟﻜﻢ
Baca Selengkapnya...

20 Agustus 2011

Bagaimana Harga Emas Pengaruhi Ekonomi Dunia


Kontrak harga emas dunia melejit menembus rekor di atas 1.880 dollar AS per troy ounce di New York. Logam mulia ini menyentuh 1.881.40 dollar AS. Dengan demikian, harga emas sudah mengalami reli selama tujuh pekan berturut-turut. Investor cemas, perekonomian global akan melambat sehingga membuat pasar saham ikut anjlok.

"Rendahnya tingkat kepercayaan dalam perekonomian global mendorong investor berburu emas. Harga emas akan terus naik, kecuali kalau para pemimpin dunia mampu menyelesaikan masalah krisis utang di Eropa dan AS," jelas Tom Pawlicki, analis MF Global Holdings Ltd kepada Bloomberg.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dennis Gartman, seorang ekonom. Dia bilang, saat ini, emas sudah menjadi mata uang dunia. "Apalagi jika dunia diyakinkan bahwa pemangku kebijakan fiskal dan moneter tidak dapat melakukan apapun dalam menyelesaikan masalah fiskal dunia saat ini," paparnya.

Catatan saja, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember naik 1,7 persen menjadi 1.852,20 dollar AS per troy ounce di Comex, New York. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah naik 6,3 persen, terbesar sejak Febuari 2009, dan 14 persen pada bulan ini.

Harga emas yg smakin tak stabil dan ketergantungan ekonomi dunia pada emas semakin menunjukkan kenapa islam hanya mengakui emas dan perak sbg mata uang brnilai tukar. bahkan akhir-akhir ini emas telah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah. Di indonesia, harga emas adalah Rp. 552.000/gram.

Fenomena ini tentu saja sangat menarik. Meroketnya nilai emas, membuat berbagai negara berbondong-bondong membeli emas dalam jumlah besar sebagai simpanan kekayaan mereka. China menjadi nomor satu dengan simpanan emasnya seberat ..... (bersambung, amiruddin fahmi)

Baca Selengkapnya...

07 Agustus 2011

Mengetahui Lailatul Qodar Melalui Rumusan Imam Ghozali


Salah satu momen agung, paling penting serta tak boleh dilewatkan di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodr. Umat Islam pasti sudah familiar dengan istilah ini yang dikenal juga dalam bahasa Indonesia dengan Malam Seribu Bulan. Saking mulianya, bahkan allah swt sendiri mengabadikan sebutannya dalam Al-Qur’an. Apa sebenarnya Lailatul Qodr?

Apakah Itu Lailatul Qadar?


Lailatul Qadr adalah malam takdir yang berarti Malam Penentuan, seperti disinggung dalam Al-Qur’an:
“pada malam itu turun malaikat-malaikat beserta Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al-Qadr ayat 4)

Di malam itulah Allah memutuskan Ketetapan atau Takdir yang telah dia kehendaki untuk satu tahun berikutnya. Takdir yang ditetapkan menyangkut beberapa hal besar seperti kematian seseorang, ajal, karir dan rezekinya lalu diserahkan kepada malaikat yang bertugas menangani yaitu Malaikat Isrofil, Malaikat Izroil, Malaikat Izroil dan Malaikat Jibril alaihimus salam. (tuhfah at-tholibin, ibnu hajar) Perlu digaris bawahi, maksud dari penetapan ini bukanlah ‘Allah baru saja menetapkannya di malam itu’ melainkan Allah menyampaikan KetetapanNya yang ‘telah digariskan sebelum segala penciptaan’ dan menyerahkannya kepada para malaikat agar mereka mengurusnya.

Berikutnya, satu hal yang membuat malam ini semakin istimewa adalah nilai pahala yang dilipatgandakan ribuan kali lipat. Amalan yang dikerjakan malam Lailatul Qodr lebihbaik dibanding dengan amalan Seribu Bulan! Jadi, Satu shalat dan shalawat di malam ini sama dengan mengerjakannya selama + 29.585 malam. Lho, kok kurang dari 30.000 malam? Iya, karena bulan yang dimaksud (dalam ayat) adalah sesuai kalender Hijriyyah yang hitungannya lebih sedikit dari kalender Masehi.

Malam Lailatul Qadar adalah malam terbaik dalam satu tahun. Dalam hadis shohih disebutkan “Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridho allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Bukhori Muslim). Bahkan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi terdapat tambahan redaksi hadis “… dan dosa yang akan datang”. Alangkah agungnya malam ini untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi, malam ini hanya berulang sekali dalam satu tahun.

Menghidupkan malam Lailatul Qadar yang berpahala besar ini pun tidak berat dilaksanakan. ‘menghidupkan Lailatul Qadar’ bisa diperoleh hanya dengan shalat isya’ berjamaah. Namun sangat disayangkan jika malam yang mulia ini hanya dilalui dengan sholat isya’ berjamaah saja. Ikuti pula dengan shalat tarawih 20 raka’at, witir 11 rakaat, tadarus al-qur’an diakhiri dengan shalat tahajjud. Lebih baik lagi jika semua dikerjakan sambil beri’tikaf di masjid. Perlu diingat lagi, semua amal kita di malam ini lebih baik dari amal Seribu Bulan!

Rumusan Malam Lailatul Qadar

Lalu, kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi? Ada beberapa pendapat tentang kapankah malam Lailatul Qadar itu. Namun dari banyak pendapat ulama, ditemukan satu titik temu yaitu bahwa malam yang paling bisa diharapkan adalah pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Dengan malam ke 21, 23, dan 27 sebagai malam berpotensi Lailatul Qadar terbesar. Lailatul Qadar juga berpindah-pindah hari tiap tahunnya sebagaimana pendapat Imam Nawawi yang diikuti banyak ulama.

Imam Ghozali yang bergelar Hujjatul Islam berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar dapat dilacak melalui rumusan berdasar hari pertama bulan ramadhan. Berkata Syaikh Abul Hasan bahwa sejak menginjak usia dewasa, dengan rumusan ini ia tak pernah melewatkan Lailatul Qadar. Imam Syihab Al-Qolyubi juga merangkai rumusan Al-Ghozali ini dalam bait syi’ir berbahasa arab. Berikut inilah rumusan Lailatul Qadar menurut Imam Ghozali:

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari AHAD atau RABU maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH SEMBILAN.

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SENIN, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH SATU.
Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SELASA atau JUM’AT, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke: DUA PULUH TUJUH.

Jika hari pertama bulan ramadhan adalah hari SABTU, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke DUA PULUH TIGA.

Perlu diperhatikan lagi, bahwa rumusan yang disusun oleh ulama merupakan panduan agar kita meningkatkan intensitas ibadah kita lebih baik lagi di malam-malam tersebut. Hikmah dari kenapa malam Lailatul Qadar dirahasiakan tanggal pastinya adalah agar kita umat Islam mau menghidupkan sepuluh malam tersebut dengan beribadah dengan mengharap kemurahannya dan meninggalkan hal-hal yang dibenci allah tanpa bergantung pada satu malam tertentu. Jika kita mau menghidupkan sepuluh malam itu, Insyaallah kemuliaan malam Lailatul Qadar akan kita dapatkan.

Ahad, 7 Agustus 2011
Amiruddin Fahmi
Baca Selengkapnya...